Momy? I'Am (Season 2)

Momy? I'Am (Season 2)
Chapter 28 (Season 2)


__ADS_3

.


.


.


.


Wajah tampan itu terlihat tegang. Aroma obat dapat tercium cukup pekat. Lelaki bermasker itu menatap lama wajah tampan yang terbaring di atas ranjang. Di temani beberapa perawat guna mengontrol tekanan darah, rasa sakit dan juga membantu Dokter yang di juluki Golden hand.


"Kau siap?" tanya Leo pada Hiro. Lelaki tampan itu meneguk air liur dengan kasar.


Entah kenapa ia merasa gugup dan merasa de Javu  dengan ke adaan. Ia mengangguk pelan, Leo memberikan instruksi pada Perawat yang akan melakukan anestesi. Perawat mulai menyuntikkan cairan bius ke dalam cairan Infus. Perlahan mata coklat hangat itu mulai tertutup lalu terbuka kembali. Dan tertutup lagi, sebelum kesadarannya terenggut.


"Mari kita mulai!" Seru Leo mengadah kan telapak tangan kanannya. Menyambut pisau bedah.


Di lain tempat, wanita Wijayanto itu terlihat menatap dalam sepupu nya. Beberapa kali ia mencuri pandang pada Dea Amelia Wijayanto. Ibu tiga anak itu terlihat begitu gemas melihat interaksi Jino dengan Yuni.


"Kenapa Kakak menatap aku terus seperti itu?" tanya Dea tanpa mengalihkan pandangannya.


"I——itu, kabar tentang Lucas. Apa sudah ada perkembangan?" tanya Mutia tergagap.


Dea menoleh. Ia menatap Mutia cukup lama. Membuat yang di tatap salah tingkah."Apa ada sesuatu Kak?"


"Aku melihat Lucas. Sungguh! Tidak berbohong!" seru Mutia dengan wajah yang campur aduk.


"Melihat Lucas? Kapan? Di mana?" tanya Dea panik.


Wanita itu langsung berdiri dari posisi duduknya. Di ikuti oleh Mutia."Di Mall. Tapi anehnya dia tidak mengenaliku," ucap Mutia dengan wajah sangat yakin.


Dea terlihat resah. Ia tak membalas perkataan Mutia. Melainkan berbalik ingin pergi dari ruangan keluarga. Menuju kamarnya. Namun tangannya di cekal oleh kakak sepupu nya. Membuat Dea mau tak mau membalik kan tubuh nya. Menghadap ke arah Mutia.


"Kau mau kemana?" tanya Mutia dengan raut wajah khawatir. Ia pikir Dea akan gila mencari Lucas.


"Aku ingin keluar sebentar," jawab Dea dengan nada aneh.

__ADS_1


"Jangan bilang kau mau mencari Lucas," tebak Mutia,"Kita bisa mencari nya pelan-pelan. Pertama mungkin kita bisa mengabari ini pada keluarga nya Lucas. Dengan begitu mereka pasti akan melakukan penelusuran melalui cctv


mall——"


"Tidak! Jangan katakan pada keluarga Kak Lucas!" potong Dea dengan sigap.


"Kenapa?" tanya Mutia dengan ekspresi aneh.


Dea yang menyadari kesalahannya dengan cepat mengontrol ekspresi wajahnya. Ia tidak boleh membuat Mutia curiga."Maksud nya adalah Sebelum semua pasti kita tidak boleh mengatakan apapun dan pada siapapun. Karena jika orang tua Kak Lucas tau. Mereka akan kalang kabut. Aku tidak ingin kedua orang tua Kak Lucas menjadi tidak tenang. Aku akan menghandle semuanya. Tolong Kak jaga rahasia ini dari siapapun," papar Dea dengan lancar.


Mutia menatap lama wajah Dea."Wah! Aku menjadi seorang Pembohong yang ulung ternyata," ucap hati kecil Dea masih membalas tatapan Mutia.


"Baiklah," ujar Mutia pada akhirnya.


Dea melepaskan cekalan tangan Mutia di pergelangan tangannya."Kak Mutia, aku titip Jino padamu ya! Aku ingin keluar sebentar." Ucap Dea langsung membalikkan tubuhnya berlari kecil menuju tangga rumah. Mutia hanya menatap punggung belakang Dea sebelum beralih pada wajah cantik buah hatinya. Yang terlihat bermain dengan Jino di temani oleh salah satu Baby Sister Dea.


***


Cairan berwarna merah gelap itu di teguk perlahan. Rasa sepat dan sedikit manis terasa di lidah. Lelaki bermata coklat tajam itu terlihat tersenyum melihat hasil laporan. Lelaki di samping nya terlihat menatap lama wajah imut namun dengan aura intimidasi yang kental. Karena mata coklat tajam itu.


"Tidakku sangka, Mantan Istrinya begitu hebat dalam menghandle Perusahaan besar. Hingga bisa mengatasi krisis  Perusahaan," ujarnya dengan nada yang berat.


Tangan kokoh itu meletakkan gelas berisi Rad Wine di atas meja kaca. Ia terlihat mengusap dagu mulus yang selesai di cukur dengan baik. Ia tersenyum sinis, awalnya ia tak ingin datang ke Indonesia. Melihat kehancuran Perusahaan dari jauh adalah hal yang menyenangkan. Namun karena Dea Amelia Wijayanto. Ia tidak bisa mendapatkan kepuasan.


Kepuasan nya terhenti. Beberapa kali ia mencekal langkah Dea. Guna memperbaiki keuangan Perusahaan. Dan menggagalkan Dea memenangkan beberapa tender mahal. Siapa sangka wanita itu begitu pintar. Bahkan kepintaran nya mengalahkan Lucas Sandoro yang berhasil ia kerjain habis-habisan.


