Momy? I'Am (Season 2)

Momy? I'Am (Season 2)
Chapter 27 (Season 2)


__ADS_3

.


.


.


.


"Yaks! Bukankah wajahmu sudah sangat sempurna?" ujar Leo dengan wajah dongkol.


"Ya. Tapi jika ingin mendapatkan nya aku bersedia menjadi siapa saja," jawab Hiro acuh.


Leo menggelengkan kepalanya dengan tak percaya. Bagaimana bisa? Tanpa merubahnya pun Dea mencintai lelaki di depan nya ini. Meski tak dapat menampik jika lelaki imut itu tetap menjadi nomor satu. Hingga Dea Amelia Wijayanto, melakukan hal gila. Merubah Lucas Sandoro menjadi Hiro Yamato. Lelaki yang di buat sesempurna mungkin kehidupan nya. Seluruh nya di palsukan dengan penuh pertimbangan yang matang.


"Kau gila," ledek Leo.


"Ya, aku gila." Balas Hiro dengan tawa renyah. Ia menyadari ke gilaan nya ini. Namun bukankah cinta mampu membuat orang seperti itu.


Leo hanya mencibir. Namun manik mata tajam hitam legamnya menatap lama wajah Hiro. Rahang tegas, mata coklat hangat dan senyum lembut. Meski jauh dari kesan Imut. Lebih memiliki sisi Manley, namun meski begitu. Lelaki di depannya ini masih memiliki kepribadian nya yang dulu.


Pikiran Leo melayang pada  enam bulan lebih belakang. Dimana ia membawa Lucas ke Jepang bersama Sera. Namun begitu mengejutkan di tengah debaran kegilaan.


Flashback on


"Aku dimana? Kalian siapa dan aku siapa?" tanya Lucas dengan wajah aneh.


"Kau? Lupa kau, siapa?" bukan Leo maupun Sera yang bertanya. Tapi lelaki yang akan menghipnotis Lucas.


Lelaki imut itu melihat ke tiganya bergantian. Dahinya berlipat dengan wajah yang begitu bingung."Hem!" Jawab Lucas mengangguk kepalanya.


Alexandre menatap Lucas dengan wajah yang aneh. Membuat Leo dan Sera malah menatap ke duanya berganti-gantian. Lelaki berdarah Roma itu terlihat menyelami manik mata coklat hangat Lucas. Seakan mencoba mencari kebohongan yang tersembunyi.


"Lihat jariku!" Titah lelaki bermata hijau itu.


Lucas melakukan apa yang di perintahkan oleh Lelaki bermata biru bening itu. Tepat pada Jentik kan jari ketiga, Lucas Sandoro kehilangan kesadaran. Membuat Leo dan Sera saling tatap.


"Pikirannya kacau," ujar Alex menatap ke dua pasangan kekasih itu.


"Kacau?" ulang Leo dan Sera serentak.


"Ya. Seperti nya sebelum ini dia pernah mendapat hipnotis Sugesti yang kuat. Menjadikan pikirannya kacau dan terkendali dengan baik," papar Alex.

__ADS_1


"Maksudnya?" tanya Sera masih tidak mengerti.


Alex mendesah kasar. Ia melangkah meninggalkan ranjang pasien dalam ruangan nya. Menuju Sofa di ikuti oleh Sera dan Leo. Mereka bertiga duduk saling berhadapan.


"Seperti nya. Ada yang melakukan penanaman sugesti padanya. Hingga memutus beberapa ingatan indah di sana. Membuat ia menjadi sering linglung dan di Kendalikan. Untuk tau apa yang di kendalikan di pikiran tuan Lucas. Kita butuh waktu cukup lama. Dan di tambah syok saat operasi membuat dia menderita Amnesia ringan. Beberapa ingatan yang terpotong bisa di bilang sengaja itu juga menjadi pemicu ke duanya. Jika ingin mengembalikannya kita harus melakukan hipnoterapi pengembalian. Namun akan memakan waktu yang lama. Mengingat jika hipnotis sugesti itu di lakukan lebih dari satu tahun. Jadi pengembalian nya juga sangat sulit. Dia harus di tahan di sini, mungkin butuh waktu satu tahun bahkan paling cepat dua tahun, paling lama empat tahun. Kau pernah membacanya kan Leo?" papar Alex dengan di hadiahi pernyataan di akhir.


Lelaki berkulit eksotis itu menyadarkan bahu lebarnya di sofa. Sera kini beralih menatap Leo. Ia masih bingung dengan apa yang di katakan oleh Alex. Sahabat karib sang Kekasih.


"Ya. Aku tau itu. Seperti nya itu terjadi oleh wanita yang aku kenal. Dia cukup menggilai Lucas. Aku tidak menyangka jika wanita itu melakukan hipnotis pada Lucas agar Lucas mencintai nya dan menuruti apa yang di pinta," ujar Leo yang cukup tanggap dalam memikirkan sebuah permasalahan.


"Ah! Jadi seorang wanita," balas Alex dengan wajah yang mulai mengerti,"Pantas saja ia mengalami cukup banyak keanehan di tatapan nya," lanjut nya.


"Tunggu! Apa maksud kalian aku pusing! Jelaskan dengan sederhana!" Kesal Sera dengan memukul paha Leo dengan keras. Membuat Leo mengaduh sedang kan Alex malah menertawakan Leo.


