Mr. Arrogant

Mr. Arrogant
40


__ADS_3

Aku terbangun di hari pertama tahun baru, masih di pelukan Taehyung. la masih terlelap, aku perlahan menarik diri dari lengannya dan segera bangun dari sofa dan menuju dapur.


Ini masih pukul delapan pagi dan aku lapar. Jadi aku memutuskan untuk membuat sarapan untuk diriku sendiri. Aku membuka lemari es dan menemukan beberapa telur. Baiklah, omelet lagi.


Aku mengambil beberapa telur dan meletakannya di samping. Aku mencuci tanganku terlebih dahulu. ketika tiba-tiba ada sepasang tangan yang memeluk pinggangku dari belakang.


"Taehyung?" Tidak ada jawaban, namun pelukannya semakin erat. Aku tersenyum, "Selamat pagi".


"Selamat malam." la berbisik di telingaku dan menenggelamkan kepalanya di leherku, pura-pura tidur.


Aku terkikik dan mencipratkan sedikit air ke arah wajahnya, "Ya, menyingkirlah, aku tidak bisa bernapas."


la membalikanku ke arahnya, kemudian tiba-tiba ia melihat telur di meja dapur. "Omelet lagi?" Aku tersenyum simpul "Ya?".


la berdecak dan menaikan kedua alisnya, "Bisa kita sarapan yang lain?"


"Oke-oke, baiklah. Ayo kita mandi dan makan di luar." Lalu dia tersenyum.


Setelah selesai mandi, aku mengenakan hoodie big size berwarna abu-abu milik Taehyung dan celana jeans Taehyung yang pas denganku. Kami berdua keluar rumah dan menuju tempat makan terdekat untuk sarapan.


"Aku akan pergi ke rumah bibiku setelah ini. " jataku sambil memasukan sesendok penuh nasi ke mulutku.


"Sekarang?" la bertanya, dan aku mengangguk.


"Aku harus bersiap untuk sekolah dan memindahkan barang-barangku ke rumah bibi." Aku menjelaskan.


"Baiklah." Kemudian kami melanjutkan makan.


Setelah selesai makan. Taehyung mengantarkanku ke rumah bibi. Saat kita sampai di depan gerbang, aku berbalik ke arahnya.


"Bye pabo," kata Taehyung. Aku tersenyum dan melambaikan tanganku sebelum masuk ke dalam rumah.


...***...


Aku melangkah memasuki sekolah diikuti tatapan dari murid lain.


"Hyejin???" Panggil seseorang, aku berbalik dan melihat Mina yang berlari ke arahku. "YAAA" iaa menabrakan diri ke arahku dan memelukku, aku juga balas memeluknya dengan erat.


Perlahan dia melepasku dan tersenyum cerah, "Kau kan melanjutkan sekolahmu disini? Benarkan?"


Aku terkikik dan mengangguk, "Yup, aku akan tinggal di Korea sekali lagi." "DAEBAK!" la memelukku dan membawaku. "AYO KE KELAS!!"


Aku ditarik ke kelas dan menyadari bahwa sekali lagi aku sekelas dengannya. Aku menemukan tempat yang nyaman dan duduk. Aku mengedarkan pandanganku untuk melihat siapa saja yang menjadi teman sekelasku.


"Apakah kau tahu Seojun di kelas mana?" tanyaku pada mina.


"Ah kau belum tahu? Dia dikeluarkan dari sekolah karena tertangkap telah menghamili seorang gadis," jawab Mina.


Mataku membelalak, "Hey, benarkah?" tanyaku tidak percaya. Mina mengangguk. Aku bersyukur Taehyung membantuku mengetahui seperti apa sebenarnya Seojun itu. Aku bersyukur aku sudah melepasnya waktu itu.


Tiba-tiba guru kelasku masuk dan kami berdiri untuk memberikan salam.


"Halo semua, saya adalah wali kelas kalian, nama saya Mrs. Lee."

__ADS_1


la menyampaikan beberapa hal dan mengatur sedikit tempat duduk kami, ia kelihatan baik. Mrs. Lee tetap berbicara sampai tiba-tiba seseorang masuk ke dalam kelas.


"Terlambat di hari pertama sekolah, tuan Taehyung?" Mrs. Lee berkata dan semua mata tertuju pada anak itu.


Aku akan berada di kelas yang sama dengannya lagi. Aku berkata dan tersenyum pada diriku sendiri.


"Maaf, Mrs. Lee." la berkata dan mencari tempat duduk.


Tiba-tiba mata kami bertemu dan ia membeku sebentar. Aku tersenyum sangat lebar padanya dan ia juga tersenyum dengan malu-malu.


"Duduklah di sebelah Jimin." Mrs Lee memberi perintah dan Taehyung menurutinya.


Pelajaran berjalan seperti biasa. Ini pelajaran Matematika dan aku sedang mengerjakan beberapa soal sampai sebuah kertas mendarat di wajahku.


Aku berbalik ke arah Taehyung yang berjarak dua meja dari tempatku, sedang menunjukan seringainya ke arahku. Aku mengambil kertas tersebut dan membukanya.


"Hyejinnie pabo" yang tertulis di kertas itu. Aku memutar bola mataku dan tersenyum karena tingkahnya. Aku kembail melipat kertas itu dan membuangnya ke tasku. Dan melanjutkan tugasku sebagai murid yang baik.


Istirahat dimulai dan aku berjalan keluar kelas. Tiba-tiba sebuah lengan merangkul pundakku, dan aku pikir itu Mina.


"Hey." Sebuah suara rendah terdengar dan aku terkejut. Aku berbalik ke arahnya dan menyadari bahwa itu Taehyung, bukan Mina.


