Momy? I'Am (Season 2)

Momy? I'Am (Season 2)
Chapter 8 (Season 2)


__ADS_3

.


.


.


.


Deburan ombak terdengar begitu mengusik. Hembusan angin menerbangkan beberapa helai rambut yang tak terikat. Wanita cantik itu hanya menatap laut luas dengan pandangan redup. Gelora rindu menggroggoti hati dan jiwanya. Namun apa boleh buat, ia tak bisa melakukan apa-apa. Sinyal ponsel benar-benar tidak ada. Hanya ada sinyal TV saja. Membuat ia tak bisa menghubungi sang suami.


"Kau di sini?" seruan di belakang tubuhnya membuat Dea memutar kepalanya ke belakang.


Tak jauh darinya lelaki tampan itu berdiri dengan sebuah syal yang di pegang. Chandra Winata, lelaki itu mendekati Dea. Memasang syal di leher wanita yang tengah hamil tua itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya pelan nyaris tak terdengar karena bunyi deburan ombak.


Chandra tersenyum lembut. Ia meraih tangan Dea. Membawa ke dua tangan Dea masuk ke dalam saku jaketnya.


"Jangan terlalu banyak berpikir, kami melakukan semua ini demi ke baikan mu," ujar Chandra dengan lembut,"Ayo, kembali ke Villa," lanjut Chandra.


Lelaki bermata hitam hangat itu membawa Dea kembali ke Villa. Sudah empat bulan Ibu dua anak itu berada di Villa tanpa alasan yang jelas. Baik dari ke dua buah hatinya mau pun lelaki yang sudah di anggap sebagai kakak kandung nya itu.


"Mau makan apa hari ini?" tanya Chandra membuat lamunan Dea buyar.


Chandra menipiskan bibirnya. Membawa Dea yang berdiri ke sofa coklat. Mendudukkan Dea di sana. Sedangkan Chandra menekuk ke dua kakinya. Meraih kedua tangan Dea. Dea menatap wajah Chandra dengan penuh tanda tanya.


"Aku tau kau merasa bingung dengan situasi ini. Saat ini kami tidak bisa mengatakan apa-apa.


Kau dan bayimu harus sehat dan selamat. Dokternya berkata jika kau harus beristirahat panjang. Di perdesaan. Agar kandungan mu baik-baik saja. Masalah Lucas, dia sedang menangani masalah di Jepang beberapa bulan ini dan——" ucapan Chandra terhenti kala menatap mata Dea berkaca-kaca.


"Apa ada sesuatu yang harus membuat kalian semua seperti ini? Kakak pikir aku percaya! Tolong jangan bohongi aku terus menerus Kak! Aku bukan anak kecil yang tidak tau jika ada sesuatu yang salah!" kesal Dea. Air mata sudah mengalir membasahi ke dua pipinya.


Dea, wanita itu merindukan Lucas Merindukan harum tubuh suaminya. Merindukan peluk kan hangat Lucas. Ia merindukan suara Lucas sampai ingin mati saja. Dan tidak ada yang tau bagaimana rasanya.


Chandra bungkam. Ia tau Dea bukan lah wanita mudah di bohongi. Namun bagaimana caranya mengatakan nya pada Dea. Suaminya selingkuh lagi dengan orang terdekat lagi? Dan gila nya lagi, Lucas menikahi nya karena ia hamil. Dea di madu dengan wanita yang jauh lebih muda darinya?


Bagaimana caranya Chandra melihat Dea hancur. Kehancuran Dea sama saja dengan kehancuran nya. Ia sangat mencintai wanita yang tengah menangis sekarang. Hati Chandra berdenyut perih melihat bagaimana Dea menangis. Bagaimana manik mata itu merindukan lelaki brengsek itu! Lelaki yang sudah bersahabat dengan nya sejak kecil.

__ADS_1


"Dea! Aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Maaf!" Ujar Chandra memeluk Dea menepuk pelan pundak belakang nya.


