
Wtkfics's Note : Kalian sebaiknya mendengaran Love is Not Over' sebelum membaca ini, karena aku pikir ini sangat cocok dengan Taehyung dan Hyejin.
...***...
Aku mengisi akhir pekanku dengan berkelana ke tempat-tempat favoritku di Korea, lalu hari Selasa tiba dan aku sadar ini hari terakhirku.
Aku terlalu pagi dan aku sudah siap ke sekolah. Masih pukul enam pagi ketika aku berpakaian. Aku tersenyum di cermin. Aku akan menggunakan waktuku dengan bijak hari ini.
Masih terlalu cepat namun ada suatu tempat yang aku tuju.
Aku berjalan keluar kamarku dan rumahku masih gelap, orangtuaku masih terlelap. Aku pergi ke luar, menuju ke tempat Taehyung.
...***...
Saat aku tiba di gerbangnya, rumahnya masih lenggang dan sunyi. Dia adalah Kim Taehyung, ia tidak akan bangun cepat.
Aku membunyikan bel pintu beberapa kali dan aku mengguncang gerbang, meneriakkan namanya. Melihat ke kiri dan dan dan memastikan tidak ada seorangpun yang memperhatikanku. Akhirnya aku memanjat pagar.
"KIM TAEHYUNG!" Aku berteriak dan mengetuk pintunya. la tidak meresponku lagi.
Pada akhirnya, aku menuju ke salah satu jendela dan diam-diam menyelinap masuk ke dalam rumah. Terkejut jendela tidak dikunci.
Rumahnya gelap. Aku pelan-pelan merangkak naik ke lantai dua dan pergi ke kamarnya. Sepelan mungkin, aku memutar kenop pintu dan melihat Taehyung terlelap di ranjangnya.
Aku berjalan masuk dan berdiri di sebelah tempat tidurnya. "Kim Taehyung?" Aku memanggilnya. la masih mendengkur.
"Taehyung? TaeTae? V?" Aku mencoba memanggilnya dengan semua nama panggilannya namun ia tidak bergerak.
"KIM TAEHYUNG!!" Aku berteriak. la perlahan
membuka matanya menutupnya kembali. Aku mulai mengguncangnya jadi ia akan bangun. la menggeram. Tiba-tiba ia memegang tanganku. Menarikku ke tempat tidurnya dan memelukku erat seperti bantal guling.
"Bagaimana kau masuk ke kamarku." la berbisik di telingaku dengan morning voicenya.
Aku mencoba menggeliat lepas dari pelukannya namun ia masih menahanku erat. "Aku hanya masuk seperti biasa karena kau tidak mengunci jendela." kataku.
la mengacak rambutku. "Kau berpotensi menjadi pencuri," katanya, "Kau bahkan mencuri hatiku."
Aku tertawa karena ia begitu cheesy dan melepaskan diri dari pelukannya. Aku duduk dan menatapnya yang meringkuk dengan boneka singanya. "Kim Taehyung, pergi dan bersiap-siap, kau bau." Aku mengomelinya dan menutup hidungku.
la duduk masih dengan mata setengah terbuka. "Baik eomma." la menggodaku dan beranjak untuk mengambil handuknya.
la bersikap kekanakan saat berjalan ke luar kamar untuk mandi ketika tiba-tiba ia kembali masuk ke dalam. Aku menatapnya, "Kenapa kau masih di sini?"
la mendekatiku. Ia menatapku dan mengedipkan sebelah mata.
"O...oke?" kataku, masih bingung padanya yang bersikap aneh.
la mencebik, "Tidak ada morning kiss?"
Aku menatapnya dengan canggung. Sangat tidak biasa melihatnya seperti ini. "Tidak, kau bahkan belum menyikat gigimu," kataku dan menyentil dahinya.
la menggeram dan berpaling, menuju ke luar kamar, namun beberapa detik kemudian ia kembali mendatangiku, ia datang dan emberi kecupan kilat di bibir. Ia menyeringai, berlari untuk mandi. Aku memutar bola mataku namun tersenyum pada sikap manisnya.
Aku menunggunya di ruang tamu dan ia turun siap dengan seragamnya, "Ayo pergi," kataku dan siap berangkat ke sekolah.
la menatapku, bingung. "Kau gila? Ini masih terlalu pagi. Kita bahkan belum sarapan," protesnya.
__ADS_1
Aku pergi ke pintu dan melihatnya. "Ini hari terakhirku, jadi aku akan melakukan apa yang tidak pernah aku lakukan sebelumnya, jadi lebih cepat, tidak ada waktu untuk sarapan."
