
"kamu harus menikah" tegas dian.
Akhh... menikah?? kenapa aku harus menikah??
"Lihat ini" menyodorkan sebuah kertas.
"Apa ini bu??"
"Itu surat perjanjian"
surat perjanjian??
Anggun mengerutkan wajahnya, dia sungguh tidak tau kenapa dia harus melakukan ini.
"Perusahaan ibu bangkrut dan jalan satu-satunya untuk menyelamatkannya dengan cara ibu harus menikahkan kamu dengan pria kaya"
"Kenapa anggun yang harus menikah dengan pria kaya itu bu??"
"Lalu siapa lagi?? kirana?? kirana masih kuliah,ibu tidak mau kirana berhenti kuliah karena pernikahan ini!! apa kamu tega lihat kirana yang masih polos menikah dengan pria itu?? "
"Tapi anggun juga harus kerja bu, anggun ingin bahagiakan ibu dan kirana" suaranya sedikit melengking.
"Heeii... turunkan suara mu itu!! berani sekali kamu berteriak seperti itu" suaranya sudah terlihat marah.
Anggun menutup mulutnya itu, tangannya mengepal gemetaran ketakutan saat ibunya itu sudah terlihat marah.
"Jika kamu ingin bahagiakan ibu dan kirana, kamu harus mau menerima pernikahan ini"
Anggun diam terpaku, kepalanya menunduk. Dia tidak tau harus mau menjawab apa.
"kamu satu-satunya orang yang bisa ibu andalkan dalam keluarga ini. Ingatlah, ibu sudah membesarkan mu,ibu memberi sebagian besar waktu ibu untuk kamu.sekarang ibu mau kamu membalas jasa ibu"
__ADS_1
Akhh... balas jasa?? untuk apa aku balas jasa ibu?? selama ini yang membesarkan ku adalah ayah bukan kau bu!!
Dia mengepal-ngepal jarinya itu,hatinya sangat sakit saat mendengar kata-kata ibunya itu, dia ingin sekali mengeluarkan amarahnya itu tapi dia tidak mampu.
"Ibu tidak bisa memberimu waktu yang banyak, jadi pikirlah semua ini dengan baik-baik" dengan tatapan yang menakutkan.
"permisi"
Dia tidak bisa menahan rasa sakit hatinya ini,dia berlari menuju kamarnya nya.
Dia duduk dibawah kursi dalam keadaan menangis.
"kenapa?? kenapa ibu tega melakukan itu kepada ku?? apa salah ku kepada mu bu?? "
"aku benci dia, aku benci dia"
Air matanya terus jatuh membasahi pipinya dan sampai-sampai dia tertidur di bawah kursi itu.
Anggun membuka matanya dan dia terkejut melihat sosok pria di dekatnya.
"Ayah?? Apakah itu ayah??"
"Iya sayang, ini ayah"
"Ayah... "
Anggun langsung memeluk ayahnya itu.
"Kamu kok nangis??"
"Aku rindu ayah"
__ADS_1
"Ayah juga rindu sama kamu sayang"
"Ayah kenapa ibu tidak pernah menyanyangiku?? apa salah ku dengannya ayah"
"eeehh... gak boleh ngomong seperti itu, Ibu sayang sama kamu, tidak ada seorang ibu yang tidak menyanyangi anaknya"
"Lalu kenapa dia tega menjual ku demi perusahaan nya??"
"Siapa yang bilang kamu di jual?? ibu mu tidak menjual mu, percayalah pada ayah mu ini"
"Tapi ayah... "
"sstttsss.... " Menghentikan omongan anaknya itu.
"terima lah pernikahan itu, ini semua demi kebaikan kamu sayang"
"demi kebaikan ku?? maksud ayah apa?? "
"Ayah tidak bisa menjelaskannya sekarang, nanti kamu akan tau sendiri jawabannya. Ayah tidak bisa berlama-lama disini, ayah harus pergi"
"Ayah mau pergi kemana?? anggun mau ikut ayah" , "Ayah.... " berteriak.
Anggun terbangun dari mimpinya itu.
"Syukur lah ini cuma mimpi"
Anggun terkejut saat melihat jam dinding di rumahnya.
"Astaga,ternyata sudah jam 1 pagi dan dari semalam aku tertidur disini"
Tiba-tiba terdengar suara barang yang terjatuh. Anggun langsung mengintipnya dari jendela.
__ADS_1
Ternyata barang yang jatuh itu adalah foto ibunya dengan kirana. Dan anggun melihat wajah ibunya itu sedang mencemaskan sesuatu.