MY FOOD SEEMS TO BE VERY CUTE

MY FOOD SEEMS TO BE VERY CUTE
CHAP 12-SANGAT SENANG HINGGA TIDAK BISA BERHENTI MENGIBAS-NGIBASKAN EKORNYA


__ADS_3

Setelah kepergian Maria, Wajah Xiao Lan tidak henti-hentinya memerah karena membayangkan dirinya yang saat itu tepat dibawah tubuh Maria. Atau bisa dibilang, Maria berada tepat diatas tubuh Xiao Lan.


*Deg... Deg... Jantung Xiao Lan berdetak kencang.


"...... Bagaimana malam ini aku bisa tertidur.... Nyenyak?!"


*Deg... Deg...


Ternyata penyebab memerahnya wajah Xiao Lan adalah karena Saat mata miliknya menatap mata milik Maria. Karena hal itu, wajahnya seketika memerah, terlebih lagi saat melihat wajah polos Maria.


*Deg... Deg... Lagi-lagi jantung Xiao Lan berdetak lebih cepat dari biasanya. Sadar akan hal itu, sebisa mungkin, Xiao Lan berusaha menenangkan diri dan pikirannya yang tidak karuan.


"Oke, jangan dipikirkan lagi! Yang harus kulakukan adalah tenang... Harus tenang... Tenang.."


Saat Xiao Lan berhasil menenangkan dirinya, ekornya tiba-tiba Bergerak ke kanan dan kiri. Menyadari hal itu, sebisa mungkin ia menghentikan ekornya yang bergerak, "Berhentilah mengibas!!!" Teriaknya dengan suara yang terdengar keras. Tapi, hanya dirinya yang mendengar.


Setelah kejadian itu, semua berjalan sebagaimana mestinya, hingga malam berikutnya terlihat Qin Yu dan Xiao Lan sedang membicarakan sesuatu.


"Kak Qin Yu, bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan dalam waktu dekat ini~" Ucap Xiao Lan.


"Hmm~ Kurasa aku tidak bisa. Karena akhir-akhir aku sedang sibuk dengan pekerjaanku saat ini..." Jawabnya dengan jujur.


Mendengar hal itu, Xiao Lan mengerti meski terlihat sangat kecewa, "Ohh... Baiklah mungkin lain kali saja"


Melihat raut wajah kecewa yang terlihat dari Xiao Lan, Qin Yu akhirnya mengusulkan sesuatu, "Bagaimana kalau kamu mengajak saja Maria. Kebetulan besok ada festival kembang api di tepi sungai" Kata-katanya membuat Xiao Lan terlihat bingung.


"Hah?" Kembang api!! Tunggu sebentar.. Apakah dua orang.. Menonton kembang api bersama?" Batin Xiao Lan.

__ADS_1


"Coba kamu tanyakan pada Maria, apakah dia mau ikut atau tidak?"


"Ide bagus... Aku pergi dulu untuk menanyakannya"


Gadis itu permisi untuk pergi mencari keberadaan Maria. Dirinya berjalan sekitar ruang tamu dan kamar mandi, "Maria! Kamu dimana? Hmm? Apa dia mungkin ada dikamar?"


Karena tak kunjung menemukan Maria, Xiao Lan berjalan memasuki kamar, sambil memanggil nama Maria.


*Krieeet... "Maria? Apakah kamu ada disini?"


Maria yang saat itu sedang mengganti pakaian dan Mendengar suara Xiao Lan berbalik, "Ya? Ada apa?" Jawab Maria dengan tubuh tidak memakai pakaian.


Xiao Lan yang melihat hal itu, seketika wajahnya menjadi memerah Semerah tomat. Dengan segera, dirinya keluar sambil meminta maaf.


*Brakk... "Aku benar-benar minta maaf!!" Suaranya terdengar begitu lantang hingga membuat Maria terdiam mendengarnya.


Dengan kedua tangan, dia menutupi wajahnya yang memerah dan berjalan mendekati Qin Yu yang sedang menikmati sarapan malamnya. Heran melihat tingkah Xiao Lan, "Ada dengan mu?"


"Lalu apakah kamu sudah bertanya kepadanya?'


