
Sementara Maria mengikuti kemana anak anjing itu menuntunnya, Terlihat Qin Yu kelelahan mengejar Xiao Lan yang lebih dulu berlari ke salah satu penjaja makanan.
"Xiao Lan, perlahan kan langkah mu!" Kata Qin Yu yang hampir mendekati Xiao Lan.
Tapi, saat dirinya sudah masuk, seketika matanya membelalak melihat Xiao Lan memakan berbagai jenis makanan laut. Seperti udang bakar, cumi goreng, sate dan kepiting saus tomat yang dilumuri dengan saus sambal. Dengan keringat dingin yang membasahi wajahnya, Qin Yu menanyakan sesuatu, "Apakah kamu benar-benar sudah makan?"
Xiao Lan yang mendengarnya, hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda tidak. Terlihat dari caranya makan, kita bisa tahu jika Xiao Lan benar-benar sangat lapar. Terbukti dari banyaknya makanan yang dimakannya. Disaat dirinya sedang mengunyah makanan, Qin Yu tiba-tiba kepikiran Maria, "Tunggu, apakah Maria sudah masuk? Ya ampun, diluar juga tidak ada!" Qin berjalan keluar dan mengedarkan pandangannya ke semua arah tapi tidak menemukan keberadaan Maria.
Mendengarnya, Xiao Lan seketika panik, "Ini semua karena salahku. Aku berjalan terlalu cepat... Jangan-jangan telah terjadi sesuatu pada Maria?!" Terlihat wajah panik Xiao Lan yang tak karuan saat mengetahui Maria tidak bersama dengan mereka.
"Tenanglah, Xiao Lan. Kita tidak bisa menyelesaikan masalah hanya dengan panik"
"Baik.."
"Pertama, "Tidak mungkin terjadi suatu hal padanya. Jangan pernah meremehkan vampir berambut merah, seperti Maria. Selain itu, Tidak mungkin dia pergi tanpa memberitahu kita, pasti ada suatu hal yang dia lakukan" Kata Qin Yu yang berasumsi bahwa Maria karena suatu urusan.
Xiao Lan yang mendengarnya, seketika membenarkan perkataan Qin Yu, "Benar juga. Tapi... Bagaimana caranya menemukan seseorang yang tidak memiliki ponsel..." Sebuah pertanyaan terucap dari mulut Xiao Lan ketika sadar Maria tidak mempunyai ponsel.
"Xiao Lan! Bukankah dirimu memiliki indera penciuman? Kenapa kamu tidak menggunakannya untuk mencari keberadaan Maria?" Ucap Qin Yu yang menyadari Xiao Lan memiliki indera penciuman yang tajam.
Mendengar perkataan Qin Yu, seketika Xiao Lan sadar, "Benar juga! Kenapa aku tidak memikirkannya. Tapi, sebaiknya kita pergi dari sini, aroma makanan ini terlalu merusak konsentrasi ku..." Ucap Xiao Lan. Tak terasa air liurnya menetes karena mencium aroma makanan yang sedang dimasak.
"......" Qin Yu hanya terdiam saat mendengarnya.
Sementara itu, Maria yang mengikuti kemana perginya anak anjing itu, wajahnya seketika berubah menjadi berkeringat dingin saat tahu dirinya dibawa disalah satu bangunan yang terbengkalai. Dengan rasa was-was, dirinya bergumam, Tempat apa ini? Dimana aku? Kemana dia membawaku pergi?" Gumam Maria sembari mengikuti anjing tersebut.
Tiba-tiba, anak anjing itu berhenti dan mengeluarkan suara.
__ADS_1
"Guk!"
Saat Maria bingung dengan tingkah anak anjing itu yang tiba-tiba mengeluarkan suara, seketika dirinya dikejutkan oleh suara yang berasal dari sebuah pohon yang lumayan tinggi.
"Meoww~"
Bingung mendengar suatu suara, dirinya mendongak ke atas dan terkejut mendapati seekor kucing berwarna putih sedang kesusahan turun.
"Eh? Jadi begitu rupanya..." Maria tiba-tiba tersenyum saat tahu maksud dari anak anjing itu menuntunnya, ternyata dia ingin meminta tolong.
