
Matahari mulai menampakkan sinarnya dan menerobos masuk melalui sela-sela jendela. Karena sinarnya, Maria terbangun dengan wajah yang berkeringat. Sepertinya ia baru saja bermimpi buruk. Dengan rasa yang sakit yang dirasakannya, Maria bangun sambil memegang kepalanya, "Hng... Tak ku sangka, mimpi masa lalu yang kelam kembali teringat..." Ternyata, Maria mengingat masa lalunya. Hmm... Kira-kira apa ya masa lalu Maria? Bikin penasaran aja, nih gue😂.
Disaat Maria masih merasa sakit di kepalanya, tiba-tiba dirinya dikejutkan oleh suara Xiao Lan, "Selamat pagi, Maria~ Meski ini sudah siang" Sapa Xiao Lan pada Maria.
Mendengar sapaan dari gadis itu, Maria berbalik hendak menyapa balik. Tapi, saat dirinya sudah berbalik, tiba-tiba dirinya terdiam saat melihat perubahannya "Selamat.. Kemana rambut kepang mu?" Tanyanya.
"Aku membukanya saat mandi semalam. Aku akan mengepang-nya kembali saat kita keluar berbelanja nanti" Ucapnya yang menjawab pertanyaan Maria.
Mendengarnya, Maria berdiri dan berjalan mendekatinya seraya berkata, "Aku rasa rambutmu juga terlihat bagus saat seperti itu"Ternyata, Maria memuji rambut Xiao Lan yang tergerai. Mendengar pujian yang diberikan Maria, membuat wajah Xiao Lan memerah. Sebisa mungkin, dirinya menyembunyikannya dengan menundukkan kepalanya. Tapi, meski dirinya berusaha menyembunyikan tetap saja terlihat.
Setelah mengatakannya, Maria berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Terlihat dirinya sedang membasuh wajahnya dan terdiam memikirkan sesuatu.
"... Kenapa melihatnya setelah mimpi buruk.. Bisa menenangkan diriku begitu cepat? Apa ini yang dinamakan teman? Lupakan saja, aku tidak terlalu mengerti" Ternyata Maria sedang memikirkan Xiao Lan yang tiba-tiba menyapanya.
Selesai membasuh wajah, Maria berjalan keluar dan terkejut mendapati Qin Yu dan Xiao Lan sedang menikmati sarapan pagi. Melihat Maria yang baru saja keluar dari kamar mandi, seketika ia memanggilnya untuk sarapan bersama.
"Mari makan bersama~" Ucapnya memanggil.
Tapi, Maria yang mendengarnya, malah mengabaikannya, dan bertanya balik, "Kamu sebenarnya siapa?"
Mendengar pertanyaan Maria, Qin Yu malah menjawab dengan jawaban yang menggoda, "Kenapa? Apa aku terlihat sangat cantik, ya?"
Maria yang mendengarnya, seketika terlihat kesal. Dalam hatinya, dirinya menyumpahinya.
"Kenapa hanya melihatnya saja, buat emosi naik... lama-lama, kelar nih hidupnya" kesalnya.
__ADS_1
Karena tidak ingin terus-terusan kesal, Maria mengabaikan Qin Yu dan mengajak Xiao Lan bicara, "Apakah kita akan keluar setelah dirimu selesai makan?" Tanyanya.
Mendengarnya, Xiao Lan menjawab dengan pasti, "Ya!"
"Oke" Balas Maria setuju.
Tepat saat Maria sudah membalas perkataan Xiao Lan, tiba-tiba, perutnya berbunyi.
*Kruyukk...
Ternyata, perutnya berbunyi bertanda dirinya sedang merasa lapar. Karena hal itu, Maria mendekati Xiao Lan, "Maaf, Xiao Lan! Aku merasa lapar" Mungkin karena Maria tidak dapat menahannya atau karena sengaja, ia pun menyampingkan rambut Xiao Lan dan bersiap untuk menggigit dan meminum darahnya.
