
Jalan perkotaan yang macet membuat mood angga tidak senang.
"Kota macam apa ini?? jalan kayak gini harus macet"
Angga yang sudah berjam-jam terkepung macet membuat moodnya semakin tidak senang. Ia memputar balikkan mobilnya menuju jalan motong. Saat ia memputar balik mobilnya,mobilnya itu menabrak mobil yang ada di belakang.
"Heeii... apa kau tidak melihat mobil ini di belakang mobil mu??"
Dengan gaya sombong, angga memberi uang kepada pria yang sedang memarahinya itu.
"Apa maksudnya ini??"
"Ini uang untuk mengganti rugi mobilmu yang lecet"
"Apakah masalah akan bisa di bereskan dengan memberikan uang??"
"Apa uang ini kurang??kau mau berapa??"
"Heeii... aku tak butuh uang mu" suaranya agak meninggi.
"Heeii... turun kan suara mu itu,apa kau tidak tau bahwa aku angga wijaya yang memiliki perusahaan terbesar di negri ini??"
"Lalu kenapa kalau kau angga wijaya yang memiliki perusahaan terbesar di negri ini"
"Aku bisa membuat pekerjaan mu hilang"
"Apakah kau yang selama ini menggaji aku??"
"Akh... sudah lah, aku malas berdebat dengan kau, buang-buang waktu ku"
"Waktu ku juga terbuang sia-sia karena kau"
"Lalu kau mau apa??"
"Aku mau kau minta maaf dengan ku yang
tulus"
"Heeii... dengar baik-baik ya, tuan angga wijaya tidak pernah mengeluarkan kata maaf kepada orang lain apalagi seperti kau"
Semua orang yang terkena macet datang dan melihat perkelahian mereka berdua.
"Sombong sekali anda,kau tuan angga wijaya bukan presiden yang bisa menguasai jalan ini"
"Aahh... sudah lah, malas berdebat sama orang seperti ini dan kalian semua apakah tidak punya pekerjaan??ini bukan sinetron yang perlu kalian tonton"
Dengan gaya yang sombong, angga masuk kedalam mobilnya dengan keadaan yang tidak merasa bersalah.
Tiiinnn.. tiiinn...
"Apakah mobil kalian mau aku tabrak juga??minggirkan mobil kalian!!"
Semua para pengemudi itu langsung meminggirkan mobil mereka dan memberi jalan untuk tuan sombong itu.
__ADS_1
Angga langsung pergi melajukan mobilnya dengan kencang.
"Dasar lebay,baru sedikit aja lecet udah marahnya luar biasa,di kasih uang malah maunya minta maaf yang tulus!!permintaan macam apa itu??"
Di sepanjang jalan, angga tidak henti-henti mongoceh tentang kejadian tadi.
"Jalan macam apa ini?? becek, berlobang-lobang lagi!! lama-lama bisa rusak mobilku karena jalan ini!!"
Angga yang sedang kesal sambil mengoceh-ngoceh melihat seorang wanita yang sedang melambaikan tangannya. Awalnya dia tidak peduli dengan lambaian wanita itu tapi karena penasaran di memutar mobilnya kearah wanita itu.
Dari dalam mobil, angga melihat wanita itu sedang di tarik paksa oleh dua preman.
"Sedang apa dia?? kenapa dia di paksa begitu??"
Dengan perasaan penasaran angga turun dari mobilnya dan mendekatkan dirinya dengan diam-diam.
"Tolong jangan lakukan ini"
"Tolong.. tolong... " berteriak
Buuaamm...
Angga datang menolong wanita itu dan langsung memukul para preman-preman itu.
Wanita itu kaget bahwa pria yang menolongnya adalah angga.
"Berani sekali kalian melakukan hal ini pada wanita itu"
"Kau yang berani ikut campur urusan kami"
"Aahh... banyak ngomong kau"
Saat tangan preman itu ingin memukul wajah angga tapi tangannya sudah diterkam oleh tangan angga.
"Jangan pernah tangan ini menyentuh wajah ku"
Tiba-tiba teman preman itu memukul wajah angga.
"Berani sekali kau memukul wajah ku"
Angga yang tidak bisa menahan amarahnya itu langsung membalas pukulan para preman-preman itu.
Gadis itu sangat takut melihat perkelahian diantara mereka. Dia tidak tau harus melakukan apa.
"Ampun tuan.. maafkan kami tuan"
"Sudah ku bilang jangan pernah menyentuh wajah ku"
"Maaf tuan.. kami berjanji tidak akan seperti itu lagi tuan" bersipu di bawah kaki angga.
"Pergilah kali ini aku maafkan kalian"
Preman-preman itu masih bersipu di bawah kaki angga.
__ADS_1
"Apa kalian tidak mendengar apa yang aku bilang??pergi lah dari hadapan ku sekarang sebelum aku berubah pikiran"
"Ba.. bai.. baik tuan"
Preman-preman itu lari dengan penuh ketakutan.
"Tuan.. tuan tida apa-apa??bibir tuan terluka, apakah perlu saya obati??" menyentuh luka yang ada di bibir pria itu.
"Tidak perlu" menepiskan tangan wanita itu dari bibirnya.
"Lain kali kalau kau tidak mau di ganggu preman itu jangan berpakaian seperti itu"
Angga pergi meninggalkan wanita itu tapi wanita itu terbengong sambil tersenyum-senyum.
APAKAH TUAN ANGGA SEDANG MENGKHAWATIRKAN KU?? APA AKU SEDANG BERMIMPI??
Wanita itu mencubit dirinya itu untuk membuktikan apakah ini mimpi.
AAWW.. INI TERASA SANGAT SAKIT, BERARTI INI BUKAN MIMPI!!
Wanita itu loncat kegirangan kalau ini bukan mimpi.
"Kirana"
Loncatan kegirangan itu terhenti saat dia mendengar ada yang menyebutkan namanya itu.
"Kirana kamu gak apa-apakan??kenapa kamu tidak pulang??"
"Apaan sih lebay banget"
"Ibu di rumah khawatir sama kamu"
"Ini kan mau pulang sih"
NGAPAIN SIH DIA DATANG?? BUAT MOOD KU JELEK AJA.
"Bawak sini payungnya" menarik payung itu dari tangan kakaknya.
"Payung ini gak cukup untuk dua orang jadi kau gak usah pakai payung"
Anggun diam dan menuruti kata adiknya itu. Sepertinya kirana sengaja membuat kakaknya basah kuyup.
Sesampai dirumah, kirana disambut ibunya itu.
"Kirana" memeluk anak kesayangannya itu , "Kamu dari mana aja?? kamu buat ibu khawatir"
"Maaf ya bu sudah membuat ibu khawatir"
"Iya gak apa-apa, sekarang ganti baju kamu lalu makan, ibu sudah siapin makanan untuk kamu"
"Oke bu" mencium pipi ibunya itu.
Anggun yang basah kuyup tidak di perhatikan oleh ibunya itu,hatinya cemburu saat ibunya itu lebih menyayangi adiknya itu.
__ADS_1
"Kamu ngapain berdiri situ??jangan pernah berharap ibu mau memperlakukan kamu sama dengan Kirana"
Hatinya itu sakit saat ibunya mengatakan itu. dia ingin sekali merobek hatinya itu agar tidak pernah merasa sakit hati seperti ini.