Mr. Arrogant

Mr. Arrogant
39


__ADS_3

"Terima kasih ahjussi, kau bisa memiliki sisanya," kataku pada supir taksi saat aku membayar argo.


Aku turun dari taksi dan tersenyum lebar, mengedarkan pandangan ke sekelilingku dan menghirup udara segar. 'Sudah sangat lama! pikirku sambil berjalan menyusuri jalan. Setelah lima sampai enam bulan. Aku akhirnya kembali ke Seoul.


Aku makan siang di kedai makanan terdekat sebelum memutuskan pergi ke suatu tempat. Aku berjalan beberapa jarak jauhnya dan akhirnya sampai di rumah yang tepat. Aku membunyikan bel dan menunggu pintu terbuka.


Setelah beberapa saat, kenop pintu diputar dan pintu terbuka, dan Mina berdiri di sana. Wajahnya tiba-tiba kosong dan ia berdiam di tempat. menatapku.


"Annyeong?" Aku menyapanya dan berkedip.


"H-Hyej-jin?!" la terbata, dan aku tersenyum. la tiba-tiba memekik dan berlari mendekapku, memelukku sangat erat.


"OMMO OOMO AKU TIDAK BERMIMPI 'KAN?! Kau benar-benar Hyejin 'kan?!" Mina terus memelukku dengan erat dan mengguncangku dengan kasar.


"Hey hey! Kau bisa melepasku sebelum aku mati kehabisan napas," kataku, dan ia akhirnya melepaskanku. Ia tersenyum lebar padaku, menunjukkan giginya. Aku tersenyum juga padanya.


"Kenapa kau tidak menghubungiku dan memberitahu kau datang?!" tanyanya dan mencebik.


"Ah... Aku hanya ingin memberimu kejutan. Kau tidak mau mengajakku masuk?" kataku dan meringis.


la tersenyum dengan malu. "Masuk masuk," katanya. Aku masuk dan duduk di sofa.


Mina duduk di sebelahku, senyumnya masih tercetak di wajahnya saat ia menatapku. Aku menatapnya dan tertawa. "Hey, kenapa kau melihatku seperti itu?" tanyaku.


"Bukan apa-apa, aku hanya senang kau di sini. Omong-omong kau datang ke sekolah malam ini, bukan? Untuk Pesta Tahun Baru?" Mina bertanya padaku.


"lya... Aku ingin bertemu semua orang. Aku tidak bisa menunggu untuk melihat Taehyung juga! Tapi.... Aku tidak yakin bagaimana berdandan jadi..."


"Ah, kau tidak perlu khawatir. Ayo belanja pakaian sekarang, cepat!" tukas Mina dengan semangat. Aku mengangguk dan tersenyum. Kami berdua berdiri dan keluar rumah, menuju ke pusat perbelanjaan.


Ini adalah pesta Tahun Baru namun aku merasa ini seperti prom berhubung dress code untuk perempuan adalah dress dan suit untuk laki-laki. Berhubung aku tidak bagus dalam memilih dress, aku meminta bantuan Mina.


Kami berkeleliling untuk berbelanja sekitar tiga jam lebih, sebelum kami pergi ke cafe untuk sesi coffee break.


"Hey, ada sesuatu yang aku khawatirkan," kataku pada Mina.


"Apa itu?"


"Bagaimana jika. Taehyung tidak datang ke pesta nanti?" tanyaku padanya.


la berpikir sebentar. "Eish, aku yakin dia akan datang. Jangan berpikir negatif."


Aku mengerutkan bibirku. "Tidak.... Aku hanya khawatir. Aku membeli semua perlengkapan bagus ini untuk dipakai, tapi jika dia tidak datang, jadi apa gunanya datang ke pesta."


Mina bersedekap. "Hey, kau benar-benar cuma ingin berdandan untuk Taehyung, bukan huh." la menggodaku, dan aku tersenyum malu. "Araseo, ayo pulang sebelum kita terlambat ke pesta."


Aku mengangguk dan kami berdua pulang, dengan tangan yang penuh membawa tas belanjaan.


...***...


