Mr. Arrogant

Mr. Arrogant
38


__ADS_3

"Lee Hyejin kau siap?" Ibu memanggilku dari ruang tamu.


"Aku dataaaang," jawabku. Masih terlalu pagi saat akhirnya aku harus pindah. Aku mengambil tas tanganku dan menarik koperku, berjalan keluar kamarku dan melihat orangtuaku menungguku di pintu.


"Ayo pergi. Kau tidak meninggalkan apapun, bukan?" Ayahku bertanya dan aku mengangguk. Orangtuaku berjalan ke luar rumah dan aku perlahan mengikuti mereka dengan berat hati. Ini dia, aku tidak akan pernah melihat rumahku lagi karena akan dijual.


"Hyejin cepatlah, kita tidak boleh terlambat atau kita akan ketinggalan penerbangan." Ibu memanggilku untuk bergegas. Aku memercepat langkahku ke gerbang dan berjalan ke luar. Ibu mengunci gerbang dan aku menatap rumahku terakhir kalinya, dan ia menepuk punggungku memberi semangat.


Kami menaiki taksi ke bandara dan sampai sekitar pukul enam. Satu jam sebelum penerbangan dan kami menunggu dengan sabar. Aku tidak bisa menahan kesedihanku. masih tidak percaya kenyataan kalau aku meninggalkan Korea.


Di saat kami akan naik ke pesawat aku menerima sebuah pesan. Itu dari Taehyung.


"Have a safe flight, ingat untuk menghubungiku." - Taehyung.


Aku tersenyum, merasa sedikit semangat setelah membaca pesannya.


"Terima kasih, jangan terlambat ke sekolah. Aku harus pergi sekarang, annyeong." - Hyejin.


...***...


Beberapa jam kemudian pesawat mendarat dengan selamat. Kami keluar dari bandara dan mencari taksi.


Aku melihat ke sekitar dan ada banyak macam orang, fasih berbahasa Inggris. Aku sangat khawatir karena aku tidak begitu fasih namun tahu beberapa dasar Inggris.


"Ayo lihat rumah baru kita, Hyejin," kata Ayah begitu taksi berhenti di depan kami. Kami menumpangi taksi itu sepanjang perjalanan ke rumah baru kami. Lingkungan Amerika baru bagiku. Semua papan jalan dalam bahasa Inggris dan semua yang semacam itu.


Satu jam atau lebih, kami akhirnya sampai di rumah kami. Aku turun dari taksi dan kagum saat melihat rumah baru itu. Rumah ini besar dengan rooftop putih, di mana dasarnya semua putih dari luar. Bertingkat tiga dan ada Maserati terpakir di luar. Aku sadar ini seperti rumah Taehyung.


Aku menatap dan jarang berkedip. "Ini benar-benar rumah kita?" Aku bertanya pada orangtuaku.


Ibu terkekeh, "lya sayang. Ayo masuk lihat-lihat ruangan."


Aku masuk ke dalam rumah dan ini benar-benar mengagumkan. Rumah ini hangat dan desain interiornya indah. Aku menjatuhkan diri di sofa dan menyalakan televisi. Ini luar biasa.


"Hyejin, ayo pergi melihat kamarmu dulu." Ibu memanggilku.


Aku mengikutinya ke lantai dua dan membuka pintu ke kamarku. Aku memekik saat aku melihat ruanganku berwarna pink pastel -ini warna favoritku! Aku berlari masuk dan melompat ke tempat tidurku dan ini terasa sangat nyaman.


Aku duduk di tempat tidur dan melihat ke sekeliling kamarku yang leih besar dari milikku di rumah yang dulu. Pindah bukanlah hal yang sangat buruk ternyata, tapi aku masih merindukan Taehyung dan lainnya, terutama Korea dan makanan Korea.


Aku beristirahat dan terbangun karena ponselku berdering. Aku menggapai ponselku dan setengah sadar melihat ID pemanggil sebelum aku akhirnya menjawab.


