Mr. Arrogant

Mr. Arrogant
Dengan Hati-Hati


__ADS_3

Sebuah mobil mewah memasuki sebuah halaman yang luas. Tampak seorang pria dengan gaya santai turun dari mobil mewahnya. Tapi saat dia di depan pintu,langkahnya yang santai berubah menjadi was-was. Dia membuka pintu rumahnya itu dengan penuh hati-hati.


UUHH... UNTUNG PINTUNYA TIDAK TERKUNCI


Pria itu melangkahkan kakinya dengan hati-hati sampai dia menuju kamarnya.


Lee tersenyum melihat tingkah tuannya itu.


"Tuan-tuan, apakah tuan sedang menghindari tuan wijaya??"


Pria itu merasa lega saat dia berhasil masuk ke kamarnya.


"Tuan"


Mata pria itu terbelangak kaget saat mendengar suara itu. Saat dia melihat orang yang memanggilnya itu adalah lee, kagetnya itu berubah menjadi kemarahan.


"Heeii..apa kau mau buat jantungku copot haa??apa kau tidak punya sopan santun??apa kau tidak tau ini kamar siapa??sesuka hatimu aja datang tanpa permisi!!"


"Maaf tuan, maaf telah membuat tuan kaget tapi saya begini agar tuan wijaya tidak tau"


"Apa maksud mu ngomong seperti itu??"


"Bukan kah tuan datang kemari dengan hati-hati agar tuan wijaya tidak tau??"


Sepertinya lee sedang menyindir tuannya itu.


"I...i...iya itu karena aku tidak mau mengganggunya tidur bukan berarti aku takut dengannya"


"Saya tidak pernah bilang seperti itu tuan tapi tuan sendiri lah yang telah berkata seperti itu"


"Waah.. waah...berani sekali kau berkata seperti itu, apa kau sedang menyindir??"


"Tidak tuan, maafkan saya"


"Apa yang ada di tangan mu itu??"

__ADS_1


"Bibir tuan terluka jadi saya membawakan kotak obat untuk tuan"


"Aku tidak butuh kotak obat itu!!lagian ini hanya luka sepele"


"Saya tau tuan orangnya kuat tapi bagaimana kalau tuan wijaya melihatnya??"


BENAR JUGA YANG IA KATAKAN


"Bawak sini obatnya" menarik kotak obat itu dari tangan lee.


Lee lagi-lagi tersenyum melihat tingkah tuannya itu.


"Kenapa kau tersenyum??apa kau sedang menertawakan aku haa??"


"Tidak tuan"


Angga melirik lee dengan lirikan menakutkan.Dalam pikirannya, kenapa lee bisa tau kalau dia sedang terluka.


"Dari mana kau tau bibirku terluka??apa kau mempunyai teleskop untuk melihatku dari jauh atau kau mengikuti ku??"


"Saya telah mengikuti tuan"


"Saya telah mengikuti tuan seharian ini dan saya juga tau kejadian hari ini"


"Waah.. waah...sudah berani kau menginterogasi tuan mu ini haa??"


"Maaf tuan, tapi saya hanya menjalankan tugas"


"Banyak kali alasan kau, awas aja kalau kau sampai berani memberi tau papa soal kejadian ini"


"Maaf tuan, tapi saya telah memberi tau tuan wijaya"


"Waah...berani sekali kau memberi taunya" mengangkat kera baju lee.


"Sekarang kau keluar dari kamar ku" mendorong tubuh lee ke lantai.

__ADS_1


Sepertinya kemarahan angga sudah tak dapat di pendam lagi.


****


Di sebuah kamar yang cukup cantik terdapat gadis yang sedang melamun sambil tersenyum-senyum,sepertinya dia sedang mengingat kejadian tadi.


"Waah...keren banget dia saat melawan preman-preman itu"


Dia memperagakan tubuhnya yang sedang di lakukan angga terhadap preman-preman itu.


"Apa lagi saat rambutnya berantakan uuuhh...tambah ganteng"


"kulitnya yang bening, wajahnya yang tampan dan gayanya yang keren uuhh...sempurna banget pokoknya"


Sangking terpesona sampai-sampai dia menggigit-gigit bantal yang ada di kamarnya itu.


"Tapi salahnya tuan angga sudah punya pacar" wajahnya berubah menjadi cemberut.


"Tapi jangan khawatir Kirana,dia itu masih jadi pacar bukan istri. Selagi janur kuning belum melengkung, kau berhak mendapatkan cinta tuan angga"


Dia berdiri dengan gaya semangat. Tiba-tiba di depan pintu kamarnya,ibunya itu sedang berdiri.


"Ibu" merasa malu.


"Sedang apa kamu seperti itu??" merasa heran


"A...a..a... kirana sedang olahraga kok"


Dia menggerakkan badannya seolah dia sedang berolahraga.


"Tuh liat ini, satu...dua..." menghitung gerakannya.


"Kamu ada-ada aja" menggelengkan kepalanya.


"Kalau olahraganya selesai langsung tidur"

__ADS_1


"Asyiap boss"


Ibunya tersenyum melihat tingkah anak kesayangannya.


__ADS_2