
Berjalan mencari Maria, "Dimana dia? Mendengar suara yang dikenalnya, "Huh? Ketemu. Menatap tajam, "Ah, ada orang yang tidak tahu tempatnya... Berjalan mendekat dan merangkul bahu Maria dan bertanya, "Apa yang kamu inginkan dari imutku ini?"
Terkejut dan kaget melihat kedatangan Xiao Lan, gadis itu pun pergi meninggalkannya, "Maaf! Aku permisi dulu!"
"Fufu~" Xiao Lan tertawa kecil saat melihat orang yang mengganggu Maria akhirnya pergi.
"Terima kasih..." Maria pun bernafas lega setelah kepergiannya. Dia juga tidak lupa mengucapkan terima. Mendengarnya, gadis serigala itu tersenyum dan menarik tubuh Maria agar lebih dekat dengannya dan bertanya, "Aku sudah membantumu berkali-kali, bagaimana caramu berterima kasih padaku?"
Maria yang mendengarnya menjawab dengan terbata-bata, "Hah? Lalu... Aku memberikan apapun yang kamu inginkan"
Dengan wajah yang memerah, ia menjawab dengan singkat, "Kamu?"
"Jangan bercanda Seperti itu!" Kata Maria dengan wajah yang tidak kalah memerah dari Xiao Lan. Dia juga mendorong pelan tubuhnya agar sedikit menjauh. Di tolak secara terang-terangan, Gadis itu pun langsung mendekap erat Maria. Wajahnya sangat berdekatan dengan wajah Maria. Dengan wajah yang memerah, Xiao Lan pun berkata, "Aku tidak bercanda! Aku benar-benar serius!"
"Mimpinya berjalan seperti itu~ Kalian berdua benar-benar terbalik~" Kata Qin Yu mengakhiri ceritanya. Ternyata semua itu adalah mimpi creator eh maksudnya Qin Yu yang memimpikannya.
"...... Kenapa aku bersikap seperti itu..." Batin Xiao Lan saat mendengar cerita Qin Yu. Tanpa sadar wajahnya seketika memerah. Tidak sampai disitu saja, Qin Yu masih melanjutkan perkataannya. Terlihat dari caranya berbicara, dia sepertinya ingin mengetahui penampilan Maria ketika itu benar-benar terjadi, "Kya! Aku benar-benar penasaran dengan rupa Maria dengan kuncir kuda? Aku ingin dia mencobanya" Ucapnya dengan wajah yang memerah. Seperti membayangkan apa yang dikatakannya.
__ADS_1
Mendengarnya, Xiao Lan juga penasaran, "Oh! Sekarang karena kamu mengatakannya, aku sedang ingin tahu"
"Benarkah!?" Tanyanya saat mendengar perkataan Xiao Lan. Saat Xiao Lan ingin memberi alasannya, tiba-tiba sebuah detakan yang begitu menyakitkan menjalar di seluruh tubuhnya. Bersamaan dengan itu, dirinya ikut bergetar.
*Deg... Deg... Deg...
"Ng..." Xiao Lan memegang kepalanya yang terasa sangat sakit. Qin Yu yang melihatnya seketika terkejut dan menghampirinya, "Apakah kamu baik-baik?"
Deraian keringat membasahi wajahnya. Karena merasa tidak kuat untuk menahan rasa sakit yang diterimanya, gadis itu akhirnya memilih untuk keluar, "Ugh... Maaf Qin Yu, aku harus keluar sebentar"
"Keluar? Kemana kamu ingin pergi! Di luar sedang turun hujan..."
"Xiao Lan, Tunggu?!"
Qin Yu berusaha menghentikan Xiao Lan agar tidak keluar rumah karena cuaca sedang tidak bersahabat. Sayangnya, sekuat apapun dirinya berteriak memanggil namanya gadis itu sama sekali tidak menggubrisnya. Justru sebaliknya gadis tersebut malah meninggalkannya. Saat Xiao Lan tengah berada di bawah hujan, kuku jari-jarinya tiba-tiba memanjang. Xiao Lan berdengus kesal, "Tsk, kenapa harus bulan ini... Aku belum siap untuk memberitahu semuanya"
2 jam berlalu sejak Xiao Lan keluar dari rumah.
__ADS_1
*Krieeet...
Qin Yu dan Maria terlihat heran saat pintu terbuka secara perlahan. Maria pun berjalan untuk melihat siapa yang keluar hujan-hujanan begini. Baru selangkah kaki diambilnya, dirinya terkejut saat melihat siapa orang yang berada dibalik pintu.
"EH?" Kagetnya.
"Xiao Lan?"
"Kamu pergi ke mana?"
"Kamu bahkan tidak membawa payung!?"
Ternyata, itu adalah Xiao Lan yang datang dengan pakaian yang sudah basah kuyup. Maria segera mengambil handuk kecil dan membersihkan tubuh Xiao Lan yang basah akibat hujan. Xiao Lan terdiam mendengarnya. Terlihat dirinya sedang berkutat dengan pikirannya, "Apa yang harus aku lakukan... Tidak mungkin menemukan tempat yang cocok dalam waktu sesingkat itu... Jika memang begitu, maka yang bisa aku lakukan hanyalah... Memegang tangan Maria, "Aku... Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepadamu"
"...... Baik, tunggu sebentar. Mencubit kedua pipi Xiao Lan, "Baiklah sekarang, Kamu harus berubah"
Qin Yu yang melihat Maria mencubit pipi Xiao Lan, Akhirnya memberikan saran, "Dia benar, kenapa kamu tidak langsung pergi mandi? Atau kamu akan masuk angin!"
__ADS_1
"Ide bagus. ucap Maria setuju dengan saran Qin Yu lalu dengan sigap, dia membawa gadis serigala itu menuju ke kamar mandi, "Cepet dan masuklah di dalam"
"......" Xiao Lan hanya terdiam. Wajahnya seketika memerah.