MY FOOD SEEMS TO BE VERY CUTE

MY FOOD SEEMS TO BE VERY CUTE
CHAP 46-KECEMBURUAN


__ADS_3

Malam pun tiba, Xiao Lan kembali melakukan pekerjaannya seperti biasa. Terlihat dia sedang mengantarkan minuman seseorang yang memesannya. Terlihat juga, ia diam-diam memperhatikan Maria yang terlihat sedang memperhatikan para pelanggan lainnya. Dengan wajah yang penasaran, ia pun menatapnya.


Ugh... Apa yang sebenarnya terjadi kemarin malam.."


"Apa yang kamu lakukan disini, Xiao Lan!"


Saking fokusnya gadis itu menatap sang Vampir merah, tanpa sadar dirinya di hampiri Ning Meng yang melihatnya terpaku mematung. Seketika saja, dirinya tersadar dan menjawab pertanyaannya, "Ah! Um... Tidak ada. Aku hanya ingin bertanya satu hal, apakah terjadi sesuatu setelah aku kembali beristirahat?"


"Huh?" Mendengar itu, Ning Meng mencoba mengingat kejadian kemarin malam, "Kemarin malam? Sepertinya tidak ada yang terjadi semalam..."


"Sungguh?" Bingung Xiao Lan setelah mendengar perkataan Ning Meng padanya.


"Tapi, satu-satunya hal yang perlu disebutkan adalah bahwa Xiao Jiu terjebak di dinding..." Timpal Ning Meng yang memberitahukan keadaan Xiao Jiu.


"Huh?" Mendengarnya, Xiao Lan seketika terkejut dan berkeringat dingin. Bagaimana tidak, dirinya yang baru tahu kalau Xiao Jiu sudah berada di dalam dinding. Siapa lagi kalau bukan Maria yang melakukannya.


Tapi karena tidak ingin membuang waktu, Ning Meng pun meminta Xiao Lan untuk membawakan pesanan seseorang, "Bisakah kamu membawa pesanan meja no. 1? Aku ingin membersihkan cangkir..."


"Baik!"


Akhirnya Xiao Lan kembali melakukan pekerjaannya. Ia segera mendatangi meja no. 1. Sementara itu, Maria yang saat ini sedang mengawasi, tiba-tiba terlihat heran ketika melihat Ayun (rubah) mendatangi dirinya. Maria pun menatapnya dengan tatapan tidak suka, "Apa yang kamu inginkan?"

__ADS_1


Ayun yang mendengarnya seketika menoleh pada Maria, "Wow, aku tidak berpikir kamu menjadi orang pertama yang berbicara padaku. Aku sangat senang sekali"


"... Rubah ini" Bukan menjawabnya, Maria justru memasang wajah tidak suka akan keadaan ini.


"Aku hanya ingin berdiri bersama sebentar. Apa tidak apa-apa kan?" Kata Ayun menjelaskan maksud dirinya yang mendekati Maria.


"... Tentu. Lakukan apa yang kau inginkan" Balas Maria sambil menghela nafasnya.


Ayun yang mendengarnya langsung terlihat sangat senang. Ia pun kembali menyandarkan tubuhnya di samping Maria.


Saat merilekskan tubuhnya, Maria tanpa sengaja mendengar pembicaraan dua orang pelanggan.


"Tidak buruk. Tapi dia agak kecil" Balas yang satunya yang juga tertarik dengan Xiao Lan tetapi ia juga memperhatikan postur tubuhnya, "Ingin mengajaknya untuk bermain kapan-kapan?" Tanyanya setelah memikirkan sesuatu.


Mendengar perkataan dari temannya, pria itu pun menggangguk setuju, "Tentu saja" Jawabnya dengan suara yang sedikit keras.


Maria yang mendengarnya seketika menunjukkan raut wajah yang tidak menyukai hal itu tetapi sebisa mungkin, dirinya menahannya. Ayun yang juga sempat mendengar perkataan dua orang itu pun memberitahu sedikit informasi tentangnya, "Mereka berdua adalah seorang penculik yang terkenal, sepertinya serigala kecil itu dalam bahaya sekarang..."


Mata Maria seketika terbelalak terkejut. Matanya yang semula terlihat tenang dan datar, berubah menjadi merah legam. Iris dan pupil matanya menyala. Menandakan dirinya sangat marah mengetahui maksud perkataan dari kedua pelanggan pria itu. Dengan sorot tatapan mata yang tajam dan menyeramkan, ia pun berjalan mendekati kedua pelanggan tersebut.


*Brakkk!!!!

__ADS_1


Tanpa aba-aba, Maria langsung membanting meja tersebut dan menatap tajam ke arah kedua pria tersebut, "Anda yakin mau melakukan itu?" Tatapan Maria bak tatapan pembunuh yang siap membunuh siapapun.


Kedua pria itu seketika terkejut dan menatap garang Maria, ''Anda siapa? Mengapa anda peduli dengan apa yang kami lakukan!" Ucap salah satu diantara mereka berdua. Membuat Maria yang mendengarnya seketika terdiam. Namun sorot matanya yang tajam masih menatapnya. Melihat Maria yang terdiam, Ayun pun berjalan mendekatinya.


Kalian berdua dengarkan. Kalian pasti tahu akibat jika membuat pemilik bar ini marah, bukan?"


Kedua pelanggan pria itu seketika terdiam. Karena tidak ingin membuat keributan, akhirnya dua orang pria itu l dengan kesal pun Memilih pergi. Maria yang melihatnya tampak


mengalihkan pandangannya.


"Terimakasih..." Ucap Maria tanpa menoleh pada Ayun.


"Itu bukan apa-apa, jangan terlalu khawatir dengan itu" Kata Ayun dengan senyuman senang. Ia lalu menatap lekat-lekat Maria, ''Maria... Tampaknya benar-benar bersikeras melindungi si kecil Serigala itu. Mungkinkah mereka... Apapun itu, bukan waktunya untuk ngobrol..."


Ayun pun kembali menyandarkan tubuhnya tanpa mengajak Maria berbicara. Sementara itu, Maria menoleh dan menatap Xiao Lan dengan nanar dan khawatir, "Tidak... Dia tidak bisa bekerja di sini lagi. Jika dia tetap disini, sesuatu pasti akan terjadi" Batin Maria.


Entah apa yang dipikirkan oleh Maria hingga dirinya ingin membicarakannya dengan Xiao Lan selepas bar ditutup. Dan benar saja, saat keluar dari bar, terlihat dirinya terdiam sambil memikirkan hal itu di saat Xiao Lan yang bersamanya sedang menceritakan pengalaman pertamanya sewaktu bekerja di hari-2.


''Hey, Maria, hari ini aku bertemu dengan Cerberus saat menerima pesanan. Cerberus berkepala tiga menginginkan sesuatu yang berbeda. Aku bahkan tidak tahu mana yang harus didengarkan! Hahaha! Oh ya, Ning Meng memberitahuku...--"


Saat Xiao Lan ingin melanjutkan perkataannya, tiba-tiba Maria menghentikan langkahnya dan memanggilnya, "Xiao Lan. Aku tidak berpikir tempat ini cocok untukmu...''

__ADS_1


__ADS_2