
Saat jam istirahat, Maria berjalan menghampiri atasannya yang sedang terlibat bermain video game. Dengan ragu-ragu, ia pun berkata, "Mhm, saya memiliki beberapa urusan yang harus saya lakukan dalam dua hari ke depan. Bisakah anda mengizinkan saya untuk cuti?"
Touka yang mendengarnya, langsung berbalik, "Izin? Baiklah, baiklah. Pergilah bekerja untuk saat ini" Balasnya. Dia pun melanjutkan permainannya yang sempat terhenti.
Maria yang mendengarnya, seketika terdiam. Terlihat dirinya sedang memikirkan sesuatu. Karena yang dipikirkannya bersangkutan dengan Xiao lan, ia pun memberanikan diri untuk bertanya, "Boss..."
"Hm?'' Dengunnya. Matanya masih terfokus pada permainan yang ia mainkan.
"Pernahkah ada ras Vampir/manusia serigala?" Tanyanya.
Touka yang mendengarnya, langsung meng-jeda permainannya dan menatap kearah Maria, "Ohh, jadi kamu mengambil cuti Xiao Lan, hah?"
"Anda tahu sesuatu tentang dia..." Kaget Maria saat mendengar perkataan Touka.
Melihat ekspresi terkejutnya, Touka pun memberitahunya, "Aku tahu. Aku yang membaca ingatannya terakhir kali, kamu tahu! Tentu dengan persetujuannya, jelas!"
''......'' Maria terdiam saat mendengarnya. Ia tidak menyangka atasannya melakukan hal itu. Touka pun melanjutkan perkataannya.
"Keturunan campuran seperti dia... sangat langka. Aku tidak ingat pernah bertemu dengan siapapun kecuali dia"
"Hm... Baik, apakah dia juga akan mempertahankan semua kemampuan Vampir...?"
__ADS_1
"soal itu aku tidak terlalu yakin tentang hal itu. Dari apa yang kulihat dalam ingatannya, pada hari-hari yang sudah ditentukan semua akan berbalik ketika dia mulai menunjukkan tanda-tanda Vampir. Namun... Sulit untuk dipercaya, perlahan-lahan mereka akan muncul dan mengambil ahli tubuh gadis itu" Ucapnya sembari memainkan permainannya.
"......" Maria terdiam saat mendengar penjelasan dari atasan. Diapun memalingkan wajahnya ke arah samping, "Tidak heran kenapa aku tidak menyadarinya sejak mengenalnya cukup lama... Semuanya terasa begitu rumit. menghela nafas, "Saya mengerti, baik saya permisi dulu untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda" Kata Maria sembari menundukkan kepalanya.
"Pergilah!" Ucapnya.
Maria pun melangkahkan kakinya meninggalkan atasannya yang sedang sibuk dengan aktivitasnya bermain video game. Saat langkahnya sudah hampir menjauh, ia pun berhenti ketika mendengar panggilan Touka, "Maria"
Terhenti, "Hm?"
"Usahakan jangan sampai tergigit olehnya"
"Ya, saya mengerti" Ucapnya sembari berjalan menjauh.
Qin Yu, dan Maria membawa Xiao Lan ke suatu hutan yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. dia juga tidak lupa membawa seutas rantai.
"Xiao Lan, kamu duduk disini. Ah, benar. Maria, Kemarilah bantu aku mengikatkan" Kata Qin Yu sembari memberikan seutas rantai kepadanya. Maria pun menerimanya dan mengikuti arahan Qin Yu, "Seperti ini?"
"Yap, itu benar, selesai" Kata Qin Yu sambil mengacungkan jempolnya setelah berhasil mengikat kuat-kuat Xiao Lan di kempat sisi pohon besar dan tinggi serta memiliki akar yang panjang. Maria menatap Qin Yu dengan tatapan datar. Melihatnya melakukan hal itu, membuatnya tidak mengerti cara berpikirnya.
Xiao Lan memperhatikan rantai yang mengikat dirinya dan bertanya, "Qin Yu, dimanakah kamu mendapatkan rantai setebal ini?" Tanyanya dengan heran, karena saat ia mencari seperti itu ia hanya menemukan yang tipis. Mendengarnya, Qin Yu pun menjawab, "Ah ini, aku meminta temannya Qianqian untuk membantuku membuatnya. Dia juga bisa mengerjakan logam~" Jelasnya.
__ADS_1
"Oh, jadi begitu. Yah, terimakasih atas kerja kerasmu" Kata Xiao Lan sambil menundukkan kepalanya.
"Jangan khawatir, serahkan saja pada kami" Ucapnya sambil melangkah pergi. Kemudian, Qin Yu mengajak Maria untuk meninggalkan Xiao Lan sendirian. Maria menatap gadis serigala itu dengan tatapan nanar sembari berjalan menjauh mengikuti Qin Yu. setelah agak jauh, Qin Yu lalu mengeluarkan sihir pelindung agar jika terjadi sesuatu dia atau Maria bisa mengambilnya jalan seribu.
Maria menghentikan langkahnya dan menolehkan kepalanya dan bertanya, "Qin Yu, kamu tidak memberitahu Qianqian tentang Xiao Lan, kan?"
Mendengarnya, Qin Yu pun menoleh dan menjawabnya, "Tentu saja tidak. Lebih baik jika hanya aku dan dirimu saja yang mengetahui situasi Xiao Lan"
"Mm..." Maria tertegun saat mendengarnya.
"Ah, benar, ini" Qin Yu hampir saja melupakan sesuatu. Dia pun mengeluarkan sebuah benda berbentuk kotak berukuran kecil dengan warna biru awan.
Bingung, "Ini apa?"
"Ini adalah sejenis bom asap yang dapat melumpuhkan manusia serigala yang bersifat sementara. Tapi... Efek sampingnya cukup serius jadi jangan gunakan kecuali benar-benar diperlukan"
"Hah? Lalu kenapa kamu membuatnya" Ekspresi wajah Maria seketika berubah saat mendengar perkataan Qin Yu.
Dengan keringat yang membasahi wajahnya karena sedikit takut dengan Maria, dia pun menjelaskan, "Itu karena aku tidak memiliki banyak kekuatan. Jika terjadi sesuatu, maka kamulah harapan terakhirku, melangkah jauh, "Ayo pergi dan tunggu matahari terbenam"
Maria menatap Qin Yu yang perlahan menjauh darinya, lalu menoleh ke arah Xiao Lan sembari memegang erat bom asap yang diberikan oleh Qin Yu.
__ADS_1
Sementara di sisi lain, tepatnya di sebuah hutan yang tidak jauh dari tempatnya Qin Yu, Maria dan Xiao Lan berada, terlihat seorang manusia serigala sedang menggigit pil aneh berwarna biru kebiruan. Detik kemudian, manusia serigala itu pun bertransformasi menjadi serigala dengan kuku-kuku jari yang tajam serta runcing.