"Dia cukup menarik, hanya saja dia bekas Lucas." Ujarnya dengan senyum evil.


"Namun Nyonya Dea terlihat begitu muda. Bahkan jika memakai seragam sekolah tinggi pertama. Maka ia akan seperti seorang remaja yang masih berumur tujuh belas tahun Bos," puji anak buahnya.


"Benarkah?" tanya dengan wajah mencoba menerawang bagaimana wajah cantik Dea Amelia Wijayanto,"Apa aku perlu bermain-main dengan nya? Karena wajahku dan wajah Baekhyun sangat identik bukan, hem?" tanyanya menatap wajah tampan bawahannya.


Rio tersenyum dingin."Apa Bos tidak takut akan malah masuk dalam permainan mu sendiri Bos?" tanya Rio dengan nada sedikit mengejek.


"Tidak akan. Kau tau bukan berapa banyak yang aku takluk kan? Saat di Belanda? Huh?!" ujarnya dengan bangga.

__ADS_1


"Hem!" dehem Rio ia menatap wajah sang Bos dengan mata memindai.


"Seperti nya akan sangat menarik jika Bos Billi ikut dalam permainan ini. Dengan begitu juga Bos juga bisa membalas kan dendam pada pada ke dua orang tua Bos dengan cara yang sangat menyenangkan. Karena bermain dari dalam," usul Rio setelah terdiam cukup lama.


Billi Holson pengusaha sukses negara Kincir angin. Yang bernama asli Kevin Sandoro. Anak yang sengaja di buang. Demi kepentingan ke dua orang tuanya. Ada cerita di balik cerita. Hingga rasa sakit dan dendam hadir di sanubari. Menggerogoti jiwa dan jantungnya.


Senyum licik kembali mengembang. Ia memutar gelas kaca berisi minuman memabukkan."Ya. Aku rasa akan sangat menyenangkan. Mempermainkan keluarga Sandoro itu. Dan juga mendapat kan hati adik Ipar ku? Membuat adik ku di atas sana merasakan perasaan kecewa. Karena mantan istri tercinta nya tidak bisa membedakan dirinya dan kakaknya. Bukankah kedengaran menyenangkan?" tanya Billi dengan wajah bringas.


"Tentu," jawab Rio dengan senyum.


Di lain tempat Dea terlihat mondar-mandir di dalam apartemen mewah. Sudah beberapa jam ia berada di sana. Namun orang yang di tunggu tidak juga muncul. Bahkan ponsel lelaki itu tidak aktif membuat Dea merasa semakin resah.


TLING~~~


Bunyi pintu apartemen terbuka. Dea sontak langsung menghadap ke arah pintu masuk. Lelaki memakai Coat hitam dengan topi hitam. Tak lupa dua kantong belanja yang terlihat memberatkan lelaki eksotis itu. Ia berhenti mendadak kala mata tajam nya menatap mata Dea


"Darimana kau huh?" tanya Dea mengapa Leo dengan mata yang kian menajam.


Leo mendesah. Ia tak menyangka bisa bertemu dengan Dea secepat ini. Padahal ia berniat menghindari Dea Siapa sangka wanita itu mampu melacak keberadaannya. Leo tersenyum di paksa. Ia masuk ke dalam apartemen keluarga nya. Dengan melangkah mendekati lemari pendingin. Mengisi bahan makanan ke dalam lemari.


Dea melangkah mendekati Leo. Berdiri di belakang tubuh Leo. Lelaki berkulit eksotis itu terlihat begitu telaten memasukkan bahan makanan. Ia tidak menjawab pertanyaan Dea. Wanita Kim itu melipat tangannya di depan dada. Ia tau Leo menghindari nya. Saat sampai di rumah Bibinya. Leo di katakan tidak ada di sana sudah dua hari.


Beruntung salah seorang dari mereka mengetahui apartemen keluarga yang ada di salah satu kompleks Gangnam juga. Dengan kelihaian nya, Dea dapat masuk ke dalam apartemen tanpa harus menunggu tuan rumah membuka kan pintu. Apa lagi kodenya jika bukan hari jadian Leo dan Sena.


"Dari mana saja kau Leo?" ulang Dea. Tetap Leo terlihat bungkam dan menyusun bahan makanan seolah Dea tidak ada di sana.


"Hei! Leo!" teriak Dea membuat Leo terlonjak kaget.


Ia membalikkan tubuhnya. Menatap Dea dengan desahan kesal. Dea Amelia Wijayanto dan Lucas Sandoro sama-sama mengesalkan. Sekarang tidak ada yang namanya Hiro. Melainkan Lucas Sandoro, karena lelaki itu sudah menjalani operasi. Sekitar lima hari lagi perban di wajahnya akan di buka. Maka wajah dulu yang ia sembunyikan akan terlihat lagi. Dan itu tanpa sepengetahuan Dea.


"Kalian berdua memang benar-benar pasangan yang pas! Sama-sama menyusahkan aku!" Kesal Leo mengusap kasar puncak kepalanya.


Dahi Dea berlipat melihat Leo yang terlihat gusar. Leo cemberut pada Dea. Sebentar lagi wajahnya yang harus di perbaiki karena wanita cantik itu otomatis akan mengamuk bukan?


"Jangan bilang kau melakukan hal yang aneh pada Lucas?" tanya Dea dengan manik mata menajam.

__ADS_1


Leo ingin di tengelam kan saja pada lautan Amazon saat ini juga.


"Sera ! Tolong aku!" teriak Leo di lubuk hati yang paling dalam.


__ADS_2