
Dengan penuh rasa kecewa dua gadis ini pun keluar dari perpus.
"Aneh banget nggak sih? Iyakali orang perpus nggak tau tentang buku itu," ucap Shinta kecewa.
"Terus sekarang kita harus cari kemana buku itu?" sambung Namira bertanya.
"Nggak tau deh, ayo kita pergi saja dari sini," kawab Shinta sambil berlalu.
Ketika mereka hendak pergi meninggalkan perpus Shinta melihat seseorang yang mencurigakan karena orang itu membawa sesuatu yang disembunyikan di dalam jaketnya, karena penasaran dua gadis itu mencoba mengikuti orang tersebut.
"Loh, ini kita berada dimana? Aneh banget kampus ini sumpah dah banyak kali ruangan-ruangan yang tersembunyi iihh," kata Namira berbisik.
Tibalah orang misterius itu disuatu ruangan yang sangat aneh karena ruangan tersebut seperti ruangan yang tak pernah diurus sama sekali.
Lorong-lorong yang dipenuhi dengan pasir yang sangat tebal, dinding-dinding yang dipenuhi dengan coret-coretan. Atap yang banyak bocor bahkan ada sebagian atap yang lepas...
"Iiiiihhhhhh... Jorok banget sih ngapain juga kita ngikuti orang itu, Shin. Jangan-jangan itu orang jahat, ihhhhh ayo, Shin kita balek aja aku takut..." kata Namira sambil menarik tangan Shinta.
"Aishhh... Tunggu dulu nanggung juga kalau Kita balek aku udah terlanjur kepo nih sama itu orang. Udah nggak usah takut kan ada aku…" jawab Shinta sambil meyakinkan Namira.
"Gimana kalau orang itu tau Kita ngikuti dia dan gimana kalau dia ngapa-ngapain Kita?" ucap Namira sedikit ketakutan.
"Husssttt.. Makanya jangan ngomong terus biar nggak ketahuan!!" jawab Shinta sambil memberi isyarat untuk diam ke Namira.
__ADS_1
Karena merasa seperti diikuti, Orang tersebut menghentikan langkah langkahnya dan membalikkan tubuhnya Shinta yang merasa jika sudah diketahui buru-buru menarik tangan Namira untuk bersembunyi di ruangan yang pintunya terbuka.
Karena tak melihat siapa-siapa orang itupun melanjutkan jalannya dan masuk kedalam ruangan yang paling pojok di lorong ruangan awal. Karena merasa aman Shinta pun keluar dengan sangat hati-hati dan memperhatikan jalan si orang yang misterius itu.
Tak lama kemudian karena merasa seperti ada yang akan keluar dari ruangan itu, Shintapun berlari kecil untuk memasukkan ruangan yang tepat Ia dan Namira bersembunyi tadi setelah orang itu benar-benar jauh dari lorong-lorong. Shinta dan Namirapun keluar dari tempat persembunyiannya dan mencoba untuk memasukkin ruangan yang dimana orang tadi masuk.
"Ruangan apa ini?" bingung Namira sambil berjalan.
"Loh... Lohh.. Loh... Itukan rak buku yang aku lihat tempo hari!!" kata Namira kaget sambil menunjuk ke arah sebuah rak. Ia pun mendekati rak tersebut, sayangnya ia tak menemukan buku yang ia lihat tempo hari.
" Mir, kesini deh lihat disini ada rak buku yang dipenuhi oleh buku-buku," panggil Shinta yang tak jauh dari Namira. Gadis ini pun mendekat dan melihat buku-buku yang sebelumnya tak pernah mereka lihat.
"Kayaknya ini buku udah lama banget deh..." kata Shinta sambil memegang sebuah buku usang.
" Apaan?" jawab Shinta.
"Jika semua buku ini buku lama... Kemungkinan buku Muara 09 itu juga berada disini," kata Namira yakin.
"Aishhh... Iya ya kenapa aku tak memikirkan hal itu?" jawab Shinta sambil menepuk jidatnya.
"Keburu kita ketahuan ayo cepat kita cari buku itu!!" ajak Namira.
Merekapun bergegas mencari keberadaan buku yang mereka cari Kesana-kemari, bongkar sana- bongkar sini Mereka masih tak menemukan buku itu...
__ADS_1
"Aishhhh.... Dimana sih mereka menyembunyikan buku itu?" terka Shinta kesal.
"Buku itu jelas tidak ada disini. Berarti orang tadi juga tidak tau tentang buku itu," ucap Namira.
"Sudah sore ni, keburu gelap nanti ayo kita pulang saja," sambungnya sambil berjalan meninggalkan ruangan itu.
Shinta pun mengiyakan dan ikut berjalan untuk meninggalkan ruangan itu. Disaat ia hendak mengambil kunci motornya. Tiba-tiba kuncinya terjatuh di lantai ia pun mencoba untuk mengambil kunci motornya karena lupa menutup tasnya kembali. Terjatuhlah semua buku yang ada didalam tas tersebut.
Dengan buru-buru ia mengambil buku-buku yang berjatuhan, Namira yang melihat Shinta kewalahan dalam memunguti bukunya Namira pun membantu Shinta. Disaat Shinta hendak meraih bukunya yang terjatuh di bawah rak-rak buku ia meraba-raba dan memegang dua buku secara bersamaan ia pun mencoba untuk mengambil satu persatu buku yang ada di bawah rak tersebut.
"Sepertinya bukuku yang terjatuh ke bawah rak ini cuma satu deh. Kok tadi aku merasa memegang dua buku ya," katanya bingung.
"Ahh masa sih? Coba kamu ambil buku yang satu lagi deh mana tau itu buku kamu juga jangan sampai Kita meninggalkan jejak diruangan ini!" jawab Namira.
Shinta pun mengambil buku yang satu laginya. Disaat ia melihat buku itu betapa terkejutnya dia sampai-sampai matanya melotot dan mulutnya menganga. Ia merasa tak percaya bahwa buku yang ia temukan itu merupakan buku Muara 09.
"Aahhhhkkkk..." teriaknya girang. Namira yang terkejut mendengar teriakan Shinta spontan menutup mulut Shinta dengan tangannya.
"Huusssttt.. Nggak usah teriak ****** gimana kalau kita ketahuan!!" kata Namira kesal. Namirapun melepaskan tangannya dari mulut Shinta.
"Bukunya jumpa, Mir... Bukunya jumpaaa…" kata Shinta kegirangan.
"Buku apaan?" tanya Namira.
__ADS_1
" Muara 09…" jawab Shinta.