"Hey! Apa yang membuatmu sangat lama menjawab?" Kata Taehyung.


Aku tertawa lembut. "Ini bagaimana kau mengatakan halo?"


Aku mendengarnya menghela nafas di sana. "Kau baik-baik saja? Pukul berapa di sana?" tanyanya.


"Aku hanya sedikit mengalami jet lag. Sekarang pagi, sekarang di Korea malam, bukan?"


"Oh... Ini sulit karena zona waktu berbeda," kata Taehyung. "Omong-omong kenapa aku orang pertama yang menghubungimu? Bukankah aku memberitahumu untuk menghubungiku? Anak ini..."


"Araseo araseo, aku minta maaf. Aku sedang istirahat.Pesawat tidak nyaman jadi aku tidak bisa tidur di pesawat," jawabku.


"Terserah, orangtuaku ada di rumah jadi aku akan makan malam dengan mereka sekarang. Jangan lupa untuk menghubungiku nanti."


"lya baiklah, annyeong," kataku padanya dan kami


berdua menutup sambungan. Aku tersenyum dan meletakkan ponselku di sebelah. Aku turun ke dapur dan melihat ibuku mengatur

__ADS_1


meja makan. Aku menahan naoas melihat meja


penuh dengan masakan Korea.


"Ibu memasak semua ini? Eomma jjang! (Ibu yang terbaik!)" Aku berseru dan dengan cepat mengambil tepat. Ibu tertawa lembut dan duduk di depanku.


Kami mulai menikmati sarapan kami saat ayahku tiba-tiba berbicara. "Hyejin kau bisa mulai sekolah besok. Ayah sudah mendaftarkanmu di sekolah yang tidak jauh dari sini, ayah akan mengantarmu ke sekolah besok."


"Tapi Appa... Aku masih baru di sini," kataku, mencoba agar Ayahku memberiku waktu istirahat sebelum masuk sekolah.


"Kau baru di sini, dan itulah kenapa kau harus cepat mendapatlan teman dan belajar tentang orang di Amerika," kata ayah padaku.


Aku menhela napas dan hanya menyendok sesendok penuh nasi ke mulutku.


Setelah makan, aku pergi ke kamarku dan kembali mengatur barang-barangku. Sejujurnya barang-barangku tidak mengisi penuh karena kamarku sangat besar. Saat aku selesai, aku melempar tubuhku ke tempat tidur. Banyak hal masih mengusikku. Aku tidak tahu jika aku bisa beradaptasi dengan orang-orang di sini karena aku adalah orang yang canggung, aku bahkan tidak memiliki banyak teman di Korea.


Aku menghabiskan sisa hariku di kamarku dan menonton K-drama daripada memersiapkan diriku untuk sekolah hari selanjutnya.


...***...


"Hyejin, bangun! Kau harus siap-siap ke sekolah!" Ibu memanggilku. Aku bangun dan merenggangkan ototku. Aku menggeram karena harus ke sekolah hari ini. Aku mengambil langkah berat ke kamar mandi dan dengan cepat menyiapkan diriku. Aku mengambil tasku ketika tiba-tiba ponselku bergetar - Itu adalah pesan dari Taehyung.


"Annyeong. Bagaimana kabarmu? Apa yang kau lakukan? Bisa aku menghubungimu? Apa kau merindukanku?"


Aku tertawa karena ia bertanya banyak pertanyaan padaku.


"Aku sangat baik. Aku berangkat sekolah sekarang jadi aku akan menghubungimu lain waktu, oke? Dan ya aku merindukanmu, sangat." - Hyejin.


Dengan itu, aku berjalan keluar dan turun ke bawah untuk sarapan. Beberapa menit kemudian, aku mendapat balasan dari Taehyung.


