Misteri Kampus Muara

Misteri Kampus Muara
eps 7


__ADS_3

Shinta pun tak sadar jika ia tertidur selama 30 menit, ia pun terbangun karena mendengarkan Handphone nya berbunyi. Ia pun mengambil hp nya dan melihat satu panggilan dari Namira.


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž"Haloโ€ฆ Ada apa, mir?" Sapanya.


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž" Shinโ€ฆ" jawab Namira dengan suara gemetaran.


Shinta yang awalnya masih sedikit terpajam-pejam matanya seketika ia terduduk dengan mata yang melotot karena kaget dengar suara Namira.


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž" Ada apa? Kau habis menangis?" tanya nya.


" Tolong aku, Shin!! Tolong aku!!" ucapnya dan tiba-tiba panggilan tersebut terputus.


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž"HALOโ€ฆ HALOOOOOโ€ฆ HALOOOO!!" teriak Shinta.


"SIALAN!! HP MALAH PAKAI LOBET PULA," kesalnya. Ia pun bergegas untuk mengecas hp nya.


5 menit kemudian. Setelah hp nya hidup. Shinta pun mencoba untuk menghubungi Namira kembaliโ€ฆ


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž"Halo, Shinโ€ฆ" terdengar suara dari sebrang sana.


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž"Halo, Mirโ€ฆ Kamu kenapa?" tanya nya cemas.

__ADS_1


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž"Aku kenapa? Tidak ada apa-apa," jawab Namira dari seberang.


Shinta pun kaget atas apa yang barusan dia dengar.


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž"Bukannya tadi kamu nelvon aku ya?" tanya Shinta sedikit ketakutan.


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž"Ha? Tidak? Aku saja baru megang hp," jawab Namira menjelaskan.


Wajahnya pun langsung pucat dan gemetaran.


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž"Taโ€ฆ Taโ€ฆ Tadi itu kamu nelvon aku suara kamu itu seperti orang ketakutan sambil minta tolong. Trus tiba-tiba hp aku mati," cerita Shinta.


Mendengar cerita dari Shinta. Namira pun kaget bukan main, pasalnya ia sama sekali tidak menghubungi Shinta.


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž"Tidak mungkin, Mir. Jelas-jelas suaranya sangat mirip dengan suara mu," kata Shinta.


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž"Sudah sudahโ€ฆ Anggap saja itu orang iseng," hibur Namira. Shinta pun mengiyakan karena ia tak ingin berfikir negatif pada malam hari.


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž" Sudah dulu ya, Shinโ€ฆ Aku ngantuk ni," pamit Namira.


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž"Ohh iya baiklah.โ€ฆ Selamat malam," jawab Shinta sambil menutup televon.

__ADS_1


Setelah menutup telvon, Shinta pun keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk makan malam. Karena dari tadi ia belum memakan apapun.


*Namira


Disaat aku selesai makan malam. Aku mencoba untuk mencari-cari hp ku yang sedari tadi belum ada Ku sentuh sama sekali. Disaat sedang mencari aku mendengar hp ku berbunyi, tapi dimana suara itu berada.


Dan ternyata hp ku masih berada di dalam tasku.


"Loh, tumben banget Shinta menelvon." Aku pun mencoba mengangkat telvon dari Shinta.


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž "Halo, Shinโ€ฆ" sapa ku.


Aku mendengar suara Shinta seperti orang ketakutan. Aku terkejut ketika Shinta menjelaskan ia menelvon ku karena aku menelvonnya meminta tolong. Padahal dari tadi aku tidak memegang hp ku sama sekali, Aku pun mencoba untuk menghiburnya mengatakan bahwa yang menelvon itu adalah orang iseng.


Setelah selesai menelvon. Akupun mencoba untuk merebahkan badan ku ke kasur yang sangat empuk. Baring sana- baring sini disaat aku menoleh kekanan.


Tiba-tibaโ€ฆโ€ฆ


" Akkkkhhhhhhโ€ฆ" teriak ku sambil menutup wajahku dengan selimut. Aku melihat seseorang sedang duduk di atas kasur ku sambil melihatku. Dia begitu pucat, berbaju putih dan itu sangat menakutkan. Aku mengira mungkin itu adikku yang sedang mengerjaiku, tetapi disaat aku lihat kembali dan ternyata orang tersebut tidak ada.


Aku lihat sekeliling kamarku. Aku tak menemukan siapapun. Lalu aku bergegas keluar kamar dan aku melihat adikku yang sedang nonton diruang keluarga.

__ADS_1


Kemudian akupun melangkah ke kamar lagi. Tak membutuhkan waktu lama aku pun tertidur.


*Off


__ADS_2