"Bantu aku merisleting," kataku pada Mina dan ia menolongku dengan dressku. Aku berbalik ke cermin dan meneliti diriku atas ke bawah. Aku tidak terlihat seburuk itu. Aku menggunakan dress berwarna pink pastel sampai di atas lututku dan menghias diriku dengan gelang dan kalung berwarna silver serta anting-anting berbentuk hati.


Mina mengurus riasanku dan mengeriting rambutku dan mengaturnya di bahu kananku.


Mina memakai dress hot pink dan mengeriting rambutnya juga. la selesai dalam satu jam, kami sudah selesai.


"Hei, kita sangat cantik bukan," kata Mina tepat saat melihat seberapa jauh kami di cermin.


Aku tertawa. "Baiklah, ayo pergi sekarang, sebelum kita terlambat."


"Oke tunggu, ayo mengambil selca dulu." katanya tepat saat ia mengambil ponselnya dan mengaturnya pada mode selfie.


Aku memutar bola mataku namun tetap mengambil gambar dengannya. "Baiklah cukup, ayo pergi," kataku dan menariknya keluar rumah.


Pukul delapan malam saat kami sampai di sekolah. Tanganku menjadi dingin karena aku sangat gugup. Kami sedang berjalan ke gedung sekolah di mana pesta diselenggarakan, ketika tiba-tiba, aku menghentikan Mina dan mengambil langkah mundur.


"Aku tidak siap," kataku, menjadi sangat gugup.


Mina memegang tanganku dan meremasnya. "Kau akan baik-baik saja. Bukannya kau ingin melihat Taehyung?"


"Bagaimana jika dia tidak mau melihatku?"


"Oh diamlah, sini kau," kata Mina dan menarikku ke dalam gedung.

__ADS_1


Musik keras diputar dan semua orang bersenang-senang. Aku melihat beberapa wajah yang familiar, namun aku memutuskan untuk tidak menghampiri siapapun dan berada di sudut dengan Mina.


Mataku menyusuri kerumunan ketika tiba-tiba aku melihat wajah yang familiar. Ia duduk di kursi sendiri.


Itu adalah Taehyung.


Jantungku berdetak cepat hanya dengan melihatnya dari jauh. Namun ia tidak terlihat senang dan hanya duduk sendiri menyantap makanan dari bufet.


Aku sangat merindukannya, dan sekarang ia ada di sana. Aku sangat ingin menghampirinya, tapi aku tidak tahu kenapa aku tidak bisa.


"Hey, bukankah itu Taehyung?" kata Mina dan menunjuk laki-laki yang sama yang sedang aku tatap.


"l-iya," balasku, masih memandangnya, mataku jadi sedikit berair.


"Apa yang kau tunggu? Pergilah bicara dengannya," kata Mina dan mendorongku punggungku.


Aku menarik napas dalam-dalam. "Aku tidak bisa "


"Kenapa? la ada di sana," kata Mina padaku dan menaikkan alisnya.


"Aku hanya tidak bisa, terlalu gugup," kataku padanya dan menghela napas. Aku meliriknya lagi, ketika tiba-tiba, mata kami bertemu. Aku menahan nalas dan melihat ke arah lain.


"Um, Mina, aku harus pergi ke toilet dengan cepat," kataku dan berlari cepat.


Aku sampai di toilet di mana gadis-gadis memerbaiki riasan mereka. Aku mencoba mengatur napasku dan mencuci tanganku. Aku bergetar, aku tidak tahu kenapa aku menjadi sangat gugup hanya karena Taehyung.


Setelah aku sedikit tenang, aku perlahan kembali ke gedung dan duduk di sebelah Mina.


"Di mana Taehyung?" Aku bertanya.


"Aku melihatnya pergi, aku pikir dia pulang," katanya padaku, dan mataku membelak.


"Apa Aish." Aku menghela napas dan menggigit bibirku, berpikir apa yang harus aku lakukan selanjutnya. "Aku pikir aku harus pergi sekarang, nikmati pestanya oke."


"Apa? Kau tidak akan tinggal untuk detik-detik terakhir Tahun Baru?" Mina bertanya padaku, dan aku menggelengkan kepalaku. "Ah, araseo, take care, annyeong"


Dengan itu, aku berlari dengan cepat ke luar sekolah, dengan heelsku, mencari Taehyung namun ia tidak terlihat di mana pun. Segera, aku frustasi dengan heelsku dan melepasnya, membuangnya.