"Belum.. Saat ini dia sedang ganti pakaian"


Mendengarnya, Qin Yu tertawa terbahak-bahak, "Hahahahaha!"


Xiao Lan menggerutu kesal dengan dirinya karena melihat sesuatu yang tidak seharusnya dia melihatnya. Tiba-tiba, dirinya mengingat sebuah simbol yang melekat pada belakang tubuh Maria yang dilihatnya saat memasuki kamar. Kalau tidak Salah begitu simbol yang dilihat Xiao Lan.


__ADS_1


...Tampak lain dari simbol yang pernah ada!...


"Tunggu, simbol apa yang ada dibelakang tubuhnya? Kak Qin Yu, aku melihat...


Belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, sebuah tangan mendarat di bahunya. Menyadari hal itu, Xiao Lan berbalik dan terkejut mendengar perkataan Maria yang terkesan dingin dan datar, "Apakah kamu.. Barusan mencariku?" Tanya Maria pada Xiao Lan dengan tatapan mata terkesan tajam.


*Deg... Deg... Jantung Xiao Lan berdetak kencang saat matanya menatap manik mata merah legam Maria yang terlihat menyeramkan. Melihat tingkah Xiao Lan yang seketika membeku, Qin Yu akhirnya angkat bicara, "Sebenarnya, dia ingin mengajakmu pergi menonton pertunjukan kembang api~ Ini merupakan acara langka, dan mungkin baru ada lagi beberapa tahun kemudian" Ucap Qin Yu memberitahukan.


"Hmm~ Boleh juga"


Saat Maria dan Qin Yu sedang bercengkrama, terlihat Xiao menatap kearah Maria dengan tatapan yang sulit diartikan. Bisa dibilang, dirinya memikirkan simbol yang berada dibelakang tubuh Maria, "...... Simbol apa yang ada di punggungnya? Aku benar-benar penasaran. Tunggu, kalau dipikir-pikir seberapa tahunya diriku tentang Maria?"


Qin Yu memperhatikan pakaian yang dikenakan Maria dan seketika meledeknya, "Kamu ingin kemana dengan pakaian hitam-hitam begitu? Hahahaha"


"Aku hanya ingin keluar sebentar untuk jalan-jalan, dengan berpakaian seperti ini, aku takkan mudah ketahuan"


"Wow, kamu sungguh perhatian dengan sekitar juga, ya... Tidakkah dirimu merasa panas saat memakainya.." Karena ledekan nya, Maria terlihat kesal dan memilih pergi, "Sudah cukup, aku pergi dulu"


"Hati-hati dijalan~"


Karena tidak ingin terlalu berdebat dengan Qin Yu, Maria memutuskan untuk pergi. Xiao Lan menatap kepergian Maria dengan ekspresi bertanya, "Aku benar-benar ingin tahu semua tentangmu"


Maria berjalan keluar dan menyusuri setiap tempat yang membutuhkan tenaga kerja. Dilihatnya kertas yang diberikan oleh Qianqian untuk dirinya. Saat melihatnya, Maria terlihat bingung dan pusing, "Sulit sekali, Aku merasa semuanya bisa aku coba... Ini tempat terakhir.. Lost devil... Bar? Siapa yang memberinya nama ini? ...... Ini adalah sebuah bar untuk non-manusia?! Dan semua tamunya adalah bukan manusia. Kenapa juga alamatnya sedikit aneh. Sudahlah, aku harus mencarinya saja" Maria menggunakan kekuatannya untuk mencari dimana letak bar tersebut. Saat berjalan, dirinya melihat sebuah toko kecil yang berada di sebuah gang sempit.


"Hmm? Kenapa ada toko kecil di gang seperti ini?" Saat dirinya heran melihat hal itu, Tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang.


"Permisi" Ucapnya dengan halus.

__ADS_1


Terkejut mendengar suara orang tersebut, Maria segera menepi, "Oh maaf.."


Orang itu mengangguk mengerti dan berjalan mendekati toko kecil yang berada didepan Maria. Untuk sesaat, Maria terdiam memperhatikan orang itu, hingga akhirnya ia terkejut saat melihat wujudnya, "Tunggu, apakah dia adalah Minotaur? Mungkinkah.. Di disini tempatnya?!"


__ADS_2