Mr. Arrogant

Mr. Arrogant
Gombalan receh


__ADS_3

Pagi yang cerah,sinar mentari begitu indah dan burung-burung bertebarbangan di langit membuat ciptaan tuhan begitu indah.


Pagi yang cerah ini anggun bersiap-siap untuk bekerja. Tampilannya yang sederhana dan dandanannya yang natural membuatnya tetap cantik.


Walaupun ibunya mempunyai perusahaan yang cukup besar tapi dia tidak ingin bekerja dengan ibunya, dia ingin bekerja dengan hasil kerja dia sendiri.


Anggun yang duduk diterminal itu sepertinya sedang menunggu bus.


"Hai neng, boleh abang duduk disini??"


"Boleh"


"Neng ini mau kemana??"


"Mau kerja"


"Lagi nunggu bus ya??"


"Iya"


"Kok sama ya??apa ini yang dinamakan jodoh??" ngegombal.


"Eeaakk..." sorak semangat dari temannya.


"Bagaimana,bagus gak gombalan gue??" berbisik.


"Bagus bro bagus"


"Neng kok naik bus??emang pacar neng mana??"


"Eeaakk..." sorak semangat dari temannya lagi.


"Eeaakk.. eeaakk...pala lu, emang loe kira gue lagi ngegombal apa??"


"Loh tadi gak gombal toh, pantasan kagak nyambung"


"Eeehh...ku tumbuk pala lu baru tau rasa"


"Nah tumbuk nah...dapat duit aku"


"Dapat duit pala lu peyang"


"Udah-udah, jangan berantam"


"I...i...ya neng, kami gak berantem kok tadi itu cuma akting siapa tau ada kamera tersembunyi di sini bisa terkenal abang"


MASAK SIH ADA KAMERA TERSEMBUNYI DISINI??

__ADS_1


"Wah...bener kata loe bro" menepuk-nepuk bahu temannya.


"Benar apaan sih, ganggu aja nih"


"Bener bro, ternyata ada kamera tersembunyi di sini bro"


"Dimana??"


"Tuh..lihat aja di atas tiang itu"


"Eehh...koplak, itu cctv bodoh" menepuk kepala temannya.


"Masak sih itu cctv??"


"Iiihh...nyesel gue punya temen kayak loe, masak bentuk cctv aja kagak tau"


"Ya maap, namanya gak tau"


"Tau ah...nyesel gue aja loe kesini kagak ada faedahnya tapi malah buat malu gue"


Anggun tersenyum melihat tingkah abang-abang itu.


Sebuah mobil mewah berhenti di terminal yang sedang di tempati anggun. Ternyata mobil itu milik ardan.


"Kamu sedang apa disini??terus preman-preman ini siapa??apa dia ada nyakitin kamu??"


"Betul itu"


"Kami ini abang-abang yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung"


"Bet...tunggu dulu bro, sejak kapan kita rajin menabung??uang aja kagak ada"


"Udah lu diam aja jangan banyak bacot"


"Oke-oke"


"Mereka ini teman aku kak, mereka orangnya baik dan lucu"


"Ahai...kita di bilang lucu"


"Iya bro hahhhaa..."


"Kamu mau kerjakan??bagaimana aku anter, arah kita kan sama"


"Gak boleh,neng anggun naik bus sama kita"


"Betul itu"

__ADS_1


"Benar kak, anggun naik bus aja lagian bentar lagi busnya datang"


"Kalau kamu nunggu bus nanti kamu bisa terlambat lagian ini udah jam 07.30"


BENAR JUGA YANG DIBILANG KAK ARDAN, TAPI...


"Udah ayo naik"


Ardan membukakan pintu mobilnya itu.


"Baik lah" anggun mengelahkan nafasnya.


"Kalau neng sama dia, terus kami sama siapa??"


"Kalian tunggu aja busnya sampai berjamur"


"Kurang ajar loe ya, emang loe pikir kita tempe apa??"


Ardan dan anggun pergi meninggalkan terminal itu.


"Woiii jangan kabur loe ya...neng anggun...abang kok di tinggalin sih..." berteriak


"Sabar ya bro, begini lah nasib jones"


"Loe aja yang jones kalau gue joker"


"Kok joker??"


"Jomblo keren"


"Eeaakk..."


Di perjalanan...


KENAPA DEG-DEGAN BEGINI YA??


Anggun sekali-sekali melirik ke arah ardan dan tersenyum malu.


"Kamu dari tadi kok ngelirik??kalau ada yang mau di omongi, omongi aja"


"A...a...gak ada kok kak"


"Yakin??"


"I...i...ya"


Ardan tersenyum melihat tingkah anggun yang seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2