"Ah.... araseo. Aku yang sangat merindukanmu. Semoga beruntung untuk sekolahmu. Fighting!" - Taehyung.


...***...


Sekolah akhirnya selesai dan itu tidak terlalu buruk. Aku bertemu gadis Korea, dan ia bersahabat. Namun canggung karena aku tidak banyak mengerti apa yang orang-orang katakan karena mereka berbicara cepat dalam bahasa Inggris.


Omong-omong setelah sekolah, aku langsung pulang dan berlari ke kamarku. Aku duduk di tempat tidurku dan menyalakan laptopku. Aku membuka Skype dan Taehyung sedang online. Aku baru ingin mengirimkan permintaan video call namun ia sudah melakukannya sebelum aku. Aku memerbaiki rambutku dan melihat penampilanku di cermin sebelum menerima permintaan panggilan video itu.


"ANNYYEOONNGGG HYEJIN!!" la berteriak dan melambaikan tangannya saat ia melihatku di layar.


Aku tertawa dan memandangnya. Mataku mulai mengabur dengan air mata kebahagiaan. "Annyeong Kim Taehyung!"


"Hey kenapa kau menangis. Jangan menangis pabo," kata Taehyung.


Aku tersenyum, "Terserah. Apa kau sudah tidur? Kau harus ke sekolah dalam sejam lebih, kan?"


"Aku mencoba tidur, tapi aku tidak bisa. Sebanyak itu aku merindukanmu, kau idiot. Dan jangan berbicara soal sekolah, aku bisa mengabaikannya."


"Hey Kim Taehyung! Kau sebaiknya tidak bolos sekolah kecuali kau memang sakit-"


"Oww... Perutku sakit. Aku pikir aku tidak bisa pergi ke sekolah hari ini." Taehyung berpura-pura dan mulai mengusap perutnya.


Aku memutar bola mataku dan tertawa karena acting buruknya. Kami berbicara sebentar saat tiba-tiba aku menyadari ia memeluk sesuatu yang aku kenali.


"Hey. Boneka itu milikku, bukan ?" Aku bertanya padanya.


"lya, kau memberikannya padaku saat aku pergi ke rumahmu sebelumnya, kau tidak ingat?" jawabnya.


"Ah... Tentu saja aku ingat. Kau masih menyimpannya?" Aku bertanya dan ia mengangguk.

__ADS_1


Kami berbicara sekitar dua jam sebelum tersadar sadar ia harus pergi sekolah. "Hey, siap-siap sekolah. Kita bicara lain waktu," kataku.


"Tidak, lima menit lagi." la memohon dan mencebik. "Tidaktidak, kau akan terlambat."


"Kumohon ..? -" la memohon lagi, bertingkah imut.


Aku memutar bola mataku dan tertawa."Hey, aegyomu tidak mempan padaku. Itu menjijikkan. Bergegaslah, kau tidak boleh terlambat."


la menghela napas dan mengangguk. "Oke, baiklah... ingat untuk segera menghubungiku, bye." katanya dan aku mengangguk sebelum kami berdua mengakhiri panggilan video itu.


...***...


Minggu dan bulan berlalu dan sekolah jadi lebih menekanku. Aku harus mengembangkan bahasa Inggrisku, aku harus berteman teman dengan orang-orang di sekolah, aku harus mengejar pelajaranku, dan aku sangat sibuk. Orangtuaku bahkan mengirimku untuk les tambahan. Karena jadwal padatku, aku jarang memiliki waktu berbicara dengan Taehyung, dan juga karena zona waktu berbeda. la seringkali mengirimiku pesan namun aku sangat jarang membalasnya.


Suatu malam aku baru selesai dengan kelas tambahan ketika Taehyung tiba-tiba mengirimiku pesan.


"Apa kau sudah melupakanku? Kau menemukan teman baru huh?"