Sadar akan tindakan yang ingin Maria lakukan, dengan refleksnya kedua tangan Xiao Lan menghentikan tubuh Maria agar tidak melangkah untuk mendekati dirinya. Dengan wajah yang memerah, Xiao Lan pun membalas perkataannya, "Maaf... Jangan.. Jangan... Di bagian leher.." Ucap Xiao Lan sambil mengalihkan pandangannya ke arah samping.
Terkejut merasakan tangan Maria menyentuh telinganya, membuat Xiao Lan berteriak histeris, "Kyaa! Maria bodoh! Bodoh!" Dirinya memukul kedua tangan Maria karena menyadari Maria sedang menjahilinya.
Merasa sakit di bagian tangannya, Maria hanya tertawa sambil meminta, "maaf, maaf, aku terlalu kelewatan. Ha ha ha"
Qin Yu yang menyaksikan mereka, memuntahkan darah dari mulutnya, sambil mengacungkan jempol tangannya, ia pun berkata, "Bagus, ini bisa menjadi inspirasi cerita novel ku!" Ucapnya saat melihat Maria memeluk Xiao Lan untuk menenangkannya.
Tidak ingin berlama-lama lagi, Qin Yu meminta mereka untuk bersiap-siap pergi berbelanja. Tak butuh waktu lama, Maria dan Xiao Lan sudah berpakaian rapi. Qin Yu yang melihat mereka sudah siap, ia pun mengajaknya pergi. Sesampainya di sana, Maria dan Xiao Lan terpukau dengan suasana kota yang dipenuhi berbagai macam gedung bertingkat. Dibawanya dipenuhi berbagai macam jenis penjaja makanan dan minuman.
"Baik, untuk hari ini kita berbelanja dulu. Sepertinya, kenalan ku sedang sibuk mengurus pekerjaan yang lain. Mungkin besok-besok kita ketempat kenalan ku itu" Ucap Qin Yu yang mendapat pesan dari kenalannya yang akan membantu Xiao Lan membuat sebuah ilusi.
"Oh begitu rupanya" Maria yang mendengarnya, hanya membalas dengan singkat.
__ADS_1
"Oh, ya! Kita ingin berbelanja di mana?" Tiba-tiba, Xiao Lan bertanya karena penasaran Qin Yu ingin berbelanja apa.
Mendengar pertanyaan Xiao Lan, Qin Yu menjawab, "Itu tergantung dari apa yang ingin
kamu beli, misalnya aksesoris, pakaian, dan makanan..."
"Makanan!" Tiba-tiba, mata Xiao Lan berbinar saat dirinya menyebut kata 'Makanan'.
"Aku apa saja boleh" Ucap Maria.
Mendengar keinginan mereka, Qin Yu akhirnya mengambil keputusan, "Oke, sudah diputuskan, kita akan melihat-lihat di sini dulu"
Baru saja Qin Yu menyelesaikan perkataannya, Xiao Lan dengan gerakan cepat berlari disalah satu penjaja makanan yang menjual berbagai jenis makanan laut.
Melihat hal itu, Qin Yu mencoba menghentikan Xiao Lan, "Xiao Lan! Tunggu! jangan pisah rombongan!" Ucapnya yang berjalan menyusul Xiao Lan.
Melihat tingkah laku Xiao Lan yang main lari saja, membuat Maria menepuk keningnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya karena kebiasaannya. Selang beberapa menit kemudian, Maria heran mendengar suara dan saat dirinya mencari asal suara tersebut, seketika wajahnya berubah menjadi gemas saat melihat seekor anak anjing sedang menggonggong kearahnya.
"Anak anjing!" Ucap Maria dengan wajah gemasnya.
Tiba-tiba, anak anjing itu berlari ke suatu arah sambil menggonggong, seakan Anjing itu sedang memberi sebuah kode pada Maria.
"Guk Guk Guk!"
Terkejut melihat anak anjing itu menggonggong padabya sambil berlari membuat Maria mengikutinya, "Tunggu, kamu mau pergi kemana?" Ucap Maria mengikuti kemana perginya anak anjing tersebut.
__ADS_1