
*Buzz...
Terdengar suara notifikasi chat dari seseorang. Qin Yu yang mendengarnya berjalan mendekati ponselnya. Sebuah pesan singkat tertera di ponselnya.
"Hari ini kalian bisa datang ke rumahku~"
Qin Yu yang membacanya, seketika senang dan memberitahukan hal itu kepada Maria dan Xiao Lan.
"Semuanya, hari ini kita bisa datang ke rumah temanku yang akan menangani urusan kalian"
Ucapnya dengan penuh semangat.
"Oke!" Xiao Lan yang mendengarnya, ikut senang.
Tapi, berbeda dengan Maria, dirinya justru tertidur nyenyak, tiba-tiba terbangun karena mendengar suara Qin Yu dan Xiao Lan. Karena penasaran dengan kenalannya Qin Yu, Maria pun bertanya, "Oh ya, Qin Yu, aku ingin bertanya apakah temanmu itu juga seorang penyihir sama sepertimu?" Tanyanya.
Qin Yu yang mendengarnya, menjawab dengan kalimat singkat, "Tidak~ Dia adalah seekor rubah berekor sembilan~ Bukankah aku pernah mengatakan spesialis sihir antar para penyihir tidaklah sama" Jawabnya.
Maria yang mendengarnya, seketika syok. Dengan keringat yang membasahi wajahnya, ia pun membayangkan bagaimana bentuk menakutkan dari rubah ber ekor sembilan'
...Kira-kira seperti ini bentuk tubuh rubah berekor sembilan yang dibayangkan oleh Maria...
Melihat wajah syok Maria, Qin Yu mencoba menenangkannya, "Jangan terlalu dipikirkan. Nanti kamu akan tahu sendiri. ~"
"Kalau begitu, kita pergi sekarang!"
"......" Maria hanya bisa pasrah mendengar Xiao Lan ingin cepat-cepat berangkat.
Setelah melakukan perjalanan jauh, akhirnya mereka bertiga sudah sampai di salah satu apartemen. Setelah sampai, Qin Yu mengetuk salah satu pintu.
*Tok Tok Tok...
"Qianqian~" Panggil Qin Yu.
Mendengar suara ketukan pintu, pemilik rumah tersebut berjalan membuka pintu.
__ADS_1
"Wah, ternyata sudah datang, ya! Mari silahkan masuk" Ucap sang pemilik rumah dengan ramah
Saat matanya melihat kearah Maria dan Xiao Lan, seketika dirinya tersenyum, "Ya ampun, ternyata ada tamu juga. Benar-benar tamu yang imut~ Halo semuanya, perkenalkan namaku adalah Jiu Qianqian~ Kalian bisa memanggilku Qianqian" Ucapnya memperkenalkan dirinya. Ternyata, nama pemilik rumah itu adalah Qianqian.
"Halo..."
"Halo..."
Ucap Maria dan Xiao Lan secara persamaan.
"Seperti yang sudah kalian tahu, situasi kalian sudah dijelaskan oleh Xiao Yu, ayo masuklah!" Ucap Qianqian langsung pada intinya.
Maria yang awalnya berpikir bahwa rubah yang dimaksud oleh Qin Yu sangat lah menyeramkan dan menakutkan, ternyata tidak. Perilakunya sama seperti rubah pada umumnya. Setelah melihatnya dengan jelas, ia pun membuang jauh-jauh pikiran buruknya.
Qin Yu, Maria dan Xiao Lan berjalan masuk mengikuti Qianqian, sang pemilik rumah.
Selama didalam, Qin Yu dan Xiao Lan berbicara secara leluasa bersama Qianqian. Bisa dibilang, mereka bertiga memiliki satu kesamaan antara satu dengan yang lain. Melihat hal itu, Maria hanya diam sambil memperhatikan mereka berbicara. Bisa dibilang, Maria tidak tertarik untuk mendengarkannya.
"Oh ya, pekerjaan Qianqian adalah membantu para monster, ya~" Ucap Xiao Lan yang penasaran dengan pekerjaan Qianqian.
"Lebih tepatnya, Semua yang bukan manusia adalah pelanggan ku" Jawab Qianqian.
"Apapun bisa, tapi, sebagian besar permintaan Adalah urusan tentang kehidupan sehari-hari. Seperti, sihir ilusi, KTP, lowongan pekerjaan, dll"
"Urusan lowongan pekerjaan juga datang mencari mu, ya?!" Ucap Xiao Lan yang tiba-tiba menanyakan soal pekerjaan.
Qin Yu yang mendengarnya, seketika terdiam dan menanyakan maksud perkataannya, "Xiao Lan, apakah kamu ingin mencari pekerjaan juga?" Tanyanya.