Mataku berair di saat aku berlari dengan kaki telanjang, menuju rumah Taehyung. Apa aku bisa melihatnya?


Aku terengah-engah, dan memerlambat langkahku, mengikutinya dari belakang. Jantungku berdetak cepat, melihatnya hanya beberapa langkah jauhnya dariku. Namun masih, nampaknya aku tidak bisa lebih dekat lagi padanya.


Kami sampai di rumahnya. Taehyung membuka gerbangnya dan masuk. Diam-diam aku mengikutinya dari belakang dan menyelinap masuk sebelum gerbang ditutup.


Aku bersembunyi di belakang mobil yang terparkir di depan rumahnya, sementara Taehyung masih tidak menyadariku dan ia masuk ke dalam rumah, menutup pintu.


Aku belum siap dan masih bersembunyi di belakang mobil. Haruskah aku pergi dan mengetuk pintunya? Atau tidak?


Aku mengambil napas dalam dan akhirnya berdiri. berjalan ke arah pintu. Aku membawa tanganku dan ingin mengetuk pintu, ketika mendadak. aku membeku. Aku menggigit bibirku gugup dan mengepalkan jemariku keras. Aku bisa, aku bisa.


Tanpa ragu-ragu lebih lama lagi, aku mengetuk pintu dan mengambil langkah mundur, dengan gugup menatap pintu. Jantungku berdetak cepat, menunggu respon.


Beberapa saat kemudian, pintu terbuka, dan di sana Taehyung berdiri.


Ketika ia melihatku, ia menjadi blank dan menatapku, bahkan tidak berkedip. Aku menatapnya balik, air mata merembes turun dari wajahku. "A-annyeong Kim Tae-"


Sebelum aku selesai menyapanya, Taehyung dengan kasar menarikku masuk ke dalam dan menutup pintu.


Mataku membelak kaget sementara tubuhku menegang. Aku berdiri mematung dan ia menyelimuti bibirku dengan ciuman rakus. Bibirnya bergerak kasar di bibirku, namun perlahan menjadi lembut. Mengikutinya, aku menutup mataku menempatkan lenganku di lehernya, balas menciumnya. Aku bisa merasakan katak melompat di perutku, membuatku merasa geli. Ini adalah bibirnya yang aku rindukan.


Bibirnya meninggalkan bibirku sejenak, saat ia melihat ke dalam mataku intens. la nampaknya bingung, terkejut, ragu-ragu, semuanya dalam waktu bersamaan. Aku bisa merasakan napasnya karena wajah kami sangat dekat. Aku menatap bibirnya, menginginkan lebih.


la bersandar dan menciumku sekali lagi, dan aku meresponnya dengan cepat, melakukan hal yang sama sebelum ia menarik diri dan melepaskan ciuman, bernapas berat sementara ia menatapku.


"Apa yang kau lakukan di sini, sialan." Taehyung berkata kasar padaku.


Aku perlahan tersenyum padanya dan menunduk gugup. "Aku pikir kau akan senang melihatku tapi aku rasa, aku sebaiknya pergi sekarang," kataku dan berbalik ke pintu.


Taehyung menggenggam pergelangan tanganku dan memutarku untuk menghadapnya. "Hey! Anak ini.... la berbisik di balik napasnya saat ia menatapku. "Ada banyak yang harus kau katakan padaku bukan?!"


Aku mengangguk dan memandangnya.


la membawaku ke ruang tamu dan mendorongku kasar duduk di sofa. la duduk di depanku dan melipat lengannya, menyilangkan kakinya, menatapku dan menungguku bicara.

__ADS_1


"Yah... Aku hanya sibuk. Tapi kau terus menuduhku dengan hal-hal seperti melupakanmu dan lainnya, aku frustasi tapi aku tidak mau berdebat, jadi aku hanya mengabaikanmu," jelasku padanya.


la memutar bola matanya, "Lalu?"


"Jadi aku kembali untuk melihatmu karena aku merindukanmu, sangat. Aku sudah berjanji untuk kembali 'kan?"


