MY FOOD SEEMS TO BE VERY CUTE

MY FOOD SEEMS TO BE VERY CUTE
CHAP 45-AKU MABUK TADI MALAM


__ADS_3

Paginya, Xiao Lan terbangun dengan wajah yang berkeringat dingin. Terlihat ia memegangi kepalanya sembari terlihat bingung mendapati dirinya sudah berada di rumah. Tepatnya di dalam kamar.


"Kenapa aku berada di kamarku... Apa yang terjadi!" Batin Xiao Lan.


"Kamu sudah bangun..." Ucap Maria. Terlihat dari ekspresi wajahnya, Maria sepertinya sangat khawatir dengan keadaan Xiao Lan.


Xiao Lan yang mendengarnya seketika tersentak dan menoleh pada Maria, "............ Apa yang kamu lakukan disini..."


"Dirimu mabuk tadi malam jadi aku harus menjagamu. Itulah sebabnya aku tidak beristirahat di sofa sekolah" Jelas Maria.


Mendengar hal itu, wajah Xiao Lan seketika berubah menjadi panik, "k... Kalau begitu aku tidak melakukan apapun ketika aku mabuk, kan?"


Maria yang mendengarnya seketika terdiam. Terlihat dari ekspresi wajahnya, ia sedikit menundukkan kepalanya. Terlihat juga wajahnya memerah karena mendengar hal itu dan berkata, "............ Tidak, kamu baru saja tertidur"


"............?"


Setelah mengatakannya, Maria beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mengambil pakaian kemeja berwarna hitam putih lalu Memakainya.


"Apakah hari ini kamu masih bisa bekerja?" Tanya Maria.


"Ah, ya" Jawab Xiao Lan dengan cepat.


"Baiklah, aku akan menunggumu di luar"


"Krieeet!!! Cekrek!!!


Setelah mengatakannya, Maria pun berjalan keluar dari kamar meninggalkan Xiao Lan yang sedang menatapnya dengan tatapan bingung. Sedangkan Xiao Lan yang melihatnya seketika panik dan berkeringat dingin, "Melihat dari reaksinya... Aku pasti melakukan sesuatu! Sial, Bagaimana ini bisa terjadi di hari pertamaku... Aku bahkan membuat masalah untuk Maria lagi! Apa yang harus kulakukan..."

__ADS_1


Sementara Maria yang saat ini berada di luar kamar, terlihat dirinya sedang memegangi wajahnya dengan salah satu tangannya. Terlihat pula wajahnya memerah.


"Kenapa aku kabur lagi... Jadi canggung... Ada apa denganku akhir-akhir ini? Tunggu? Kalau dipikir-pikir, kemana perginya kedua orang lainnya?" Gumam Maria yang menyadari jika Qin Yu dan Ya Ge tidak ada di dalam rumah bersamanya


****************


"Syukurlah kau ada di sini, Xiao Hei. Aku harus melakukan dua perjalanan jika aku sendirian" Kata Qin Yu dengan wajah yang lega.


Ya Ge yang mendengarnya seketika menatapnya dengan heran, "Hal seperti ini bisa dilakukan dengan sihir kan?"


"Aku tidak terbiasa dengan itu. Dan ada banyak orang di sini" Sejujurnya, Qin Yu lebih suka tidak menggunakan sihir dari menggunakannya.


"Kamu benar" Seketika wajah Ya Ge terlihat gugup, sedikit memerah dan menunduk, "Jika demikian kamu dapat bertanya kepada ku di masa depan jika perlu. Sekolahku tidak terlalu jauh dari sini"


Qin Yu terdiam mendengarnya. Namun seketika wajahnya tersenyum lalu menepuk pundak Ya Ge, "Baiklah kalau begitu aku akan mengandalkan mu, ok?"


Ya Ge yang merasakan tangan Qin Yu yang menepuk pundaknya seketika tersentak terkejut.


Qin Yu dan Ya Ge terhenti ketika mendengarnya. Terpapar satu ton durian yang siap di jual. Membuat Qin Yu terkejut di buatnya, "ANDA INGIN SAYA MEMATAHKAN KAKI SAYA?! Xiao Hei, kita ke sana!"


Qin Yu tiba-tiba menarik tangan Ya Ge seketika membuatnya terkejut, "Eh!? Tunggu!!!"


"Oh ya, apakah kamu baik-baik saja jika memakannya?"


"Ya, aku baik-baik saja"


"Baiklah! Mari kita dapatkan yang lebih besar"

__ADS_1


"Ya"


Qin Yu pun berjalan mendekati durian tersebut dan memilih mana yang memiliki aroma yang harum.


"Wow, Baunya enak! Xiao Hei, bagaimana dengan itu" Tanya Qin Yu sembari menunjuk salah satu durian yang lumayan besar. Ya Ge yang melihatnya pun langsung menganggukkan kepalanya, "Tentu, aku akan membawanya" Serunya.


"Qin Yu?" Seketika Ya Ge memanggil Qin Yu dan membuatnya Menoleh padanya.


"Ya?"


Aku berpikir kamu cukup istimewa"


"Eh? Sangat cantik!"


"............ Hahaha! Ya, Kamu tidak terlihat seperti seorang penyihir pada umumnya. Lebih tepatnya terlihat seperti seorang manusia biasa"


Tersenyum, "Itu cukup bagus. Setidaknya tidak terlalu banyak pikiran"


"??? Banyak pikiran?" Tanya Ya Ge saat mendengar perkataan Qin Yu.


Qin Yu tersenyum pahit sambil menundukkan kepalanya, "Oh... Ya... Bagi sang penyihir, lebih banyak kekuatan yang dimiliki maka semakin banyak tanggung jawab yang dipikul. Aku hanya ingin melakukan apa yang aku sukai"


".........."


Ya Ge hanya terdiam saat mendengarnya. Qin Yu yang menyadari suasana hening di antara dirinya dengan Ya Ge pun segera mencairkan suasana, "Baiklah, menoleh pada Ya Ge, "Berada lama Kamu berencana untuk memegangnya lebih lama lagi durian itu?"


Ya Ge yang sadar pun seketika terkejut, "Ah! Benar"

__ADS_1


"Pergi dan timbang berapa beratnya" Pinta Qin Yu yang meminta serigala hitam Itu.


"Ya!" BMendengarnya, Ya Ge segera bergegas.


__ADS_2