Taehyung mendadak sedikit lesu, tidak yakin karena kami tidak sarapan, atau karena ini hari terakhirku.
Kami pergi bersama dan berpegangan tangan dalam perjalanan ke sekolah.
la berpikir sejenak. "Aku akan senang karena kau tidak akan ada untuk menggangguku lagi," katanya dan menyeringai.
Aku memutar bola mataku dan memukul dadanya. la terkikik dan kemudian berkata, "Oke oke, aku hanya bercanda. Aku akan merindukanmu dan menunggumu sampai kau kembali."
Aku tersenyum padanya dan ia mencoba ikut tersenyum, namun aku bisa melihat ia mencoba menyembunyikan kesedihannya. "Aigooo.. Taehyung sudah menjadi lebih dewasa." Aku menggoda dan menyikutnya.
Kami akhirnya sampai di sekolah dan aku tidak pernah merasa sangat senang berada di sekolah. Ini adalah hari terakhirku, dan aku akan menggunakan waktuku dengan bijak dan mengobrol dengan semua orang.
Aku baru melangkah masuk dan Mina melihatku. la berlari ke arahku dan kami bertubrukan untuk sebuah pelukan. Ia mulai terisak. "I-ini hari terakhirmu," katanya di sela-sela isakannya.
la menarik diri dan menatapku, memaksakan senyum. Aku menghapus air matanya dan tersenyum balik padanya.
"Ayo pergi," katanya dan memeluk tanganku dan kami berdua pergi ke kelas bersama.
Ini adalah waktu istirahat dan aku tidak ingin untuk makan. Semua orang meninggalkan kelas kecuali aku. Aku tinggal di bangkuku dan menyandarkan kepalaku di meja.
"Kau baik-baik saja?" Sebuah suara bertanya. Aku melihat dan menyadari Taehyung belum pergi. Aku mengangguk.
"Aku hanya sedikit sedih," kataku.
la mencebikkan bibirnya. "Hey, ikuti aku." katanya. la menyuruhku untuk mengemasi barang-barangku dan membawa tasku bersamaku.
la menggenggam tanganku dan aku mengikuti ke mana ia pergi.
Kami akhirnya berjalan ke belakang sekolah di mana jarang ada orang. Taehyung melihat ke sekitar untuk memastikan tidakada petugas keamanan atau kamera, kemudian ia menarikku berjalan menuju pagar.
"Meninggalkan sekolah," jawabnya dalam sebuah bisikan, "Kita harus memanjat pagar untuk ke sisi lain."
la pergi duluan kemudian menatapku. "Ayo, kau bisa melakukannya," ia memberiku dorongan. Aku ragu sejenak namun aku melakukan seperti yang ia katakan. Aku mendarat di sisi lainnya dengan selamat berkat pertolongan Taehyung.
"Ayo, cepat," katanya dan aku mengikutinya, berlari menjauh dari sekolah.
Kami berhenti saat kami sampai di suatu tempat di dekat jalan, terengah-engah. "Kenapa kita harus meninggalkan sekolah?" tanyaku.
"Jangan di sekolah. Ini hari terakhirmu, kau seharusnya melakukan hal yang belum pernah kau lakukan sebelumnya," katanya padaku.
Aku tersenyum. Kami makan di kedai makanan terdekat sebelum pergi ke tempatnya menghabiskan waktu.
...***...
"Aku sangat lelah," kataku dan menjatuhkan diri di sofa saat kami memasuki rumah. Taehyung duduk di sebelahku dan menyalakan televisi.
"Hey, apa yang ingin kau lakukan berhubung ini hari terakhirmu denganku?" Taehyung bertanya sementara ia merangkulku.
"Aku tidak tahu, hanya berada di sisimu?" kataku dan tersenyum lebar padanya. la tersenyum balik membawaku lebih dekat dengannya. Kami melanjutkan menonton televisi dan berbicara sebentar.
Waktu berlalu dan kami berakhir tertidur di sofa ketika tiba-tiba aku terbangun dan menyadari sekarang sudah pukul delapan malam. Aku menggosok mataku dan menarik diri dari Taehyung. "Hey, bangun," kataku dan memukul Taehyung dengan bantal sofa.
la terbangun dan melakukan perenggangan sementara ia melihat jam. "Kau sudah mau pulang?"
"Tidak, ayo pergi ke taman atau yang lain," kataku.
__ADS_1
Kami berdua pergi dan berjalan ke taman, kami duduk di bangku dan berbicara banyak. Lalu kami menyadari waktu berjalan lebih cepat. Taehyung melirik arlojinya dan menghela napas. la mendadak murung dan sedih.
