
Di sebuah bandara, berdiri seorang lelaki tampan, baju yang keren dan berkacamata hitam. Semua para wanita di bandara itu terpesona melihat lelaki tampan itu.
"Tuan...tuan ini tuan angga kan?? "
"Tuan boleh gak minta foto?? "
"Tuan lagi nunggu siapa?? Tuan lagi nungguin saya ya??
"Iiihh... geer banget sih loh"
"Apaan sih"
Tiba-tiba terdengar seseorang yang memanggil namanya itu.
"Tuan angga"
Ternyata yang memanggilnya itu adalah lee. Lee adalah sekretaris angga ya bisa juga dibilang pengawalnya karena kemana pun angga pergi selalu ditemani lee.
Lee tidak kalah ganteng dengan tuannya itu. Wajahnya yang manis, pakainnya yang selalu rapi, dan sikap yang santai.
"Bukan kah dia itu sekretaris tuan angga??"
"Iya, benar dia itu sekretaris tuan angga"
"Wahh... ternyata dia tidak kalah ganteng dengan tuan angga"
"Iya, dia sangat manis di pandang"
Tidak hanya tuannya yang mempunyai banyak fans, lee ternyata juga mempunyai fans yang terpesona dengannya.
"Tuan, apakah tuan sudah lama menunggu saya??"
"Menurut mu??" muka angga sepertinya sudah kesal.
__ADS_1
"cepat bawak koper ku " melemparkan kopernya ke hadapan lee.
Semua orang yang berada di bandara itu merasa kesal melihat sikap angga terhadap lee.
"Wah... wah... sombong sekali dia"
"Sementang dia orang kaya, seenaknya saja dia berperilaku seperti itu"
"Tapi dia sangat ganteng kalau sedang sombong"
"Eeehh... orang lagi menghujat, dia malah memuji"
"Terserah ku lah, kok kau yang sibuk?? "
"Iihh... kok jadi kalian yang malah berantem??"
"Ntah ini"
Tapi perilaku angga terhadap lee tidak membuatnya marah atau kesal. Malah dia menyikapi orang-orang yang berada di bandara itu dengan santai.
"kenapa kalian semua melihat saya seperti itu?? apakah kalian tidak punya pekerjaan lain?? kembali lah kalian dengan urusan kalian masing-masing" memberikan senyuman.
"Wah.. wah.. wah... bisa-bisanya dia sesantai ini"
"Padahal dia sudah tidak di perlakukan dengan baik oleh tuannya, tapi dia tetap membela tuannya itu"
"Kalau aku jadi dia, udah ku bunuh tuannya itu"
Di luar bandara...
"Mana kunci mobilnya??"
"Tuan angga mau kemana?? biar saya saja yang mengemudi "
__ADS_1
"Kau pergi aja naik bus kek atau naik taksi kek, aku mau jalan-jalan tanpa didampingi kau"
"Tapi tuan, tuan wijaya ingin tuan angga cepat pulang kerumah karena ada yang ingin dibicarakan"
"Bilang sama papa, kalau aku tidak mau pulang "
"Tapi tuan, ini perintah"
"Eehh... yang gaji kau siapa?? sekarang yang jadi bossnya kau siapa??" berteriak
"Iya, memang tuan angga yang menggaji saya, tapi tuan wijaya itu papanya tuan angga,jadi itu sama saja kalau tuan wijaya itu boss saya" Dengan santai dia menjawab pertanyaan dari tuannya itu.
"Udah lah, aku udah muak dengar kata-kata kau. sekarang cepat mana kuncinya itu?? "
"Tapi tuan... "
"Tapi-tapi,tapi apa lagi?? Aku tidak mau bertele-tele dalam masalah ini ya, cepat kemarikan kuncinya sebelum aku akan pecat kau" Amarahnya sudah mau meledak.
"Baik lah tuan, ini kuncinya" Memberikan kunci mobil.
"Tuan hati-hati dijalan. Jika terjadi apa-apa langsung telpon saya"
"Eeehh.... kau kira aku anak kecil, bila ada bahaya selalu nelpon kau"
"Bukan begitu maksud saya tuan "
"Aakkhh... sudah lah, aku udah muak dengan semua ini."
"Tuan, tuan jangan lupa pulang kerumah, Tuan wijaya sudah menunggu tuan di rumah "
Angga tidak menghiraukan perkataan lee, angga melajukan mobilnya dengan kencang.
"Tuan... tuan, anda sangat sombong sekali. siapakah yang akan meluluhkan hati anda yang sombong itu"
__ADS_1