
"Kamu... Tahu siapa aku?" Herannya.
"........... melangkah mendekat, "Hm... Sehelai rambut berwarna kuning, bekas luka. Oh! Aku ingat sekarang! Dirimu adalah manusia serigala yang diutus untuk berbicara denganku sewaktu di desa manusia serigala! Apakah namamu... Xiao Hei?"
Mendengarnya, manusia serigala itu seketika gugup, "Ah... Tidak... Itu bukan namaku..."
Qin Yu yang melihatnya seketika langsung memegang kedua pipinya dan sambil tersenyum, dia pun tertawa bahagia, "Wow, kamu telah tumbuh begitu besar!"
Manusia serigala... Ah... Maaf, maksudku Xiao Hei yang melihat Qin Yu memegang pipinya seketika wajahnya memerah semerah tomat. Sementara Maria dan si kecil Xiao Lan hanya menatapnya dengan tatapan datar seolah-olah tidak ingin ikut terlibat. Sambil menurunkan Xiao Lan dari atas kepalanya, Maria pun mendekatinya, "Aku tidak peduli jika kalian berdua saling mengenal satu sama lain, asalkan jangan membawa pergi Xiao Lan"
"......"
"......"
Xiao Hei menatap kesal pada Maria karena ucapannya. Mendengar perkataan ucapannya, Qin Yu pun menoleh dan bertanya, "Tunggu? Kamu di sini untuk membawa kembali Xiao Lan ke desa manusia serigala?"
"Ya, tapi... Tujuan utamaku adalah memastikan bahwa Xiao aman sekarang. Aku hanya ingin memintanya kembali"
"Dengan kata lain kamu akan memaksanya?"
"Ya... Tapi itu hanya rencanaku" Timpal Xiao Hei yang menjelaskan. Maria yang mendengarnya pun terdiam. Sama halnya dengan Qin Yu. Dia pun terdiam. Saat dirinya hendak berdiri, matanya tiba-tiba menatap dengan tatapan terkejut dan kaget karena melihat lengan kiri Maria terluka. Dengan suara keras, dia pun berteriak, "EEEHHHH? MARIA, TANGANMU DIGIGIT!"
__ADS_1
Dengan tatapan datar, Maria hanya menjawab dengan singkat, "Ya... Benar..."
Karena transformasi Xiao Lan berjalan lancar, Qin Yu akhirnya memutuskan untuk kembali pulang, "Karena transformasi Xiao Lan sudah terjadi, maka kita harus bergegas kembali. Kita bicarakan segalanya di sana. Xiao Hei, kamu juga ikut"
"Ah... Tentu"
Xiao Hei pun bangkit dengan tubuh yang bergemetar hebat. Getarannya terasa di sekujur tubuh. Sepertinya efek samping dari bom asap yang diledakkan Maria mulai bekerja. Qin Yu yang melihat ada sesuatu yang terjadi padanya pun bertanya, "Apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu... Merasa sakit?"
"Tidak apa-apa, aku bisa menerimanya" Ucapnya sembari berdiri dan berusaha untuk tetap tersadar. Sayangnya, karena efek samping yang begitu kuat dan tidak dapat menahannya, serigala hitam Itu akhirnya jatuh ke pelukan Qin Yu dalam keadaan tidak sadarkan diri. Melihat Xiao Hei yang tidak sadarkan diri, Qin Yu menoleh ke Maria dan bertanya, "Tunggu... Apakah kamu menggunakan itu...?!"
"............ Baiklah baiklah, aku akan membawa kembali kalian semua"
Karena merasa bersalah, Maria akhirnya membawa Qin Yu, Xiao Hei dan Xiao Lan kembali pulang ke rumah dengan cara terbang. Selama di perjalanan, Qin Yu bertanya pada Maria karena takut akan terjadi apa-apa terhadap lukanya, "Apakah kamu baik-baik saja? Meski dengan lengan yang terluka?"
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka berempat sudah sampai. Dengan cepat, Qin Yu mengambil kotak obat dan mengobati luka Maria lalu menutupinya dengan perban kasa agar tetap kering.
"Baiklah, sudah selesai. Tolong jangan membukanya jika belum benar-benar sembuh total"
"Tentu... Terimakasih"
"Katakan, berapa lama ini bisa sembuh?" Tanya Qin Yu pada Maria. Dia ingin tahu apakah seorang vampir pernah mendapat luka seperti ini atau tidak.
__ADS_1
"Mungkin... Sebulan atau lebih. Ini pertama kalinya aku digigit jadi aku tidak terlalu yakin" Seru Maria dengan tatapan datar.
Mendengarnya, Qin Yu tersentak, "Hah? Selama itu? Nanti aku akan memeriksamu lagi"
"Baiklah..."
Setelah mengobati Maria, Qin Yu bangkit dan menoleh ke pada Xiao Hei yang terbaring lemas di sofa, "Xiao Hei, kamu istirahatlah di sini sementara"
"Terimakasih, namaku... Namaku adalah... Ya Ge" Ucapnya memberi tahu nama panggilan sebenarnya. Qin Yu yang mendengarnya seketika berjalan mendekatinya dan mencubit serta menarik kedua pipinya, "Baiklah Xiao Hei"
"Wah!!" Wajah Xiao Hei berubah menjadi memerah saat menyadari Qin Yu memegang pipinya. Sementara Xiao Lan sedang tertidur pulas di pangkuannya, Maria bertanya pada wanita berkacamata itu.
"Katakan, apa efek samping dari bom asap tersebut?"
Qin Yu yang saat itu sedang memegang pipi Xiao Hei seketika terlihat canggung. Dengan ekspresi sedikit bersalah, dia pun mengatakannya, "Oh, itu... Gejala utamanya adalah pusing, kelelahan, dan penurunan fungsi tubuh. Butuh waktu lama untuk sembuh"
Maria yang Mendengarnya seketika membelalakkan matanya dan berkeringat dingin karena terkejut. Andai saja waktu itu dia meledakkannya pada Xiao Lan, mungkin saat itu juga Xiao Lan akan mengalami apa yang dikatakan Qin Yu padanya. karena malam semakin larut, Qin Yu meminta Maria segera membawa masuk Xiao Lan ke kamar guna beristirahat.
Sementara Qin Yu dan Xiao Hei berada di ruang tamu, terlihat Xiao Lan sedang menarik selimut dan mengarahkannya pada Maria. Melihat apa yang dilakukan si kecil Xiao Lan, dengan sigap dirinya bertanya, "Apa yang kamu inginkan? Apakah kamu ingin tidur?"
Seakan mengerti dengan perkataan Maria, Xiao Lan yang telah bertransformasi menjadi serigala kecil nan imut menoleh padanya. Seketika itu Maria yang melihatnya wajahnya memerah karena melihat senyum Xiao Lan untuknya, "Imutnya!!"
__ADS_1
Saking lucu dan imut wajah Xiao Lan, Maria dengan refleks ingin menyentuh dan melerai bulu lembutnya. Akan tetapi saat tangannya hampir menyentuhnya, terdengar suara yang berasal dari luka yang dideritanya.
"Ada apa dengan lenganku?"