
"NAMIRA AWASSSS!!" teriak Marina yang melihat Mang Ujang yang akan memukul Namira dari belakang.
Dengan cepat Ia mendorong tubuh Mang Ujang hingga tersungkur mengenai Dekan.
"Brukk… " suara jatuh mang Ujang dan Dekan.
"AYO CEPATTTTT… LARIII!!" ucap Marina yang langsung berlari keluar kemudian di ikuti oleh Shinta dan Namira.
"Aduhh… DASAR BODOHHH… CEPATT KEJAR MEREKA!!" teriak dekan sambil berdiri.
"Ba-baik Pak." Jawab Mang Ujang sambil mengejar Mereka bertiga.
Mereka terus berlari menuju ke arah mobil.
"JANGAN LARII KALIANNN!!" teriak Mang Ujang mengejar.
"SIALAN… Lari lebih cepattt lagiiiiii!!" perintah Shinta.
Mereka terus berlari hingga Mereka benar-benar aman di dalam mobil.
"HOSS HOSS HOSS…" kelelahan Mereka habis berlari.
"Kemana lagi Mereka lari… Cepat amat larinya," keluh Mang Ujang.
Karena kehilangan jejak, Mang Ujang kembali menemui Dekan.
"Me-mereka sudah pergi pak," kata Mang Ujang.
__ADS_1
"SIALANNN… KALI INI KALIAN TAKKAN KU LEPASKANNN!!" ucap Dekan sambil mengeluarkan hp nya untuk menelvon seseorang.
"Haloo… Aku ada tugas untuk Mu," ucap Dekan.
"Malam ini… Kau cari Mereka bertiga sampai dapat…" suruh Dekan
"Bagus… Kau temuilah Mereka di rumah itu," ucapnya lagi seraya mematikan Hp nya.
Setelah selesai menelvon, Ia langsung memakai bajunya dan beranjak untuk pergi meninggalkan ruangan itu.
"Bagaimana dengan mayat ini Pak?" tanya Mang Ujang.
"Biarkan saja disitu… Karna nanti malam Kita akan lebih banyak mendapatkan mangsa… Bersiaplah Kau malam ini," jawab Dekan lalu pergi, kemudian di ikuti oleh Mang ujang.
Setelah selamat dari Mang Ujang dan Dekan, Mereka memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.
"Aku yakin… Mereka pasti akan datang kesini untuk mengejar Kita," kata Marina.
"Darimana Kau tau?" tanya Shinta keheranan.
"Setelah Mereka mencari tau keberadaanku… Mereka langsung menjemputku dari rumah pada malam itu. Lelaki itu sangat licik… Dia akan sangat mudah mencarimu sekalipun Kau pergi dari kota ini," kata Marina.
"Lalu… Apa yang harus Kita lakukan saat ini?" tanya Namira kebingungan.
Mereka terus berfikir untuk mencari tau bagaimana cara melawan Dekan.
"Aku tau… " ucap Shinta yakin
__ADS_1
"Gimana gimana?" tanya Namira dan Marina serempak.
"kita berpencar agar Kita bisa melawan lelaki itu… Namira Kau berpura-pura lah ketangkap… Jangan takut… Akan Aku pastikan Kau tidak akan kenapa-kenapa. Marina… Pergilah ke Kantor polisi, kemudian bawa semua barang bukti itu dan laporlah atas kasus pembunuhan dan pelecehan dan Aku…Aku akan mencari dimana mayat-mayat yang Mereka buang terutama mayat Maria," jelas Shinta.
"Dimana Kau mencarinya?" tanya Namira.
"Apa Kau ingat ruangan yang pernah Kita ikuti Dekan?" tanya Shinta lalu Namira menjawab dengan anggukan.
"Aku akan mencarinya disana… Aku yakin mereka menyimpannya disana… Itu feelingku," jelas Shinta.
"Gimana? Setuju?" tanya Shinta.
"Setuju." Jawab Namira dan Marina dengan serempak.
"Baik… Jam 8 nanti kita jalankan aksi ini. Dan kau Namira Pastikan ketika Mereka kesini Kau akan tertangkap." Perintah Shinta.
"Okeh. " Jawab Namira sambil mengangguk.
Setelah Mereka selesai merancang rencana… Mereka langsung mempersiapkan barang yang harus mereka bawak nanti malam.
"Bersiaplah Kau untuk menua di jeruji besiiiii." Batin Marina kesal.
Setelah selesai menyiapkan barang yang harus dibawak, Marina duduk termenung dan meneteskan air mata.
"Heii kenapa Kau menangisss? Bukankah ini yang kau mau?" tanya Shinta sambil duduk di samping Marina. Kemudian di ikuti dengan Namira yang mencoba untuk menenangi Marina.
"Mmm… Setelah beberapa tahun Aku berjuang sendiri untuk mencari kebenaran atas kematian Kakaku akhirnya dengan bantuan Kalian, Aku bisa menjatuhkan Mereka. Terimakasih hikss hikss." Ucap Marina sambil menangis.
__ADS_1
"Tenanglah. Mari kita tuntaskan bersama-sama," bujuk Namira sambil memeluk Marina dan Shinta.