"Ada apa?" tanyaku.
"Aku tidak percaya kau pergi," katanya dan menunduk.
Mataku berair saat mendengarnya mengatakan itu. Aku menahan dagunya dan melihat ke dalam matanya.
"Aku akan kembali oke. Semuanya akan baik-baik saja," kataku padanya dan memaksakan sebuah senyum meskipun aku hampir menangis. Aku memeluknya erat dan ia memelukku lebih erat. Kami berpelukan untuk beberapa saat sebelum kami menarik diri.
Aku sadar ia menangis lagi. Aku tidak bisa membantunya namun air mataku terjatuh saat aku melihatnya. Kami terus menangis.
"Hey! Berhenti membuatku menangis." la mengomel dan aku tertawa dengan lembut. la mendekat dan mencium pipiku, "Kau lebih baik ingat menghubungiku atau aku akan menendangmu."
Aku tersenyum padanya dan mengacak rambutnya. "lya anak kecil"
Aku berdiri dan menariknya untuk berdiri. "Ayo pulang, ini sudtah telat," kataku dan memasukkan tanganku di saku ku.
Aku sudah berjalan perlahan saat ia tiba-tiba menarikku untuk menghadapnya. Aku menatapnya. "Kenapa kau pergi sangat cepat?" la bertanya padaku dan mengerutkan alisnya.
"Aku tidak ingin membuat lebih sulit untuk meninggalkanmu jadi aku hanya-.."
Ucapanku terpotong saat Taehyung menempatkan tangannya di pipiku, membawa wajahnya lebih dekat denganku dan ia tiba-tiba menciumku. Aku berdiri membeku karena aku gelagapan. Aku merasakan bibir panasnya menyapu bibirku, dan jantungku mulai berdetak hebat. Aku melingkarkan tanganku di lehernya dan menciumnya kembali. Aku diliputi dengan kesedihan dan mulai menangis. Ini menjadi lebih sulit untuk meninggalkannya dengan waktu yang berlalu.
Aku perlahan mengakhiri ciuman itu dan menyandarkan dahiku pada dahinya. Mataku terkunci dengannya dan air mataku terus mengalir.
"Bisakah kau tidak meninggalkanku?" la bertanya padaku dengan lemah.
Aku menahan air mataku dan mencoba untuk bicara, "Aku harap aku bisa, tapi aku harus, aku minta maaf. Aku akan kembali, aku berjanji."
Matanya penuh kekecewaan.
Kami saling menghapus air mata dan berpegangan tangan, berjalan ke rumah perlahan.
Beberapa menit kemudian, kami sampai di gerbang rumahku. Aku berbalik menghadapnya, melihat wajahnya, mencoba memotret gambarnya dalam benakku karena ini adalah saat terakhirku dengannya. Aku mungkin atau mungkin tidak akan kembali dengan cepat.
Aku menghela napas dan kami berdua hanya berdiri, saling memandang.
"Kau sebaiknya masuk sekarang," katanya.
Aku memberi sebuah senyum lemah dan memeluknya dengan erat, mencoba sebisaku untuk tidak menangis.
Aku perlahan menarik diri dan memandangnya. la mengambil tanganku dan membelainya lembut, dan aku bisa melihatnya mencoba menahan air matanya. "Have a safe trip. Jangan lupa menghubungiku." Ia mengingatkanku lagi, dan aku mengangguk.
la perlahan melepas tanganku, dan aku menghela nafas. Aku membuka gerbangku. Dan kembali berbalik melihatnya lagi.
la tersenyum, "Aku mencintaimu."
Air mata tiba-tiba mengalir dari mataku dan aku tangisku lebih meledak. Aku menghampirnya dan memberinya pelukan. "I love you more" kataku dan mengubur wajahku ke dalam dadanya, masih terisak.
la menarik diri dan memandangku, "Hey..Aku bilang masuk. Masuk sekarang. Selamat malam."
Aku tersenyum padanya dan mengambil langkah berat. Aku menuju pintu ku dan berbalik ke belakang. la masih berdiri di sana, menatapku. la melambaikan tangannya dan aku juga melambai.
Aku menghela napas dan aku akhirnya berjalan masuk ke dalam rumah, masih melambai padanya saat aku perlahan menutup pintu.
Aku berjalan ke kamarku. Aku duduk di tempat tidurku, melihat kotak-kotak dan koper, dan aku tiba-tiba merasa emosional.
__ADS_1
Aku akan kembali. Taehyung.
...***...