Ekspresi Taehyung melembut saat ia memandangku, alisnya tidak berkerut lagi, dan ia menghela napas, menunduk.


Aku berjalan ke arahnya dan duduk di sebelahnya. "Maafkan aku oke." kataku dan memeluk lengannya.


"Ini tidak lucu menunggumu beberapa bulan," katanya.


"Aku bilang aku minta maaf," sku meminta maaf lagi.


Taehyung menghadapku, dengan ekspresi cemberut di wajahnya, jelas masih kesal terhadap segalanya. "Kau mengabaikan pesanku, kau tidak mengangkat panggilanku, kau bahkan tidak memberitahu apa yang kau lakukan dan-"


Aku menginterupsinya dengan menjatuhkan bibirku di bibirnya, untuk kecupan singkat, dan aku mengunci mataku dengannya, "Maaf?"


Bibirnya perlahan tersenyum saat ia melihat ke arah lain, "Terserah."


"Omong-omong aku datang untuk memberitahumu berita bagus," kataku.


"Apa?" tanyanya, berpura-pura tidak peduli.


"Aku di Seoul 'kan? Jadi kau pikir aku akan kembali ke sini atau pulang?" tanyaku pada Taehyung dan menyeringai.


la memandangku. "Kau... kau bisa tetap di Seoul?"


"Kau ingin aku untuk tinggal?" tanyaku. la meneguk.


Aku tertawa, "Yah suka atau tidak, aku akan tinggal di Seoul."


Matanya membelak dan ia memegang bahuku. "JINJA?! KAU AKAN TINGGAL?! KAU TIDAK AKAN KEMBALI KE AMERIKA? KENAPA? BAGAIMANA?"


Aku tertawa, "Bibiku bersedia merawatku, jadi aku akan tinggal di Seoul namun jauh dari orangtuaku. Tapi aku baik-baik saja dengan itu."


Taehyung tersenyum dengan lebar dan dengan cepat menarikku untuk sebuah pelukan dan mengguncangku erat. la menarik diri dan menatapku. "Kau tidak bercanda, bukan?"


"Tentu saja tidak! Aku benar-benar akan tinggal di Seoul" kataku dan tersenyum padanya. la tersenyum balik dan memberi ciuman singkat di bibirku.


Aku menyandarkan kepalaku di bahunya, "Apa kau merindukanku?"


la menyandarkan kepalanya juga di atasku dan menghela naoas, "Aku sangat merindukanmu sampai di titik aku merasa seperti mati."


Aku meletakkan lenganku di bahunya dan membawanya lebih dekat. "Boleh aku tidur di sini malam ini? Aku tidak ingin pergi ke tempat bibi ku terlalu cepat."


"Yeah tentu saja kenapa tidak," balas Taehyung.


"Jadi, mau punya sesuatu yang nyaman untuk dipakai? Aku tidak bisa menggunakan dress ini sepanjang malam," kataku dan menatap dress ku.


"Wah kau berpakaian sangat baik huh?" kata Taehyung.


"Tsk. Kau baru menyadarinya sekarang," kataku dan memutar bola mataku. la tertawa dan mencubit hidungku. "Baiklah, ayo membersihkan diri lalu kita akan


menonton drama atau yang lainnya," kata Taehyung dan memegang tanganku.


Beberapa menit kemudian, kami selesai membersihkan diri dan aku menggunakan salah satu kemeja putih polo nya dan celana piyama. Kami duduk di ruang tamu menonton drama saat aku tiba-tiba menyadari waktu.


"Satu menit sebelum Tahun Baru," kataku dan memandang Taehyung. Aku menutup mataku dan membuat harapan.


"Apa harapanmu?" la bertanya padaku.


"Aku berharap kita akan selalu ada di sisi satu sama lain dan bahagia bersama, kau?" tanyaku.


"Sehat dan bahagia bersama," kata Taehyung dan tersenyum padaku.


Tiga... dua... satu......


"Happy new year!" Taehyung dan aku berkata pada waktu yang sama dan tertawa.


la menjadi lebih dekat dan menciumku di bibir dan aku balas menciumnya. Aku sangat bersyukur bisa kembali dengannya.


...***...

__ADS_1


hanya sekedar pemberitahuan, kalau besok episode terakhir.


__ADS_2