
Di jalan yang sepi,seorang gadis dengan santai berjalan berlenggak-lenggok.Pakaiannya yang seksi, dandanannya yang menonjol membuat para preman di jalan itu tergoda dengannya.
"Hai neng, mau kemana??kok jalan sendirian?? pacarnya mana??"
"Mungkin dia jomblo boss"
"Kalau neng jomblo, abang mau jadi pacar neng" menyentuh dagu gadis itu.
"Iihhh... jangan sentuh-sentuh gue" menepiskan tangan preman-preman itu.
"Aduuhh... neng ini ternyata galak ya"
"Tambah galak, tambah suka abang"
"Mau gak kita temanin neng??"
"Gak perlu, gue bisa pulang sendiri"
"Kalau gak, temanin abang main yuk" mencengkeram tangan gadis itu.
"Lepasin.. lepasin gue, kalau kalian gak lepasin gue, gue akan teriak"
"Silahkan teriak aja, tidak ada yang akan mendengarnya"
"Udah lah neng, daripada suara cantik neng itu hilang lebih baik disimpan dan neng ikut kita main"
"Gue bilang gak mau ya gak mau"
Gadis itu menggigit tangan preman-preman itu dan berusaha kabur. Ia berlari tak tentu arah dan saat dia melihat mobil melintas di jalan setapak itu, gadis itu langsung melambaikan tangannya agar mobil itu mau berhenti dan menolongnya. Tapi mobil itu tidak merespon lambaian gadis.
Tiba-tiba para preman-preman itu datang dan menangkap gadis itu.
"Aahh.. ayo... mau lari kemana kamu sekarang" mencengkeram tangan gadis itu.
__ADS_1
"Sekarang kamu gak bisa lari lagi dari kami"
"Sekarang kamu menyerah aja dan kamu harus ikut kita" menarik paksa tangan gadis itu.
"Lepasin gue...gue gak mau ikut kalian"
Para preman-preman itu menjatuhkan badan gadis itu ke tanah dan melakukan yang tidak senonoh dengan gadis itu.
"Kalian mau ngapain?? tolong jangan lakukan itu"
"Tolong... tolong... " berteriak.
buuuaammm...
Tiba-tiba seorang pria datang dan langsung memukul para preman-preman itu.
***
Di rumah...
"Mana anak itu??udah jam 1 pagi tapi pulang juga"
Ia berjalan mondar-mandir dengan muka yang khawatir. Tanpa sengaja bingkai foto dia dengan anaknya jatuh.
Angin bertiup kencang, petir bergemuruh dengan kuat membuat rasa khawatir Dian semakin bertambah.
"Kenapa perasaan ku makin tidak tenang?? di mana kamu nak, kamu kenapa gak pulang-pulang kasih kabar gitu sama ibu"
Melihat ibunya sedang cemas, anggun langsung mencari adiknya itu. Hujan yang bertambah lebat dan petir yang tidak kunjung hilang tapi anggun tetap mencari adiknya itu.
"Kirana.. "
"Kirana... "
__ADS_1
Ia berteriak kesana kemari memanggil nama adiknya itu tapi tak ada kunjung jawaban.
"Kirana kamu dimana?? Ibu khawatir sama kamu"
Duuaaarr...
"Aahhh... "
Suara petir itu membuat anggun takut dan tidak sadar bahwa dia sedang memeluk seorang pria.
"Kamu gak apa-apa?? "
"Kak ardan"
Anggun langsung melepaskan pelukannya itu.
"Maaf kak, saya tidak sengaja tadi"
"Gak apa-apa, lagian kamu ngapain hujan-hujan begini di sini?? "
"Saya sedang mencari kirana kak"
"Emangnya kirana belum pulang?? "
Anggun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Emang ya, adik mu itu dari dulu bikin orang susah aja, kalau gak aku bantui kamu cari Kirana"
"Aahh.. gak.. gak usah kak"
"Loh kenapa??"
"Maaf kak saya tidak bisa berlama-lama disini, saya permisi!!"
__ADS_1
"Anggun tapi aku belum... " Belum siap menyelesaikan kata-katanya itu, dia langsung menutup mulutnya.
Dia heran melihat anggun yang berlari terburu-buru.