
*Krieeet... Cklak....!!!
Ya Ge berjalan masuk ke dalam kamar di susul Qin Yu yang langsung menutup rapat pintu. Sembari membaringkan tubuhnya di atas kasur, terlihat wajahnya memerah karena ini pertama kalinya dia tidur dengan seseorang selain Ibunya. Saat dirinya bersiap untuk tidur, sebuah suara mengagetkannya.
"Terimakasih telah menunggu" Kata Qin Yu sembari melepas ikat rambutnya.
"Eh? Kita memakai pakaian yang sama?" Tanyanya saat menoleh dan kaget melihat pakaian yang dikenakannya sama pakaian yang dipakainya.
Mendengarnya, Qin Yu tertawa tipis, "Haha iya, bagus kan, bajunya?"
Xiao Hei tidak menjawab pertanyaan gadis kacamata itu. Dirinya justru menunjukkan mata berbinar saat melihat pakaiannya sama. Qin Yu lalu berjalan mendekati ranjang. Sembari melepaskan kacamatanya dan mengatur alarm, terlihat dirinya sudah tidak dapat menahan rasa kantuknya, "Hoammm... ternyata sudah selarut ini? Aku berharap bisa berbicara denganmu lebih lama lagi, tapi mungkin kita bisa melakukannya esok hari"
Qin Yu lalu membaringkan tubuhnya membelakangi Ya Ge. Melihat gadis di sampingnya ingin tidur ia pun mematikan lampu agar tidak menggangu tidurnya, "Aku akan mematikan lampunya"
__ADS_1
"Baiklah. Selamat malam, Xiao Hei"
"Selamat malam..."
Tidak butuh waktu lama, Qin Yu pun terlelap. Sementara gadis kacamata itu tertidur pulas, terlihat Ya Ge memandanginya dengan wajah yang memerah. Dengan gugupnya, ia pun tidur di dekatnya. Jantungnya tiba-tiba berdetak kencang saat dirinya ternyata terlalu dekat hingga tanpa sadar Qin Yu berbalik, dan memeluknya dengan erat. Membuat manusia serigala hitam Itu hampir berteriak, saking terkejutnya melihat hal ini, namum dengan cepat ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Agar tidak membangunkannya.
Di sini lain, tepatnya di kamar yang di tempati Maria dan Xiao Lan, terlihat tubuh serigala kecil itu berubah kembali ke bentuk semula, yaitu dalam wujud manusia. Saat dirinya terbangun, terlihat ia bingung mendapati dirinya tertidur di pelukan Maria. Menyadari hal itu, segera ia bangun dan berteriak.
Maria yang saat itu tengah tertidur pulas pun tiba-tiba terbangun karena mendengar suara Xiao Lan. Dengan mata yang masih terpejam, dia pun bangkit, "Ugh... Hm? Xiao Lan, apakah kamu sudah kembali normal..." Tanya Maria.
Bukannya menjawab pertanyaannya, Wajah Xiao Lan tampak terkejut saat melihat lengan kiri Maria di perban. Tiba-tiba, matanya terbuka lebar saat mengingat jelas apa yang diperbuatnya saat itu.
"Bagaimana mungkin aku... Menyakiti orang-orang di sekitarku..."
__ADS_1
Dengan tubuh yang bergetar karena merasa bersalah, Xiao Lan pun menundukkan kepalanya, "Maria, lenganmu... Maafkan aku... Aku... Seharusnya tidak melarikan diri dari tempat itu sejak awal... Seharusnya aku tetap di dalam penghalang itu seperti seharusnya" Lirihnya dengan ketakutan yang terpancar jelas dari dirinya. Melihat gadis didepannya ketakutan karena hal yang dilakukannya, Maria mendekatinya dan memeluk dirinya serta menenangkannya.
"Xiao Lan, sebenarnya... Saat itu aku bisa saja menghentikanmu. Tapi aku tidak melakukannya. Jadi ini juga salahku. Tidak perlu merasa bersalah dengan apa yang dirimu perbuat. Untuk 'kandang'. hanya orang yang bodoh berkata seperti itu. Dan kamu bukanlah orang bodoh, kan? Jika kamu merasa masih bersalah karena melukaiku, maka bantu aku untuk pulih beberapa hari ke depan" Kata Maria dengan ekspresi wajah berharap. Xiao Lan terdiam. Ia tidak mengerti apa yang dimaksudnya.
Maria lalu melepaskan pelukannya dan melanjutkan perkataannya, "Pastikan untuk mendapatkan kembali berat badan juga. Bisakah kamu membantuku dengan perut? Aku sudah kelaparan selama beberapa hari... Jadi.... Ngg...
Perkataan Maria tiba-tiba terhenti ketika ia merasakan sesuatu. Dengan tubuh yang lemas, dirinya mendekatinya, "Ma--maaf... Bi--bisakah... Kamu memberikan darahmu sedikit untukku..."
"Ya..." Xiao Lan pun memberikan tangannya. Namun seketika dirinya menghentikannya. Dengan wajah yang memerah, dia sedikit menyampingkan rambutnya, "Tunggu sebentar"
"???"
"Mari kita ganti tempat"
__ADS_1