
Di malam berikutnya, Maria memakai pakaiannya untuk bekerja. Terlihat dirinya memikirkan sesuatu, "Sudah tiga hari aku bekerja. Keadaan masih cukup santai, tidak ada sesuatu yang terjadi. Semoga keadaan terus seperti ini"
Krieeet...
Saat keluar, dirinya heran mendapati Xiao Lan sedang melamun, seperti sedang memikirkan sesuatu. Sebuah senyuman jahil terlihat di wajahnya. Dengan perlahan, Maria mendekatinya dan seketika itu juga, dia memegang kedua telinga Xiao Lan. Kaget mendapat sentuhan mendadak, gadis serigala itu berteriak keras, "Kyaaa!!"
Gadis itu berbalik dan terkejut mendapati Maria berada dibelakangnya. Melihat ekspresi wajah terkejutnya, Maria pun bertanya, "Apa yang sedang kamu pikirkan? Sampai melamun begitu"
"Bukan apa-apa"
"Benarkah? Kalau begitu, aku berangkat kerja dulu ya, bye!" Karena tidak mendapat jawaban, Maria memutuskan untuk pergi bekerja saja. Saat langkahnya baru selangkah, Xiao Lan tiba-tiba menghentikannya, "Tunggu! Apakah aku boleh... aku ikut denganmu?"
"Huh? Apa ini yang dia pikirkan tadi?" Gumam Maria. Ia tidak mengerti apa yang dimaui Xiao Lan. Dirinya berbalik menghadap ke gadis disampingnya dan menatapnya seakan meminta apa yang ingin dikatakan. Xiao Lan yang melihatnya, dengan malu-malu akhirnya mengatakannya, "Sebenarnya aku hanya penasaran. Seperti apa itu bar.. Jika kamu mengizinkan, boleh aku ikut denganmu"
Karena tidak tega meninggalkan Xiao Lan dirumah sendiri, akhirnya dia menyetujuinya, "Oke, pergilah bersiap, aku akan menunggumu"
*Brakk...
__ADS_1
Baru saja mengatakannya, dengan gerakan cepat, gadis itu berlari menuju ke kamar untuk mengganti pakaiannya. Sementara Maria yang menyaksikannya seketika mematung dibuatnya.
Tiga puluh menit berjalan kaki, akhirnya mereka berdua sudah sampai di tempat yang dituju. Xiao Lan terkesima melihat penampilan bar, tempat Maria bekerja saat ini. Sebelum pergi, Maria menanyakan sesuatu, "Dengarkan, tunggulah di meja bar ini sebentar, aku ingin pergi ganti baju seragam dulu"
"Ok!" Jawab Xiao Lan dengan singkat.
Mendengar jawabannya, Maria bergegas meninggalkannya dan berjalan menuju ruang ganti. Bersamaan dengan masuknya Maria ke dalam ruangan ganti, Xiao Jiu yang saat itu juga keluar dari ruangan yang bersebelahan dengan ruang ganti. Saat hendak berjalan, dirinya terkejut melihat Xiao Lan. Merasa melihat sendirian, Xiao Jiu menyapanya, "Halo adik Manis~"
"Halo.."
"Aku sedang menunggu seseorang"
"Oh begitu.. Kamu terlihat imut dan lucu, mau ya ku traktir minum" Ajaknya.
"Ah, tidak usah. Nanti merepotkan" Xiao Lan menolak secara halus.
"Tidak perlu sungkan dan malu~ Mau ya. Eh?"
__ADS_1
Baru saja ingin melangkah untuk mengambilkan segelas wine, sebuah tangan mengcekeram erat dan kuat bahunya. Penasaran siapa pemiliknya, Xiao Jiu berbalik dan berkeringat dingin saat tahu Pemiliknya adalah Maria. Dengan tatapan sinis dan tidak bersahabat, Maria bertanya, "Ular kecil, apa yang sedang kamu lakukan?"
Mendengar pertanyaannya yang seakan menuduh dirinya, Xiao Jiu pun menjelaskan, "Apaan sih? Aku kan cuma bersikap ramah saja!"
"Benarkah?" Maria yang awalnya menatap sinis dan tidak bersahabat, seketika berubah kalem saat mendengar penjelasannya.
"Maria, tenanglah tidak ada apa-apa" Xiao Lan yang berada di dekatnya, berusaha untuk menenangkan Maria yang mulai terlihat kesal.
"Lihat! Kubilang apa!" Terlihat Xiao Jiu meninggikan suaranya karena kesal dengan sikap Maria yang menuduhnya.
Disaat Maria dan Xiao Jiu sedang berdebat karena hal itu, terdengar suara yang yang mengagetkan keduanya, "Hmm~ Mulai ribut nih~" Tegurnya.
Untuk sesaat, Maria dan Xiao Jiu berhenti saat mendengarnya. Maria terlihat terdiam seribu bahasa mendengar suaranya. Sekali lagi, orang itu memanggil namanya, yang membuat Maria terkejut, "Lama tidak berjumpa.. Mary~" Ucapnya dengan senyuman yang tersungging di bibirnya. Xiao Jiu menatap heran kearah orang tersebut dan memanggilnya, "Bos?! Apa yang anda lakukan disana?" Tanyanya.
Tapi, berbeda dengan Maria, dirinya justru terlihat terdiam sejenak saat melihatnya. Seakan tak percaya, orang itu berjalan mendekatinya dan mencoba mengajak berbicara, "Hmm? Apakah kamu tidak mengingat siapa aku?"
Maria hanya memasang ekspresi wajah yang tidak dapat diartikan. Dengan langkah kaki yang pelan, dirinya berjalan mendekati Orang itu dan memberi salam hormat padanya, "Bagaimana mana mungkin aku melupakanmu 'Master'!"
__ADS_1