Sedangkan di lain tempat lelaki Sandoro itu terlihat begitu kacau. Sudah berapa bulan ia tidak bisa menemukan Dea. Sedangkan untuk ke dua buah hatinya. Mereka ada di Jakarta. Berada di rumah Ibu mertuanya. Wajah Lucas hancur di tangan dua orang sekaligus. Wijayanto memberikan nya pukulan keras karena menyakiti keponakan nya. Sedangkan sang Ayah melakukan hal yang tak kalah mengerikan. Bagaimana ia memukul Lucas membabi buta.


Bintang dan Jun tak mau bertemu dengan nya. Yang di punya saat ini hanyalah Bella. Istri ke duanya yang menemaninya dan merawatnya. Meski kesulitan karena kandungan nya sudah besar. Gadis cantik itu setia di samping Lucas.


"Kakak Lucas! Ayo makan dulu. Aku akan membantu menemukan Kak Dea. Jadi aku mohon makanlah sedikit saja. Agar Kak Lucas memiliki kekuatan," ujar Bella dengan lirih.


Gadis cantik itu meletakkan baki di atas nakas. Lalu membantu Lucas bangun dari posisi tidur nya. Dengan telaten Bella membantu Lucas makan. Menyeka lelehan bubur di bibir Lucas. Gadis itu juga membantu membersihkan tubuh Lucas.


"Jangan seperti ini Kak? Aku mohon! Aku juga istri mu dan di sini terdapat anakmu juga. Bagaimana bisa kau begitu egois hanya memikirkan satu orang saja. Tanpa memikirkan yang lain nya." Seru Bella membawa tangan Lucas ke atas perut yang besar.


Tangan Lucas bisa merasakan pergerakan di sana. Janin yang di kandung oleh gadis itu terlihat menghindari sentuhan Lucas membuat senyum terukir di wajah imut Lucas. Membuat Bella itu tersenyum juga.


"Bukankah dia juga butuh Papanya?" Ucap Bella sambil mengusap punggung telapak tangan Lucas.


Manik mata yang kosong kini terus lagi. Benar! Bukan hanya Dea yang harus ia pikirkan. Di mana ada Bella dan anak nya juga yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian. Dia mungkin gagal dalam membangun rumah tangan bersama Dea. Namun ia tak mungkin mengulang apa yang terjadi pada ia dan Dea pada Bella.


"Maafkan aku," sesal Lucas dengan nada lirih.


Ia tau awal hubungan nya dan Lucas hanya semata-mata karena napsu dan kebutuhan biologis dari lelaki Lucas itu. Namun lama-kelamaan cinta itu tumbuh di hati mereka berdua. Hingga Bella begitu mencintai Lucas.


Ia tidak akan menyia-nyiakan Lucas. Ia akan selalu ada di samping lelaki itu apa pun yang terjadi. Dan melewati kesakitan apa pun itu. Karena itulah pilihan nya saat jatuh cinta pada suami orang lain. Dan bersedia menjadi yang ke dua. Dan nanti akan menjadi satu-satunya.


"Aku berjanji akan berada di sini Kak. Apapun yang terjadi, akan selalu mendukung Kakak. Dan mempercayai Kakak. Dan aku akan membuat Kakak bahagia. Aku janji akan hal itu," ujar Bella mendapatkan pelukkan dari lelaki imut itu.


Lucas menangis keras. Sungguh sakit sekali. Mendengar kan apa yang di katakan oleh istri ke duanya. Gadis itu begitu tulus padanya. Tak pernah menuntut banyak hal. Selalu ada di saat tersulit nya. Namun di hatinya masih ada Dea. Nama Dea Amelia Wijayanto. Tak dapat ia pungkiri jika ia merasa tersentuh dengan apa yang gadis itu katakan.


***


Gadis cantik dengan balutan dres merah muda dengan beberapa member kini duduk manis menghadap ke arah kamera. Bintang gugup saat ini, karena ini adalah kali pertama nya di Wawancara. Beruntung di balik kamera ada Vian yang tersenyum lebar. Dengan tangan mengepal ke atas. Bibir yang berkomat-kamit mengatakan semangat.


