Mr. Arrogant

Mr. Arrogant
33


__ADS_3

Seusai sekolah akhirnya aku bisa istirahat setelah hari yang melelahkan di sekolah. Sehabis mandi aku ke luar dengan handuk membalut tubuhku, rasanya segar. Aku memeriksa ponselku. Tujuh belas panggilan tak terjawab dari Mina. Mataku melebar dan aku segera menghubunginya kembali.


"Yoboseyo? Mina?" Aku berbicara. Aku mendengarnya menangis di ujung sana. Jantungku berdetak cepat, khawatir terhadapnya. Apa yang terjadi? Kenapa ia menangis?


"Hyejin..." Akhirnya ia berbicara.


"Apa yang terjadi?" Aku bertanya.


"Temui aku. Di taman. Sekarang," katanya dan memutuskan sambungan.


Aku bingung. la terdengar marah waktu bicara denganku. Aku dengan cepat memakai kaos putih dan celana pendek denim. Rambutku masih basah setelah keramas. Aku ingin mengeringkannya tapi tidak afa waktu. Dengan cepat aku bergegas keluar rumah dan menuju taman.


Aku melihat Mina duduk sendiri di kursi. Aku memercepat langkahku menghampirinya. la menyadariku dan menatapku.


Aku duduk di sebelahnya. "Mina, apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?" tanyaku dan menghapus air matanya dengan ibu jariku.


"Jangan berpura-pura, Hyejin ah!" katanya padaku dan menatapku dingin. Aku bingung dan tidak tahu haru berkata apa.


Aku menaikkan alisku, masih bingung. "Apa yang kau bicarakan...?" tanyaku.


la berdiri dan menatapku. Tiba-tiba, ia menampar wajahku dengan keras.


Aku terkejut. Ini menyakitkan. Ini sakit, lebih sakit karena Mina yang menamparku. Aku menatapnya tidak percaya dan air matanya jatuh.


"WANITA ******!" la memakiku. "Aku putus dengan Taehyung karena kau!"


Mataku membelak saat aku menatapnya. "A-apa? Dia putus denganmu? Kenapa?!"


"Dia bilang dia tidak mencintaiku lagi. Dia jatuh cinta padamu! Aku membencimu! Kenapa kau tidak mati saja?" Mina berteriak di depanku. la dipenuh amarah, menghapus airmatanya dan meninggalkanku.


Apa yang sudah terjadi... Apa yang sedang terjadi?


Aku beranjak dari bangku dan mengusap wajahku yang ditampar. Aku berjalan dan mendadak berpikir tentang sesuatu. Taehyung jatuh cinta padaku? Aku tidak tahu apakah aku harus senang tentang itu. Mina nampak sangat kecewa.


"Orang bodoh itu...." Aku bergumam dalam hati. menuju ke tempat Taehyung.


...***...


Aku membunyikan bel pintu dan mengguncang gerbang dengan kasar. "KIM TAEHYUNG BUKA!"


Gerbang tiba-tiba terbuka dan aku bergegas masuk berjalan menuju pintu. Taehyung membuka pintu dan menatapku. "Apa yang kau lakukan di sini?"


"Kenapa kau putus dengan Mina?!" Aku bersedekap dan menatap.


la menghela napas dan menarikku masuk ke dalam rumah. Ia menutup pintu. "Apa yang ingin kau tahu?"

__ADS_1


"Aku ingin tahu kenapa kau.... "Aku berhenti sebentar, tidak yakin jika aku harus mengatakannya. "Kenapa kau memberitahunya bahwa... kau jatuh cinta padaku dan ingin putus dengannya. Kenapa?"


la tertawa.


"Bagaimana jika..." ia mengambil langkah lebih dekat ke arahku, "Aku, jatuh cinta padamu?"


la tetap melangkah mendekat, dan aku tetap mengambil langkah mundur sampai punggungku menekan pintu dan aku dengan canggung menatapnya. la mendekatkan wajahnya padaku.


"Kim Taehyung... apa yang kau lakukan," kataku dengan suara gemetar.


Wajahnya menjadi lebih dekat dan semakin dekat, aku tidak bisa bergeser lagi. Dengan gugup aku mengepal tinjuku, menatap turun pada bibirnya.


Tiba-tiba, ia menepuk kedua tangannya di depanku, mengagetkanku.


"HAH! KAU PIKIR AKU AKAN MENCIUMMU BUKAN?! Sadarlah!" katanya dan tertawa, berjalan menjauh dariku dan menjatuhkan diri di sofa.


