
Pagi hari di hari Senin. Aku melangkah ke sekolah dan di sana ada poster tentang penjualan barang-barang untuk berkemah besok. Sangat menyenangkan.
Aku membuka lokerku dan mengambil beberapa barang.
"Hyejin ah!" Mina menepuk pundakku.
"Apa..."
"Apa kau sudah berkemas untuk camp besok? Aku sangat antusias! Aku akan membawa onesies dan sleeping bag pink milikku. Apa aku harus membawa BB krim? Oh! Pengusir serangga juga harus! Sunblock? Haruskah ak-"
"Oh diamlah," kataku dan menutup lokerku.
la mengerucutkan bibirnya. "Omong-omong, apa kau sudah bicara dengan Taehyung?" tanyanya.
Aku menatapnya dan bersandar di lokerku. "Tidak, kenapa ?"
"Entahlah, aku khawatir. Taehyung juga tidak dalam mood yang baik," katanya dengan ekspresi khawatir.
Aku terkikik, "Kenapa kau harus khawatir?"
la berdehem, "Yah sebenarnya.." la melihat kanan dan kiri lalu kembali padaku," Aku sedikit menyukai Taehyung."
Aku memberinya muka datar.
Tidak mengejutkan, aku tidak tahu harus merasa seperti apa tentang ini. "Kau pasti gila 'kan, Mina?"
"Tidak! la sangat seksi saat ia marah. Kau tidak lihat kalau dia menarik?" la membicarakan Taehyung, tidak ngeri sama sekali.
"Jadi kau suka saat dia berteriak padaku di kantin? Kau suka saat ia mempermalukanku di depan semua orang jadi dia bisa terlihat menarik bagimu?"
"Ti-tidak.." Mina diam. Aku menghela napas dan berjalan menjauh darinya, pergi ke kelas untuk pelajaran pertama.
...***...
__ADS_1
Pelajaran berhenti dan itu hanya sampai istirahat berakhir. Aku menuju ke hallway dan ke lokerku untuk mengambil beberapa barang untuk pelajaran Pkn.
"Bajingan sialan!" Aku mendengar seseorang berteriak. Ada kerumunan di tengah hallway. Aku jadi peasaran dan mendekat untuk melihat.
Dengan lincah aku melewati kerumunan dan melihat dua orang laki-laki saling memegang kerah yang lainnya dan memukul satu sama lain.
"HENTIKAN!" Aku berlari ke arah mereka dan memisahkan mereka.
Taehyung menggunakan ibu jarinya menyeka sudut bibirnya yang berdarah, Seojun memberinya tatapan mematikan.
"Apa yang kalian lakukan?!" Aku berteriak pada mereka.
"Hyejin," Seojun memanggilku dan menggenggam tanganku, "Tinggalkan saja bajingan ini, dia tidak akan mnyakitimu lagi."
Aku ditarik pergi namun aku menangkap Taehyung tengah menatapku.
...***...
Seusai sekolah, aku berbicara dengan Seojun saat kami keluar dari kelas.
"Hanya menjelaskan jika kau tidak tahu, Taehyung adalah tukang bully paling parah di sekolah jika kau tetap berkelahi dengannya, dia tidak akan mau kalah." Aku memeringatkan Seojun.
"Aku mengerti, aku tidak akan berkelahi lagi oke. Tapi jika ia menyakitimu lagi, aku akan melindungimu ingat?" katanya.
Aku mengangguk, "Oke, selain itu kau harus janji tidak akan berkelahi lagi."
la tersenyum dan mencubit hidungku. "lya manis."
Saat kami berjalan bersama ke hallway, tiba-tiba tida gadis mendatangi kami, atau harus kukatakan hanya Seojun.
"Seojun bisa aku berfoto denganmu?" Salah satu dari mereka berbicara tersenyum lebar pada Seojun. "Aku juga, aku juga!" Yang lainnya bilang.
Seojun memandangku meminta persetujuan, dan aku mengangguk.
__ADS_1
"Baiklah," katanya dan mereka memekik. Mereka bergantian mengambil gambar dengan Seojun menggunakan ponsel lipat murahan mereka.
Saat mereka sudah terlalu lama, aku berdehem, "Ayo pergi sekarang, Seojun."
Gadis-gadis itu menatapku.
"Kami harus pergi girls, bye," katanya dan mengedipkan mata pada mereka. Aku memutar bola mataku padanya yang begitu gombal dengan gadis lain, saat aku sudah jelas-jelas berdiri menyaksikannya.
"Halo," ucap Seojun dan melingkarkan tangannya di bahuku kemudian aku menepisnya.
"Tidak ada skinship di sekolah," kataku dan menatapnya, "Kenapa mereka berfoto denganmu?"
"Entahlah, mungkin aku memesona. Kau beruntung memilikiku," katanya dan menyenggolku.
Aku menyikutnya dan berlalu.
...***...
"Ugh apa yang harus aku siapkan," kataku dan menggeledah lemariku. Aku benar-benar tidak mengharapkan camp besok pagi, tapi karena ini wajib aku harus memaksa diriku untuk mau. Omong-omong ini hanya tiga hari dua malam.
Sejam kemudian, aku selesai. Aku meletakkan bag packku di sudut dan melempar tubuhku ke tempat tidur. Membuka ponselku dan membuka Kakaotalk milikku.
"Beritahu pacarmu untuk mengurus urusannya sendiri" -Taehyung.
Aku kebingungan dengan pesannya.
"Apa yang kau bicarakan? Omong-omong kau sebaiknya tidak melukai dirimu lagi. Kau yang memulainya, jangan menyalahkannya." -Hyejin.
Aku menjawab pesannya, namun ia tidak meresponnya.
Apa kami akan perang dingin lagi?
Aku menghela napas. Aku mematikan lampu dan menutup mataku, tertidur.
__ADS_1
...***...