"Baiklah Penonton! Kita bertemu lagi dengan acara Love Idol. Saat ini kita ke datangan tamu spesial yang baru saja debut dengan nama Lovely. Mari kita sambut Lovely!" Ujar sang pembawa acara dengan penuh semangat menyakinkan tangan nya ke arah Group girlband bernama Lovely.


"Hallo semua! Kami dari Lovely!"


Ucapan serentak dan bungkukkan ke arah kamera. Lalu kemera kembali ke arah sang MC.

__ADS_1


"Aku dengar di group ini ada anak selah seorang yang lahir dengan sendok emas di mulut nya," ujar sang MC membuat beberapa member langsung tersenyum dan menatap Bintang.


Bintang yang di soroti kamera tersenyum canggung. "Wah! Nona Bintang bukankah anak dari Lucas Sandoro. Pengusaha sukses bukan?" tanya sang MC dengan wajah bahagia.


"Ah! Ya. Saya anak dari Lucas Sandoro. Hanya saja saya tidak suka mendapatkan sorotan karena nama Papa saya," ujar Bintang dengan nada canggung.


"Eeyy! Kenapa begitu? Tidak ada salahnya orang-orang tau. Lagi pula, orang-orang pasti penasaran dengan nona Sandoro," ujar sang MC dengan penuh semangat.


Bintang melempar senyum masam. Wajah imut dan cantik berpadu padan membuat gadis remaja itu sulit untuk tidak di sorot oleh mata dan kamera.


"Tapi Nona. Kami mendengar kan jika ada rumor miring tentang keluarga Nona Bintang. Katanya jika Tuan Sandoro menikah diam-diam di Jepang. Sedangkan Nyonya Sandoro saat ini menghilang begitu saja. Apakah rumor itu benar?" tanya salah satu MC.


Senyum yang di paksa sejak tadi langsung luntur. Manik mata gadis itu terlihat liar. Menatap kru di balik layar mulai berbisik-bisik. Membuat Bintang merasa berdebar. Teman-teman nya langsung menatap ke arah Bintang. Seluruh fokus kamera berada di wajah cantik itu. Tangan Bintang langsung bergetar, sial sekarang. Acara saat ini adalah siaran langsung.


Vian panik. Ia langsung menghampiri sutradara dari Reality show. Bibir Bintang bergetar matanya memanas. Bagaimana bisa pertanyaan kejam seperti itu di lemparkan pada nya. Dia bukanlah gadis remaja biasa. Sedikit saja berita miring bisa menghancurkan karirnya.


"M——maafkan aku." Seru Bintang dengan nada bergetar dan langsung berdiri.


Para MC menatap lekat ke arah Bintang begitu juga dengan semua orang. Bintang merasa terserang panik saat ini. Ia berdiri dari duduknya lalu berlari. Anak gadis cantik itu berlari dari acara. Ia tak dapat berkata-kata. Vian ikut berlari mengejarnya.  Bisik-bisik mulai membesar.


Di lain tempat wanita cantik itu menatap layar dengan bingung. Telinga nya terasa berdenggungg. Apa yang tadi itu benar? Lucas Sandoro menikah di Jepang? Menikah?? Dengan wanita lain?


Jika itu tidak benar lalu kenapa putrinya terlihat terserang panik. Dea berdiri dari duduknya langsung melangkah linglung.


"Kakak Chandra!" Teriaknya menggelegar.


Ia butuh penjelasan. Saat ini juga ia butuh jawaban. Bagaimana bisa? Ia yakin rumor itu salah dan ia tak bisa menerima itu semua.


"Kakak Chandra" Teriak Dea lagi.


Ia melangkah ke ruangan belakang. Belum sempat ia sampai di taman belakang Villa megah itu, ia terjatuh.


BRUK!!


Akh!!!


Perut Dea menghantam lantai. Dengan posisi tengkurap. Ia kesakitan. Ke dua tangannya terlihat memegangi perutnya. Rasanya begitu sakit, darah segar mengalir begitu saja. Dea berteriak nyaring.

__ADS_1


__ADS_2