"Ah kau. Aku pikir tadi Mina, makanya aku hanya berjalan seperti biasa. Ada apa?" Aku bertanya padanya.


la mencubit pipiku, "Tadi kenapa tidak melempar balik kertasku, huh?"


"Aw." Aku menepis tangannya. "Aish, tidak baik bermain saat pelajaran."


"Baiklah, kau murid teladan Hyejin, bleh." la mengejekku.


Waktu berjalan cepat dan pelajaran telah berakhir. Aku langsung pulang ke rumah karena merasa kelelahan. Aku mengerjakan PRku dan memainkan ponselku sampai malam, lalu tiba-tiba aku mendapatkan pesan.


"Yah, apa yang kau lakukan? Ayo ke taman."-Taehyung


"Baiklah."-Hyejin


Aku mengambil jaketku dan berjalan keluar rumah di cuaca dingin.


"Kim Taehyung." Aku memanggilnya segera setelah aku tiba di dekatnya dan sedang duduk di bangku taman.


"Mengapa kau menyuruhku datang ke taman di cuaca dingin begini?"


"Nothing, aku hanya merindukanmu." Aku tersenyum malu, memerah.


"Jadi, apa yang kita lakukan sekarang?" tanyaku.


"Mau berkeliling?" la bertanya, dan aku mengangguk.


Kami berjalan mengelilingi taman di malam yang dingin ini. Walaupun dingin, tapi kami berjalan dengan santai.


Tiba-tiba aku mulai kedinginan dan bersin. Gigiku mulai bergetar dan aku menyalahkan diriku yang lupa membawa hotpack.


"Apa kau kedinginan?" tanya Taehyung.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak kedinginan," kataku tetap mengabaikan dingin.


"Jangan berlagak kuat, pabo yah," kata Taehyung. Tiba-tiba ia memegang tanganku dan memasukannya ke kantong jaketnya, membagi hangatnya pada tanganku. Tanganku mulai terasa hangat akibat hotpacknya.


"Apa tanganmu masih dingin?" tanyanya lagi. "Sedikit, tapi sudah mendingan," jawabku.


Tapi tetap saja, dia berhenti berjalan dan berbalik menghadapku. Ia mengambil tanganku dan mengatupkannya di tangannya yang hangat.


"Yah, tanganmu sangat dingin tapi kau bilang tidak apa-apa? Anak ini...."


Aku terkikik pelan mendengar ia mengoceh seperti seorang ibu. Ia kembali memijat tanganku dan aku melirik ke wajah cantiknya. Walaupun ia kasar, tapi sebenarnya ia sangat perhatian.


Aku tidak dapat menahan senyumku karena perbuatannya yang membuatku memerah malam ini. Aku memeluk pinggangnya dan merasakan hangat, ia pun memerah.


Setelah kami selesai berbincang dan mengelilingi taman, kami berjalan ke rumahku.


Setelah kami tiba di pagar rumah ku, aku berbalik kearahnya, "Terima kasih untuk semuanya, dan maafkan aku telah mengacuhkanmu beberapa bulan yang lalu," kataku sambil menundukan wajah. Taehyung memegang pundakku dan menyuruhku mengangkat wajahku.


"Kau sebaiknya tidak melakukannya lagi, anak nakal. Atau aku akan menghukummu."


"Aish, hukuman apa? Aku akan masuk sekarang, bye." Aku segera membalikan badan dan berusaha kabur. Sebelum aku menyentuh kunci pagar, dia tiba-tiba memegang pergelangan tangan ku.


"Kau hanya akan masuk seperti ini?" tanyanya sambil menaikan alisnya.


"Ya??" Aku memandangnya dengan bingung, kemudian aku baru menyadari maksudnya. "Aigoo, kemarilah pria pemalu." Aku berkata dan melingkarkan tanganku kepadanya, memeluknya dengan erat namun tidak dibalasnya. Aku mendorongnya dan melihat kearahnya. "Ada apa?" tanyaku.


"Taehyungiee masih marah," jawabnya sambil mengerucutkan bibir dengan lucu.


Aku terkikik dan menarik hidungnya, "Well, sayang sekali." Aku berkata dan menjulurkan lidahku. membalikan badanku ke pagar.


la menjadi kecewa dan berjalan menjauh tanpa mengucapkan salam. Aku diam-diam tersenyum dan mengikutinya dari belakang. Aku membalikan badannya menghadapku, dan melihat wajahnya yang kosong.


Aku meletakan kedua tanganku di pipinya, berjinjit menyamai tingginya dan menempelkan bibirku pada bibirnya, dengan lembut.


la berdiri dengan diam, namun kemudian tangannya mulai memeluk pinggangku dan mendorongku mendekat sambil membalas ciumanku.


Perlahan kami melepas ciuman, aku memandangnya dan dia menatapku dengan cinta.


Aku memberinya pelukan singkat dan tersenyum.


"Aku mencintaimu." Taehyung berkata padaku.


"Aku mencintaimu lebih dalam."


Kami melambaikan tangan sebelum aku masuk ke rumah, tersenyum dengan lebar.


Aku senang menjadi bagian dari kehidupannya di masa sekolah, dan bahkan kedepannya.


Itulah, kisahku dengan seorang arogan yang semula aku benci karena sikap dinginnya. Namun kemudian aku menyadari bahwa ia lebih baik dari yang aku kira.


Dan kemudian jatuh ke dalam pesonanya, Kim Taehyung.


...*** BOOK ONE END ***...

__ADS_1


*hello guys, jadi cerita ini udah selesai ya, huhuuuuuu, gk terasa ya:'(


tenang, bakal ada kelanjutannya kok, tunggu aja ya* >.<


__ADS_2