Aku memutar bola mataku dan menatapnya frustasi, memalukan. Ada saat ketika aku merasa ingin mencekiknya.


Aku duduk di depannya. "Hey, bukannya kau seharusnya melakukan detensi dengan Seojun hari ini?" Aku bertanya pada Taehyung.


la mengganti siaran televisi. "Yah, terserah aku tidak akan melakukan detensi."


"Kenapa?" tanyaku.


"Karena bukan kau yang melakukan detensi denganku."


Jawabnya, "Lalu aku akan menarikmu untuk detensi denganku."


"HEY! Apa kesalahan yang aku lakukan sampai harus detensi denganmu?" Aku berteriak padanya dan melempar bantal sofa padanya.


la menangkap bantal tersebut. "Kau yang menyebabkan perkelahian kemarin bukan?" la melempar balik bantal itu padaku.


Aku menghindar dan memutar bola mataku. la melanjutkan mengganti siaran.


"Jadi bagaimana Mina?"


"Bagaimana dengan dia?" la balas bertanya.


"Apa yang akan kau lakukan mengenai dia?"


"Aku tidak peduli tentang dia." jawabnya.


"Lalu kenapa kau pacaran dengannya?"


"Bersenang-senang. Hanya sebuah fan service," katanya dan menyeringai.

__ADS_1


"Fan service pantatmu. Dia menamparku keras karena kau," kataku dan bersedekap.


la menatapku. "Di mana?"


Aku menunjuk pipi kananku yang memiliki bekas merah. la bangkit dan berjalan ke arahku dan melihat bekas merah itu. "Di sini?" tanyanya, mengusap pipiku. Aku mengangguk.


la dengan jahat menamparnya. "Ow! Yaaaaah! Kim Taehyung!" Aku berteriak padanya dan memukul dadanya.


la tertawa dan duduk di sebelahku sambil menyelipkan lengannya di bahuku. "Araseo araseo, mianhae." la meminta maaf dan tiba-tiba mencium pipiku. Mataku membelak dan aku mematung.


la meraih remote. "Jangan bicara soal Mina dan ayo nonton drama atau sesuatu. Aku bosan."


Aku perlahan mengangguk, masih membeku. Taehyung dengan santai meletakkan lengannya di bahuku sementara jantungku berdetak cepat sampai pada titik di mana aku merasa jantungku akan melompat ke luar dari dadaku.


Aku terbangun dan tersadar kalau aku terlelap di lengan Taehyung. Aku melihat ke luar jendela dan sekarang sudah gelap. Sial aku telat?! Aku memeriksa jam dan sekarang masih pukul sembilan malam, syukurlah.


Aku menarik diriku menjauh dari Taehyung yang tertidur damai. Aku mengusap mataku dan memukul wajahnya pelan dengan bantal sofa.


la perlahan membuka matanya, "Apa."


"Aku pergi sekarang. Terima kasih sudah menerimaku di sini," kataku dan berdiri. la ikut berdiri dan mengikutiku ke pintu.


Aku melangkah keluar dan memakai sepatuku. Aku melambai selamat tinggal padanya dan ingin pergi saat tiba-tiba ia menghentikanku.


Taehyung menunduk melihat sepatuku dan berjongkok di depanku. Aku menunduk dan menyadari tali sepatuku tidak terikat dengan benar.


"Kau, berhati-hatilah saat kau berjalan, kau tidak boleh jatuh karena apapun atau siapapun selain aku," katanya saat ia mengencangkan tali sepatuku untukku.


Aku tertawa lembut karena perkataannya. "Oke terserah, terima kasih," kataku dan ia berdiri.


"Selamat malam," "Mau pelukan?" ucapnya dan tersenyum padaku.


Aku mengejek, "Kenapa? Kau sudah benar-benar jatuh hati padaku bukan?"


la mengabaikanku dan tiba-tiba memelukku. Aku diam-diam tersenyum dan membalad pelukannya. Tiba-tiba, ia membawa tangannya ke kepalaku dan mengacak rambutku, membuatnya berantakan.


Aku menarik diri. "HEY! Kim Taehyung!" Aku berteriak padanya dan merapikan rambutku.


la menjulurkan lidahnya padaku. "Bye. Pergilah dari sini, dasar pabo."


Aku memutar bola mataku dan berjalan pergi. la masuk ke dalam dan menutup pintu.


Aku tidak bisa berhenti tersenyum pada diriku sendiri saat berjalan. Aku menyentuh pipi kiriku dan mengingat ciuman itu.


Aku menyeringai, memerah selama perjalanan pulang.

__ADS_1


...***...


__ADS_2