Aku menghela napas. Pesan bodoh lainnya lagi. la selalu mengirimiku pesan berkata bahwa aku sudah melupakannya dan yang lainnya. Aku frustasi dan jadi malas untuk membalas pesannya atau bahkan berbicara dengannya di telefon. Selain itu, aku sangat lelah setelah semua jadwal padat dan ujianku semakin dekat, yang membuatku semakin tertekan.


Sejak itu, Taehyung dan aku jarang berbicara, bahkan tidak mengirim pesan, atau panggilan video.


Sampai satu hari di bulan Desember, aku sudah selesai dengan ujianku dan sedang libur sekolah, saat tiba-tiba aku menerima sebuah panggilan dari Mina. Dengan cepat aku mengangkatnya.


"MINA YAH! Bagaimana kabarmu! Aku merindukanmu." Aku berbicara keras di telefon.


"Hey hey! Telingaku sakit. Aku baik, dan aku sangat merindukanmu. Apa yang kau lakukan?"


"Yah ini libur sekolah jadi aku hanya kedinginan di rumah. Ada yang perlu aku tahu?" Aku bertanya pada Mina.


"Ah... yah, apa kau sudah bicara dengan Taehyung? Anak itu mendadak berubah drastis beberapa bulan ini. Yah maksudku, dia tidak berbicara pada siapapun di sekolah, dan ia terlihat sangat murung sepanjang waktu.la kembali memukul orang di sekolah, dan dia bahkan tidak berbicara pada Jimin dan Jungkook," kata Mina, dan mataku membelak. Aku tiba-tiba menjadi sangat khawatir soal Taehyung.


"Oh? Itu aneh.. Aku pikir dia sudah tidak membuat masalah di sekolah lagi. Apa lagi yang dia lakukan?" tanyaku.


"Aku tidak yakin. Ia kadang dipanggil ke ruang Kepala Sekolah. Oh iya, beberapa hari lalu aku jogging di taman pada pagi hari, aku melihatnya duduk di bangku dan dia menangis sendiri. Aku bertanya apa dia baik-baik saja, namun dia mendorongku dan berlari." Mina memberitahuku.


Hatiku jadi sedikit hancur mendengar Taehyung menjadi seperti itu. Aku meneguk. Aku rasa itu kesalahanku mengabaikannya, ia pasti sangat membutuhkanku.


"Jadi, bagaimana dia sekarang?" Aku bertanya pada Mina.


"Aku tidak tahu. Sekarang libur sekolah, jadi aku tidak yakin apa yang dia lakukan sekarang. Aku mencoba meminta Jimin dan Jungkook untuk menjaganya, namun mereka tidak yakin bagaimana caranya karena Taehyung tidak mengangkat telefonnya, dan dia tidak membuka pintu saat kami datang mengunjunginya."


Aku menghela napas. "Ottokhe... Aku sangat khawatir."


"Tidak apa. aku akan mencoba meminta bantuan Jimin dan Jungkook lagi. Omong-omong, kapan kau akan datang dan mengunjungi Seoul? Aku sangat merindukanmu," kata Mina.


Aku berpikir sebentar. "Aku tidak tahu, aku perlu bicara dengan orangtuaku soal itu."


"AH benar. Sekolah kita akan mengadakan pesta tahun baru akhir bulan ini. Semua murid, guru, dan bahkan alumni diundang. Bisa kau datang?"


"Jinja? Wah... itu terdengar menarik."


"Datanglah, oke? Aku akan menunggumu. Beritahu aku jika kau datang. Aku harus sarapan dengan orangtuaku sekarang, annyeong. Aku akan bicara denganmu lain waktu." Kata Mina.


"Araseo, annyeong," jawabku dan mengakhiri panggilan.


Aku menghela napas dan berbaring di tempat tidur. Pikiran tentang Taehyung memenuhi pikiranku, dan aku khawatir mengenai anak itu.


Apa sebaiknya aku mengunjungi Seoul?

__ADS_1


...***...


__ADS_2