Tanpa rasa takut, dengan mudahnya Maria menaiki pohon tersebut. Setelah Berhasil naik, dirinya mengulurkan tangannya seolah-olah meminta kucing tersebut untuk mendekat, "Ayo Kemarilah! Aku akan menyelamatkan dirimu" Ucap Maria yang mencoba meraih kucing itu.
Awalnya, kucing putih tersebut bersikap agresif saat melihat Maria mengulurkan tangannya, tapi detik kemudian, kucing itu terlihat tenang saat merasakan ketulusan hati Maria yang ingin menyelamatkan dirinya.
Maria tersenyum saat melihat kucing itu yang awal bersikap agresif kini berubah menjadi lembut. Bisa dibilang, kucing putih itu salah paham akan sikap Maria terhadapnya.
Seakan mengerti dengan ucapannya, kucing putih tersebut akhirnya mendekati Maria. Melihat kucing putih itu mendekat, sepelan mungkin, Maria memegangnya.
*Sret...
Dengan pegangan tangan yang halus, Maria akhirnya turun. Bersamaan dengan turunnya dirinya, Terdengar suara anak anjing itu, menggonggong bertanda senang.
"Guk! Guk!"
Mendengar anak anjing itu menggonggong, Maria segera melepaskan kucing putih tersebut dari gendongannya dan berjalan mendekatinya. Dengan rasa penasaran, Maria pun mengangkatnya, "Kamu ternyata memiliki hati yang baik, ya. Tapi, kenapa kamu memilihku? Hmm? Kamu tidak terlihat seperti
anjing liar... Lebih tepatnya, kamu sudah terlatih!"
__ADS_1
Baru saja Maria sedang memikirkan sesuatu, tiba-tiba dirinya dikejutkan oleh suara seseorang yang familiar, "Mainnya terlihat seru, ya.." Ucapnya.
Sadar Mendengar suara seseorang, Maria mendongak ke atas dan terkejut melihat pemilik dari suara yang didengarnya. Ternyata, suara tersebut adalah suara Xiao Lan. Melihat gadis itu berdiri tepat di hadapannya, seketika wajah Maria berubah menjadi pucat. Dengan keringat dingin yang mulai menetes, sebisa mungkin dirinya menjelaskan, "A-a-aku bisa jelaskan..."
"Tidak! Tidak perlu. Aku yang seharusnya seperti itu" Ucapnya memotong perkataan Maria.
Baru saja selesai berbicara, anak anjing itu tiba-tiba mengajak Xiao Lan berkomunikasi.
"Guk Guk Guk!"
Xiao Lan yang mendengarnya, terdiam sejenak, "Oh begitu rupanya kamu terpisah dengan majikan mu, ya..." Ucap Xiao Lan setelah mengerti mengapa dirinya diajak berkomunikasi.
"Apa? Kamu bisa memahami bahasanya?!" Maria yang mendengarnya seketika terkejut bukan main. Dirinya tidak mengira gadis dihadapannya bisa berkomunikasi dengan hewan.
"Bukan hal itu yang penting. Kamu juga ikut, ya. Kita pergi bersama mencari keberadaan majikanmu~" Ucap Xiao Lan sambil menggandeng tangan Maria.
Mendengar perkataan Xiao Lan, Anak anjing tersebut terlihat senang saat dirinya akan bertemu lagi dengan majikannya.
Bingung dengan sikap Xiao Lan yang menggandeng tangannya secara tiba-tiba, membuat dirinya bertanya, "Xiao Lan, apa yang kamu lakukan?"
Dengan wajah yang memerah, ia pun menjawab pertanyaan Maria, "Jangan terpisah lagi, ya. Aku dan kak Qin Yu khawatir dengan dirimu!"
Sementara itu, tepatnya di desa manusia serigala, terdengar suara seseorang yang sedang berbicara dengan serius.
"Beberapa hari lagi bulan purnama akan muncul. Berhati-hatilah.." Ucapnya kepada seorang wanita manusia serigala yang memiliki badan kekar.
Mendengar perintah itu, sang wanita serigala mengangguk mengerti, "Baik, aku paham"
__ADS_1
"Mengenai masalah Xiao Lan... Keserakahan dia padamu"