
"Kak Qin Yu, kami berdua pergi dulu ya ke festival kembang api!" Kata Xiao Lan sedikit lebih tinggi
"Oke! Hati-hati di jalan~" Sahut Qin Yu dari dalam kamarnya.
"Mari kita pergi sekarang, Maria~" Ajaknya.
Maria melirik jam tangannya, "Hmm... Masih ada waktu sebelum kembang api-nya dimulai. Mau pelan-pelan jalan kesana?" Tanya Maria pada Xiao Lan.
"Ya. Aku rasa ini Waktu yang tepat untuk untuk mengamatinya" Gumam Xiao Lan.
Karena tidak memperhatikan sekitarnya, seorang pejalan kaki tanpa sengaja menabrak dirinya.
*Brak... "Ah.. Maaf"
"Hmm~ Ramai sekali rupanya...!" Liriknya.
Gadis itu memperhatikan sekelilingnya, dan ternyata banyak orang yang lalu-lalang. Sepertinya orang-orang itu juga sedang menonton kembang api.
Karena orang-orang banyak yang berdesakan, tangan Xiao Lan tanpa sengaja menyentuh tangan Maria. Menyadari bahwa tangannya tersentuh, Maria langsung menggenggam erat tangan gadis itu. Sadar Tangannya digenggam, Xiao Lan menatap Maria dengan ekspresi wajah yang memerah. Seakan bertanya.
"Hmm? Bukankah dengan begini, kita tidak akan terpisah, bukan? Seperti yang kamu bilang sebelumnya" Jawab Maria setelah melihat ekspresi wajah Xiao Lan.
__ADS_1
"Oh... Iya! Ternyata dia mengingatkannya! Oke.. Aku tidak boleh salah langkah. Maria, kamu tertarik dengan hal apa?" Tanyanya.
"Kenapa tiba-tiba menanyakan soal itu?"
"Karena aku ingin lebih dekat sebagai seorang teman~"
"Oh... Aku tertarik dengan... hewan kecil? Mungkin..." Jawab Maria sambil membayangkan beberapa hewan.
Mendengarnya, Xiao Lan memasang wajah datar, "Sepertinya, aku menanyakan sesuatu yang tidak penting. Ini sih mudah ditebak"
"Oh ya, berbicara dengan hewan, apakah kamu bisa berbicara dengan seekor anjing?"
"Bukan saja dengan anjing, tetapi semua hewan aku bisa"
Mendengarnya, Xiao Lan tersipu malu, "Hehe~"
Tepat pukul 22.00 tepat, semua orang berkumpul untuk menyaksikan festival kembang api bersama. Xiao Lan yang juga menyaksikan, seketika senang dan bahagia.
"Festivalnya akan segera dimulai, tapi orang-orang terlalu banyak..." Gumamnya sambil memperhatikan sekelilingnya.
Saat ia hendak berjalan, tiba-tiba dirinya merasakan suatu getaran dari tangan Maria. Xiao Lan menoleh ke arahnya dan terkejut mendapatinya menutup mulutnya yang tiba-tiba memunculkan empat buah taring. Xiao Lan yang melihatnya, seketika panik. Terlebih lagi, saat dirinya melihat kedua matanya berubah menjadi merah legam. Menyadari hal itu, Xiao Lan berkeringat dingin, "Gawat.. Orang-orang mulai banyak. Bagi seorang vampir, keadaan ini... Maria.. Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Xiao Lan padanya.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Xiao Lan, Maria menatap gadis itu dengan mata merah legamnya dan berkata, "Maaf, Xiao Lan. Sebaiknya kita ganti tempat" Ujarnya saat menyadari keempat gigi taringnya muncul. Dirinya pun berjalan melewati kerumunan orang-orang yang sedang berkumpul sambil menggenggam tangan Xiao Lan.
Xiao Lan merasa bersalah karena tidak mempertimbangkan semuanya dengan matang, "Aku tidak memikirkan semua ini akan terjadi.. Dia pasti merasa tidak nyaman dengan semua ini" batinnya. Dengan pasrah, ia pun membiarkan dirinya mengikuti kemana langkah Maria pergi. Karena tidak mengetahui arah mana Maria tuju, ia seketika terkejut saat melihat sekitarnya gelap, "Huh?! Dimana kita? Tempat apa ini?" Tanyanya sambil memperhatikan sekelilingnya.
Saat dirinya sedang kebingungan dengan tempat yang sedang dituju, Maria berbalik kearah Xiao Lan dan menarik tangannya serta memeluknya. Xiao Lan yang melihat Maria memeluk dirinya, seketika wajahnya memerah dan terlihat bingung "Apa yang sebenarnya terjadi?!"
"Pegangan yang erat" Ucap Maria sambil melebarkan sayapnya. Setelah mengucapkannya, dirinya melesat terbang dengan cepat.
"Kyaaa!" Xiao Lan berteriak histeris saat mendengar perkataan Maria. Belum siap dirinya untuk berpegangan, Maria sudah melesat cepat.
*Wuuush...
Saat dirinya dan Maria berada di udara, terdengar suara kembang api yang sangat keras dan bertebaran di angkasa.
*Bang... Bang... Bang...
Maria mendarat di salah satu gedung bertingkat. Xiao Lan pun turun dan takjub saat menyaksikan festival kembang api telah dimulai, "Wow~"
*Bang... Bang... Bang...
Suara kembang api terus bersahutan menghiasi langit. Maria berjalan mendekati Xiao Lan yang saat sedang asyik menikmati festival kembang api, "Indah sekali~" Ucap Xiao Lan dengan mata yang berbinar.
__ADS_1
"Ternyata.. Melihatnya seperti ini bisa menenangkan hati" Gumamnya sambil tersenyum melihat Xiao Lan menyaksikan festival kembang api. Tapi, detik hingga, ia terlihat diam. Sepertinya dirinya sedang memikirkan sesuatu, "Sepertinya aku tidak bisa bekerja dengan manusia. Bisa-bisa muncul sebuah masalah. Jika begini, jalan satu-satunya, hanya bar itu diriku bisa bekerja. Aku benar-benar tidak ingin melihat bartender sia*lan itu lagi..." Ucapnya dengan mata yang tajam.