
Benar saja. Tepat bulan purnama tiba, Xiao Hei pun berubah menjadi manusia serigala secara sempurna, sedangkan Xiao Lan tidak tampak berubah. Ia justru merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Terlihat, dia berusaha menahan sakit yang teramat sangat. Xiao Hei yang mendengarnya tampak terkejut.
"Xiao Lan... Apa yang harus kulakukan? Ibu dan Ayah belum sampai rumah" Pikir Serigala hitam tersebut. Karena Khawatir, Ya Ge memeluk dan membisikkan kata-kata agar Xiao Lan dapat menahan rasa sakitnya.
"Tidak apa-apa Xiao Lan. Jangan takut. Kita akan cari Ibu dan Ayah untuk membantu"
Xiao Lan kecil yang merasakan ada sesuatu yang ingin keluar dari tubuhnya, seketika mendorong tubuh Ya Ge agar menjauhinya. Terkejut melihat hal itu, Xiao Hei pun berusaha memanggilnya, "Xiao Lan!!"
Bukan jawaban yang di dapatnya melainkan sebuah cakaran yang mengenai mata kanannya. Xiao Hei tampak menahan rasa sakit di matanya akibat luka yang di dapatnya dari Xiao Lan.
Flashback off
Qin Yu yang mendengarnya seketika terkejut, "Ah?! Jadi bekas luka di matamu..."
"Itu benar. Aku masih kecil saat itu, kurang kuat untuk serigala dewasa, jadi meninggalkan bekas luka. Setelah itu, orang tuaku mengirimkan Xiao Lan ke sekolah akomodasi dan karena aku ketakutan... Aku terus menjaga jarak dengannya di sekolah" Jawab Ya Ge setelah mengingat jelas masa lalunya bersama Xiao Lan.
...****************...
__ADS_1
"Sejujurnya, aku bisa mengerti kenapa dia menjauhiku, Itu karena aku menyakitinya. Tetapi, setiap aku melihat matanya, aku merasa takut dan ingin bersembunyi. Aku mulai menghilang dari hadapan Kakakku! Aku seharusnya tidak bersembunyi"
"INI SEMUA SALAHKU~" Seru Xiao Lan dan Ya Ge bersamaan.
"Sebenarnya, semuanya tidak ingin melihat Xiao Lan, sebagai seorang Kakak, aku meninggalkannya sendirian. Mungkin karena aku trauma melihatnya"
"Lalu apakah kamu berbaikan dengan Xiao Lan setelah itu?"
"Tidak... Saat aku bertemu lagi, dia tidak ingin dekat denganku lagi. Jadi sekarang aku mengambil alih masalah ini karena aku ingin lebih membantunya. Anggap saja sebagai 'Penebusan' " Katanya sembari tersenyum.
"...... Aku tidak berpikir ini adalah masalah benar atau salah. Waktu itu kamu juga masih anak-anak. Ketakutan yang diterima begitu saja tapi tentang 'Penebusan' bukankah itu hanya dirimu yang merasa nyaman?" Tanya Qin Yu pada Ya Ge.
Ya Ge terdiam mendengarnya. Terlihat dirinya sedang memikirkan perkataan Qin Yu padanya. Dan saat dirinya mengangkat kepala, ia terkejut saat melihat tangan gadis kacamata itu tiba-tiba menyentuh wajahnya, lebih tepatnya memegang bekas lukanya.
"Hm... Sebenarnya, bekas luka ini sangat cocok dengan personalitymu"
'Sangat dekat!' Gumam Xiao Hei.
__ADS_1
Matanya terlihat melebar ketika wajah Qin Yu terlalu dekat, hingga tanpa sadar dirinya mundur ke arah belakang dengan wajah yang memerah, "Be--benarkah??"
Qin Yu tampak sedikit terkejut dengan sikap Xiao Hei saat dirinya melihat wajahnya memerah. Dengan tatapan mata heran, ia pun melangkah mendekat dan memegang tangannya "Kenapa kamu mundur ke belakang? Apakah kamu takut aku mendorongmu kebelakang?"
Wajah Ya Ge semakin memerah saat mendengar perkataannya, "Eh? Ti.. tidak seperti itu!!" Elaknya dengan wajah yang memerah memenuhi wajahnya. Melihat ekspresi wajahnya yang memerah, Qin Yu tertawa terbahak-bahak saking lucunya, "Hahahahah!! Dasar anak kecil, cepat sekali"
Merasa tersinggung, Ya Ge pun membalasnya, "AKU BUKAN ANAK KECIL!! UMURKU SUDAH 19 TAHUN"
"Oh? berarti kamu masih sekolah?"
"Ya, ini liburan musim panas sekarang"
"Kalau begitu, bisakah kamu menginap di sini untuk beberapa hari kedepan?" Tanyanya dengan penuh harap.
Mendengarnya, Xiao Hei pun mengangguk, "Okay~"
"Yey~ Kesinilah~ Aku akan membantumu mengeringkan rambutmu~" Ajaknya dengan wajah yang senang.
__ADS_1
Sementara Ya Ge yang melihatnya tampak tersenyum. Wajahnya seketika memerah karena senang ketika mendengar dirinya di izinkan tinggal selama beberapa hari hingga musim panas berakhir.