"Begini sayang. Secara halus, Lucas mencintai Bella dengan bantuan Hipnotis sugesti. Yang mana alam bawah sadarnya di kontrol hanya mementingkan Bella. Meski hati sering meronta. Dan hipnotis itu di lakukan lebih dari tiga tahun. Selama gadis ular itu kenal dengan Lucas. Kau dan aku tau bukan siapa yang bisa melakukan hal itu?" Papar Leo dengan menatap sang kekasih.


Sera menutup mulutnya dengan telapak tangan nya. Fakta apa lagi ini? Wah! Adiknya bodoh! Bagaimana bisa dia di bodohi oleh Bella. Yang berpura-pura polos namun begitu licik. Dari awal Sera memang tidak suka gadis Cina itu."Jangan bilang Flora? Juga terlibat? Gadis itu yang menguasainya bukan? Ilmu yang sama seperti Alex?" ucap Sera tak percaya.


"Aku juga berpikir gadis ular itu meminta tolong pada Flora." Jawab Leo dengan tangan yang memijit pelipisnya.


"Dimana dia sekarang? Dia pasti juga terlibat dengan kematian Sasa? Karena Sasa pasti melaporkan apa pun pada Flora. Dan bodohnya adikku itu tidak tau dua gadis itu ular dan serigala," ucap Sera dengan wajah marah dan sedih.


Flashback off


"Leo!" Sikut Hiro pada Leo. Membuat lelaki itu sadar. Ia menatap Hiro dengan desahan.


"Kenapa kau melamun? Sudah empat kali aku memanggilmu. Kau malah melamun," kesal Hiro.


"Maafkan aku," jawab Leo dengan lirih. Entah maaf untuk apa yang lelaki itu utarakan.


Di lain tempat wanita cantik terlihat menggandeng tangan putri cantik nya. Yuni yang terlihat begitu antusias menelisik isi Mall.


"Mommy! Lapar!" seru Yuni dengan wajah lucu.


Mutia terkekeh pelan. Ia membungkuk. Lalu membawa Yuni ke dalam gendongan nya. Hari ini dia dan sang putri harus bermain berdua saja. Karena Jackson sedang melakukan pembukaan Rumah Sakit untuk amal di Busan.


"Baiklah. Ayo kita cari restoran untuk My Princess," seru Mutia dengan semangat.


BRUK !


Akh!

__ADS_1


"Maaf!" seru Mutia. Wanita cantik itu membungkuk karena tidak sengaja menabrak lelaki berjas rapi itu kala berbalik.


"Ya. Lain kali berhati-hatilah Nyonya. Karena Anda bisa mencelakai putri Anda." ujarnya dengan suara berat.


Mutia membatu. Tidak menjawab, manik mata coklat tajam itu terlihat begitu tajam. Namun senyum yang di ulas membuat ia terlihat aneh.


DEG !


DEG !


DEG !


Jantung Mutia berpacu dengan cepat. Ia menatap tidak percaya lelaki yang berada di depan nya kini. Seakan bangkit di dalam kubur. Bahkan lidahnya Kelu kala ingin melontarkan kata.


Lelaki imut dengan manik mata tajam itu membalikkan tubuhnya. Melangkah dengan lebar menjauh dari wanita yang masih membeku. Senyum evil terbit begitu saja.


****


"Jangan menatap aku seperti itu sayang. Kau membuat aku takut," ujar Hiro yang masih di tatap tajam oleh Dea.


"Dari mana saja kau huh?" tanya Dea dengan nada berat.


"A——aku hanya dari luar saja," ujar Hiro tergagap.


"Ya. Aku tau kau dari luar Hiro! Maksudnya, di luar kemana?"


"Restoran."


"Sendiri?"


"Tidak."


"Bersama siapa?" tanya Dea penuh selidik.


"Leo. Sepupu mu ada di Indonesia saat ini. Aku ada urusan dengan nya sayang. Jadi aku bertemu dengan nya di sana. Dia bilang ingin tinggal bersama Mamanya. Jadi dia tidak di sini." Ucap Hiro yang tidak sepenuhnya bohong kala ia mendudukkan body nya di sofa.


Lelaki tampan itu merebahkan kepalanya di paha Dea. Dea hanya mendesah letih. Ia takut ada yang tau siapa Hiro. Dia tidak ingin ada orang yang mengetahui jati diri Hiro. "Jangan kemana-mana tanpa aku Hiro. Kau tidak tau begitu jelas negara Indonesia," ujar Dea.


"Ya. Aku tau, tapi kau tau sayang. Aku merasa sangat aneh. Saat jalan-jalan keluar, aku merasa seluruh tempat begitu familiar bagiku. Seolah aku sudah biasa mendatangi tempat itu. Melewati nya dan merasa de Javu dengan beberapa tempat dan hal-hal di sini," jelas Hiro.


Dea membeku. Jantung nya berlomba dengan keras. Namun genggaman tangan Hiro membuat ia tersadar. Hiro membawa tangan Dea ke atas kepala nya. Meminta Dea mengelus penuh kasih sayang seperti biasanya. Dea hanya menuruti saja. Ia mengelus perlahan puncak kepala Hiro.

__ADS_1


__ADS_2