
"Jadi, kapan kamu berencana untuk mengatakannya?" Tanyanya pada gadis serigala itu.
"......" Xiao Lan hanya terdiam dan menundukkan kepalanya. Ia tidak tahu apakah dirinya harus mengatakannya atau tidak. Melihat Xiao Lan yang terlihat sangat bimbang, Touka berjalan keluar dan berkata, "Tapi pada akhirnya, itu adalah pilihanmu. Oh ya, jika kamu ingin bekerja disini... Datanglah mungkin Mary akan senang melihat menemaninya bekerja"
"Huh?... Tentu... Terima kasih"
"Oke, karena pembicaraan kita sudah usai, aku pergi dulu, bye~"
Xiao Lan menatap kepergian Touka yang sudah menghilang dari balik pintu. Dengan perasaan terkejut dan was-was, "Sepertinya bos benar-benar tahu segalanya. Apapun itu, dia akan segera mengetahuinya"
Di sisi lain, Touka berjalan keluar setelah berbicara sebentar dengan Xiao Lan. Dia berjalan mendekati Maria yang sedang berjaga-jaga. Dengan suara yang terdengar keras, ia pun menyapanya, "Oh? Jadi kamu menguping ya, kamu pasti mempelajari beberapa hal buruk"
"Ugh... Saya minta maaf karena melakukannya" Kata Maria dengan ekspresi kagetnya. Touka yang mendengarnya, tersenyum senang, "Yah, tidak masalah. Tapi kalian berdua tidak tahu banyak orang disini. Apa tidak apa-apa memberitahunya seperti itu?" Katanya yang berubah jadi tanya.
"...... Tidak apa-apa lagipula semua akan baik-baik jika semua terkendali dengan baik"
__ADS_1
Entah apa yang dikatakan oleh Maria pada Touka, yang jelas tidak ada siapapun yang mendengarnya. Xiao Jiu yang melihatnya mengetahui satu hal, "...... Jadi keduanya memang saling mengenal. Seperti dugaan kakak.Tersenyum seringai, "Oh benar, aku harus memberitahukan informasi ini padanya, mengirimkan notifikasi pada seseorang, "Kamu masih disana? Orang yang kamu cari datang hari ini"
*Buzz Buzz Buzz... Sebuah notifikasi berdering diponselnya. Dengan cepat orang tersebut membacanya dan membalas, "Dia datang sendirian?" Tanyanya.
"Tidak, dia mengenal salah satu karyawan kami"
"Seperti apa dia? Bisakah kamu mengambil gambarnya?"
"Oke, aku akan mengirimkannya"
*Ding... Ding... "Oke, terima kasih informasinya aku akan segera menemuinya"
Sambungan telpon pun terputus. Xiao Jiu kembali melakukan pekerjaannya yang tertunda. Beralih ke Pembicaraan Touka dan Maria. Jujur saja, melihat sikap Maria yang berubah membuatnya mengingat satu hal, "Jika itu yang kamu inginkan, maka itulah yang akan aku lakukan. Tapi, aku punya beberapa saran untukmu. Melangkah pergi, "Hal-hal seperti emosi. Adalah sulit untuk diartikan dan ditekan"
Maria terdiam saat mendengarnya, dengan tatapan mata yang datar, dia bertanya-tanya maksud perkataannya, "Emosi...? Aku mungkin akan melupakan mereka diberi cukup waktu"
__ADS_1
"Baiklah, sudah cukup obrolannya, bosmu ini akan pulang dan bermain! Selamat menikmati kehidupan barumu, Mary" Teriaknya sembari bernyanyi riang. Perlahan, dirinya mulai menghilang dari pandangannya. Maria hanya menatapnya dengan tatapan bengong melihat sikap atasannya sekaligus ketua klan-nya.
Pukul 12.00 malam, jam kerja telah usai, Maria berjalan masuk untuk melihat Xiao Lan.
*Krieeet... Saat terbuka, Maria terkejut saat mendapati gadis yang ditunggunya sedang tertidur pulas dan nyenyak sekali. Sepelan mungkin, dirinya berjalan mendekatinya, "Dia tertidur? Rasanya seperti Deja Vu. Membangunkannya, "Xiao Lan sudah waktunya untuk bangun. Berbicara ditelinga Xiao Lan, "Ayo kita pulang"
Xiao Lan yang mendengarnya, seketika terkejut dan terbangun, "Ah! Benar!"
Setelah keluar dari bar, Maria dan Xiao Lan berjalan keluar bersama. Sepanjang perjalanan, tidak ada percakapan yang terdengar diantara mereka. Hingga akhirnya Maria memulainya, "Xiao Lan kamu sekarang tahu Tentang... masa laluku, benarkan?"
Xiao Lan yang awalnya sedang mengantuk, tiba-tiba tersadar saat mendengar perkataan Maria. Dengan Rasa bersalah, dirinya menundukkan kepalanya, "Aku minta maaf..."
"Tidak, aku tidak menyalahkan dirimu. Aku hanya tidak ingin membebani mu, berkata tanpa menoleh, "Jadi, aku tidak ingin mengingat masa laluku. Nah, sekarang kita lupakan semua itu. Bahkan, jika kamu sudah mengetahuinya aku sama sekali tidak keberatan. Anggap saja itu adalah cerita tentang seorang anak kecil yang kurang beruntung" Maria berkata tanpa menoleh dan mendengar jawaban gadis disampingnya. Dirinya juga tidak sadar kalau sedari tadi dia berbicara sendiri. Xiao Lan yang mendengarnya pun menghentikan langkahnya. Entah apa yang dipikirkannya, tiba-tiba berlari ke arah Maria dan memeluknya dari belakang dan berkata, "Biarkan aku menenangkan hatimu dengan memeluk dirimu!"
Terkejut, ,"Eh?"
__ADS_1