
"Ayo kita ganti tempat sekarang"
"............ Apa kamu yakin? Akan sedikit sakit jika aku menggigit lehermu..."
"Tidak apa-apa, lakukanlah"
Mendengarnya, Maria sedikit gugup dan bingung saat mendengar perkataan Xiao Lan padanya. Tapi, ketika melihat gadis itu setuju, dengan wajah memerah, ia pun melakukannya.
"Oke, kalau begitu. Kenapa aku sedikit gugup? Padahal aku sering melakukannya... Tidak, aku harus tenang"
Dengan tenang dan tidak tergesa, Maria mendekati dan memeluk Xiao Lan dengan lembut dan mulai membuka mulut memperlihatkan gigi taringnya yang runcing. Dalam sekali gigit, Maria pun berhasil melakukannya.
"Auww!!" Desah Xiao Lan menahan rasa sakit dari gigitannya. Saat pertama kali Maria meminum darah, tanpa sadar ia mengcekeram kuat Xiao Lan yang membuatnya menjatuhi tubuh Xiao Lan. Seakan lepas kendali, dia pun secara tidak sadar menggigit dan meminum darahnya secara berlebihan. Membuat gadis itu terkejut dan merasakan sakit yang teramat sangat.
"Maria?"
Sadar dengan apa yang dilakukannya, Maria segera menghentikan dirinya. Dengan nafas yang memburu, ia pun bangkit, "Xiao Lan... Aku...
__ADS_1
"Hmm? Apa kamu baik-baik saja?" Tanyanya saat mendengar perkataan Maria.
"Maaf... Barusan aku tidak bisa mengontrol diriku" Lirihnya meminta maaf.
Xiao Lan terdiam. Dia tidak mengerti apa maksud dari perkataan Maria. Dengan bingung, dirinya bertanya, "Apakah karena kamu lama menahan lapar?"
"Kurasa"
"Lalu kenapa kamu tidak pergi berburu?" Tanyanya kembali.
Mendengarnya, wajahnya seketika memerah. Dengan malunya, ia pun mengatakan alasannya, "Karena kamu... Terlalu lucu..."
"Itu karena kamu sangat bergantung padaku, saat dirimu menjadi serigala kecil. Karena itu, aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian" Ucapnya. Wajahnya seketika berubah menjadi merah semerah tomat. Seketika Xiao Lan terkejut dengan perkataan Maria.
"Akuu... Bergantung... Kenapa? Tunggu? Ada apa dengan ingatan ini?"
Sekilas ingatan tentang dirinya yang saat itu masih serigala kecil pun terlintas di pikirannya dan Betapa terkejutnya, saat melihat salah satu scene dimana ia memeluk erat Maria dan mengecup bibirnya. Dengan wajah yang memerah, ia segera menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut karena baru sadar ia tidak memakai pakaian sehelai pun. Dengan wajah malu, dirinya meminta tolong padanya, "Ma-Maria, Bisakah kamu... Membantuku mengambilkan pakaian untukku?'
__ADS_1
"??? Tentu saja aku juga akan keluar"
Maria segera bergegas mengambil pakaian dan berjalan keluar, "Ah... Aku hanya ingin menghiburnya... Kenapa aku tiba-tiba tidak bisa mengontrol diriku?"
Saat keluar, dirinya terkejut melihat Qin Yu dan Xiao Hei berada di ruang tamu. Melihat kedatangan Maria, Qin Yu pun menyapanya, "Yo~Maria~"
"Qin Yu, bukankah pakaian itu cukup panas?" Kata Maria setelah melihat pakaian yang dikenakan Qin Yu dan Xiao Hei sama. Mendengarnya, ia hanya merespon dengan tertawa kecil, "Hahahahaha!"
"Oh ya, aku ingin memberitahukan bahwa Xiao Lan sudah kembali seperti semula" Ucapnya memberitahu keadaan Xiao Lan.
Ya Ge yang mendengarnya seketika kaget. Bersamaan dengan itu, Xiao Lan pun keluar dan terkejut mendapati Ya Ge, "Kakak..." Serunya. Dia lalu berdiri di samping Maria.
Ya Ge terdiam sejenak saat melihatnya, namun karena tidak ingin ada kesalahpahaman, dirinya lalu mengatakan alasan kedatangannya, "Tidak, aku di sini hanya ingin menanyakan padamu, apakah kamu mau pulang bersamaku?"
"............, menoleh, "Maaf, aku tidak ingin kembali!" Jawabnya sambil menundukkan kepalanya.
"..........."
__ADS_1
Maria yang mendengarnya pun hanya terdiam dengan wajah yang memerah.