MY FOOD SEEMS TO BE VERY CUTE

MY FOOD SEEMS TO BE VERY CUTE
CHAP 29-JANGAN KHAWATIR, KAMI DI SINI


__ADS_3

Xiao Lan berjalan keluar dari kamar. Dirinya duduk di ruang tamu bersama dengan Maria dan Qin Yu. Untuk sesaat, ia terlihat diam. Tapi, detik kemudian dirinya menceritakan semuanya.


"...... Aku akan berubah di bulan purnama yang akan terjadi dalam beberapa hari, aku pun berubah menjadi manusia serigala. Selama transformasi ini berlangsung, aku akan hilang kendali atas diriku sendiri. Aku pun menjadi lebih ganas daripada manusia serigala yang pada umumnya, dan aku akan menyerang siapa pun secara membabi buta. Itulah sebabnya aku mencari suatu tempat untuk mengasingkan diri" Katanya sembari menundukkan kepalanya.


Mendengarnya, Qin Yu dan Maria pun bertanya, "Hah? lalu bagaimana dengan obatnya?"


"Ya, aku ingat kamu menyebutkan obat yang membantumu menekannya"


"Aku berbeda dengan manusia serigala lainnya. Dimana obat tidak bekerja padaku"


"......"


"Sebenarnya, aku sudah lama memikirkan hal itu sekarang. Xiao Lan, apa yang membuatku merasa berbeda?" Tanya Qin Yu padanya. Dua curiga karena selama ini perilaku yang ditunjukkan oleh Xiao Lan berbeda dengan manusia serigala yang ditemui sebelumnya.


Mendengarnya, Xiao Lan menatap lekat-lekat Qin Yu, terlihat pupil matanya melebar karena terkejut. Tapi, karena tidak ingin ada kesalahpahaman, akhirnya dia menutup kedua matanya. Dan ketika dia membukanya, semula warna matanya yang berwarna biru laut pun berubah menjadi merah legam mirip manik mata Vampir, seperti warna mata Maria yang merah legam, "Aku... Memiliki darah Vampir yang mengalir melalui pembuluh darahku"


"....."

__ADS_1


"......"


Maria dan Qin Yu terdiam mendengarnya. Mereka bahkan tidak percaya, selama ini Xiao Lan menyembunyikan identitasnya. Melihat keterkejutan Maria dan Qin Yu, Xiao Lan pun menundukkan kepalanya seraya berkata, "Maaf... Karena tidak mengatakan hal ini sebelumnya pada kalian"


"Hmm... Lalu... bagaimana kamu menghadapinya di masa lalu?"


"Sekolah mengatur ruangan yang diperkuat dengan logam, aku tinggal sepanjang waktu disana"


"......" Maria terdiam mendengar pernyataan gadis serigala itu. Sebaliknya, dirinya justru terkejut saat mendengar perkataan Qin Yu.


Bukannya mencari jalan keluarnya, dia malah mengajukan pertanyaan yang tidak seharusnya dia katakan pada Xiao Lan. Sebelum Qin Yu melanjutkan perkataannya, dengan cepat, ia menghentikannya dan berkata, "Xiao Lan. Kamu meninggalkan desamu karena dirimu selalu terkunci di sel, bukan? Jika kamu berhasil melarikan diri dari tempat yang memenjarakan mu, maka tidak ada gunanya untuk kembali"


Xiao Lan tertegun mendengarnya. Dia pun menoleh ke Maria. Tatapan matanya seolah menginginkan kehidupan yang bebas, meski berbeda. Wajahnya yang semula terlihat sayup, kini kembali tersenyum.


"Oh... Aku sepertinya mengajukan pertanyaan yang bodoh..." Kata Qin Yu setelah menyadari perkataannya.


"Dasar bodoh" Ucap Maria yang menimpali perkataan Qin Yu.

__ADS_1


"Hehehe, jadi menurutmu aku juga bodoh?"


"Siapa lagi?" Ucapnya sembari tersenyum tipis. Sepertinya, Maria tidak bersungguh-sungguh mengatakannya. Melihatnya tersenyum, meski tidak memperlihatkannya, Qin Yu pun mengerti, "Jadi Begitu..."


"Maafkan aku... Telah menggangu mu" Kata Xiao Lan dengan kepala yang tertunduk.


Mendengarnya, Qin Yu mencoba menenangkannya, "Hey, apa yang kamu katakan. Kita semua di sini adalah teman! Hal semacam ini bukanlah apa-apa! Baiklah, kamu istirahat saja sekarang, Xiao Lan. Maria akan pergi bekerja sekarang. Menuju ke kamar, "Aku akan kembali dan mempelajari buku sihir"


Maria terdiam melihat Qin Yu perlahan mulai menghilang dari pandangannya. Kini yang tersisa adalah dirinya dan juga Xiao Lan.


"......"


"......"


Tidak ada percakapan yang terdengar diantara mereka. Yang ada, hanya saling tatap-menatap tanpa berkata sepatah pun. Xiao Lan tertunduk setelah menatap Maria. Dirinya juga berpikir bahwa dia akan dibenci olehnya. Melihatnya, sepelan mungkin Maria mengelus-elus kepala Xiao Lan agar membuang jauh pikirannya, "Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja"


Gadis serigala itu bisa merasakan kejujuran hati Maria saat mengatakannya melalui elusan lembutnya. Setelah melihat gadis itu mulai tenang, Maria pun berjalan meninggalkannya karena sudah waktunya untuk pergi bekerja. Xiao Lan berbalik menatapnya saat Maria mulai pergi.

__ADS_1


__ADS_2