Dengan keringat dingin yang membasahi wajahnya, Xiao Lan pun menjawab alasannya, "Sebenarnya, uang sakuku hampir kuhabiskan untuk membeli makanan.."
"......"
Maria yang juga Mendengarnya, hanya terdiam.
Melihat perdebatan kecil yang terjadi diantara Qin Yu dan Xiao Lan, Qianqian akhir berusaha merelainya, "Sudah sudah, masalah tentang pekerjaan nanti kita bahas, sekarang aku ingin mencatat informasi KTP Maria. Siapa nama Mandarin mu?"Tanya Qianqian pada Maria. Mendengarnya pertanyaan Qianqian, seketika Maria memasang wajah tidak mengerti, "Eh? Maksudmu?!"
Disaat Maria sedang memikirkan nama dalam bahasa Mandarin, tiba-tiba Qin Yu mengatakan sesuatu, "Aku sudah memikirkannya. Bagaimana kalau Ma LiYa saja. Terjemahannya langsung ke Mandarin"
__ADS_1
"Bisa tidak jangan asal-asalan..." Kesal Maria saat tahu Qin Yu membuat asal-asalan namanya.
Qianqian yang mendengarnya, langsung menyetujuinya, "Ok~ Lalu alamatnya akan ku tulis sama dengan alamat rumahmu"
"Oke! Aku setuju"
"Ok, sudah. Giliran berikutnya adalah Xiao lan~ Kemarilah" Panggilannya.
Mendengarnya, Xiao Lan beranjak bangun dan berjalan mendekati Qianqian, "Ya!"
Disaat Xiao Lan sedang bersama Qianqian, Maria bertanya kepada Qin Yu, "Jadi namaku diputuskan begitu saja?? Bukankah itu terlalu singkat?"
"Ya! Meski singkat, tapi terdengar bagus, kan~"
Saat Maria sedang bercengkrama dengan Qin Yu, terdengar suara Qianqian yang meminta mereka untuk berbalik ke arahnya, "Hei, kalian! Bisakah kalian melihat perubahan pada Xiao Lan?" Tanya Qianqian pada Maria.
"Sepertinya, aku tidak melihat perubahan apapun?"
"Kalian memang tidak bisa melihatnya karena ini hanya bekerja pada manusia saja~"
"Ohh begitu rupanya.."
"Maria, dua hari lagi, kamu bisa mengambil KTP mu"
"Oke" Maria menggangguk setuju.
Disaat Maria sedang berbicara dengan Qianqian, terlihat Xiao menatap kearah Maria dengan tatapan yang sulit diartikan. Bisa dibilang, dirinya sedang memikirkan sesuatu.
Setelah urusan telah selesai, Qin Yu, Maria dan Xiao Lan pamit untuk pulang karena hari mulai gelap. Setelah mengucapkan salam perpisahan, mereka bertiga akhirnya pergi. Tiga puluh menit kemudian akhirnya mereka sudah sampai. Karena merasa lelah, Qin Yu berjalan memasuki kamarnya, sedangkan Maria dan Xiao Lan terlihat duduk bersama menikmati saluran film malam.
"Kita akan kembali pesan-pesan berikut ini"
Maria yang saat itu sedang menikmati menonton film malam, merasa kesal" Argh... Kenapa harus terputus di adegan ini..."
Xiao Lan yang mendengarnya, seketika memikirkan sesuatu. Dengan wajah yang memerah, dirinya membayangkan sesuatu, "Dia tidak menunjukkannya.. Ekspresi... Saat waktu itu. Apakah ekspresi itu hanya muncul saat terhadap hal yang disukainya?"
Ternyata, saat dirinya sudah menemukan tempat dimana Maria berada, tanpa sengaja ia melihat senyum tulus yang diberikan Maria pada anak anjing tersebut. Karena hal itu, dirinya berpikir kenapa Maria tidak menunjukkan hal yang sama saat bersama dengan dirinya.
__ADS_1
Merasa seperti dilihat, meski tidak bertatap mata, membuat Maria merasa canggung dan tidak enak hati, "Kenapa sejak berbelanja terakhir kalinya, dia selalu memperhatikan diriku tanpa mengalami apapun? Ada apa sebenarnya? Apakah karena aku berjalan terpisah?" Batinnya setelah melihat Xiao Lan begitu menginginkan ponsel tersebut.
Baru saja sedang berpikir, tiba-tiba mata Xiao Lan berbinar saat melihat salah satu iklan yang menayangkan penjualan ponsel. Maria yang melihatnya, seketika memikirkan sesuatu, "Smartphone... Jika aku memberinya... Apakah dia akan senang dan bahagia?"