
"Master" Ucap Maria sambil memberi salam hormat.
"Ya ampun~ memukul kepala Maria, "Sudah zaman apa sekarang? sopan santun dan sapaan ini sudah lama dihindari! Panggil aku bos sama seperti yang lain"
"Baik......" Sambil memegang kepalanya yang terasa sedikit sakit.
"Xiao Jiu, buatkan aku minuman yang seperti biasanya" Pintanya sambil berjalan mendekati meja bar.
Baik~" Xiao Jiu bergegas membuatnya. Sambil menunggu minuman yang dipesannya, wanita itu menanyakan sesuatu pada Maria, "Bagaimana kamu bisa melewati ratusan tahun ini, Mary?"
"...... Hm.. Itu... Lupakan, kurasa anda bisa membaca ingatanku..." Jawab Maria sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Okay~" Setelah mendapat persetujuannya, wanita tersebut berbalik arah dan menatap tajam kedua manik mata Maria dan mulai menerawang. Sementara itu, Xiao Lan yang mendengarnya, berkeringat dingin. Dalam hatinya ia bertanya-tanya, "Dia bisa membaca ingatan Maria?! Siapa dia sebenarnya..."
Selang beberapa menit, wanita itu tertawa, "Pfft! Hahahaha! Kamu mengunci dirimu di peti selama ratusan tahun untuk menghindari monster?! Hahahaha kamu lucu sekali" Tiba-tiba wanita itu tertawa terbahak-bahak saat melihat ingatan Maria. Xiao Lan yang mendengarnya seketika terkejut bukan main. Sedangkan Maria, harga dirinya seolah jatuh tatkala mendengar perkataannya, "Aku hanya tidak ingin mendapat banyak masalah"
"Okay, okay, menerima minuman yang dipesannya, "Pergilah kembali bekerja~ Kita akan bicarakan ini nanti" Sambil meminum sedikit demi sedikit. Maria yang mendengarnya, mengangguk mengerti, "Baik......, menatap kearah gadis didepannya, "Xiao Lan? Apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" Tanya Maria setelah melihat gadis serigala itu terdiam.
"Aku.. Aku akan menunggumu sampai kamu selesai bekerja" Xiao Lan menjawabnya dengan senyuman.
__ADS_1
"Apa tidak apa-apa?"
"Ya, tidak masalah"
"Jika kamu ingin meminta sesuatu, mintalah ke ular kecil yang ada dibelakang mu" Sambil menunjukkan kearah Xiao Jiu. Mendengar namanya dipanggil 'Ular Kecil' oleh Maria, membuatnya emosi, "Masih sempat-sempatnya kamu berkata seperti itu! Dasar monster merah?!"
Sepergian Maria, wanita itu mengajak Xiao Lan berbicara tanpa melihatnya, "Namamu Xing lan, ya?"
"Ya.."
Kenapa kamu terlihat takut padaku?"
"Hmm~ Sepertinya, kamu cukup peka juga~ Kita bicarakan didalam"
"......"
Untuk sesaat, Xiao Lan terdiam. Dirinya tidak tahu apakah harus mengikutinya atau tidak. Namun, akhirnya ia memilih untuk mengikuti langkahnya. Maria yang saat itu sedang berdebat dengan Xiao Jiu, heran saat melihat bosnya dan Xiao Lan berjalan bersama menuju ke ruang ganti. Penasaran dengan topik pembicaraan, dirinya pun mengikutinya.
Sementara itu, wanita itu berbicara suatu hal, "Tanyakanlah, apa yang ingin kamu tanyakan?"
__ADS_1
"...... Kenapa kamu bisa membaca ingatan Maria? Bukankah kekuatan vampir itu hanya bekerja pada manusia?"
"Hmm.. Tidak hanya dia~ Aku bisa membaca semua spesies karena.. Aku adalah vampir pertama~"
Ternyata, wanita itu adalah seorang ketua, pemimpin bangsa vampir dan Maria termasuk anggota klan-nya. Dia bernama Touka. Maria memanggilnya dengan sebutan 'Master' dan Touka memanggilnya dengan 'Mary'.
Seketika tubuh Xiao Lan seakan remuk akibat terkejut saat mendengar perkataan wanita tersebut. Dengan tatapan tidak percaya, Xiao Lan pun bertanya, "Jadi, yang mengubah Maria jadi vampir adalah...
"Benar, itu aku.." Kata Touka sambil menatap kearah Maria yang sedang berdiri dibalik pintu. Maria yang menyadari tatapannya, hanya memasang wajah diam.
Mendengar hal itu, seketika Xiao Lan terlihat marah saat mengetahui orang yang mengubah Maria berdiri di hadapannya. Dengan nada bicara yang sedikit tinggi, dirinya bertanya alasannya, "Kenapa kamu melakukannya?"
Mendapat pertanyaannya, dia menjawab dengan singkat, "Dia yang memintaku untuk mengubahnya menjadi vampir~"
"Kenapa.. Lupakan. Sepertinya, dia tidak akan menceritakannya padaku?" Seketika raut wajahnya berubah menjadi raut sedih. Seakan merasa Maria menyembunyikan sesuatu. Melihat raut sedihnya, Touka bertanya, "Apakah kamu sangat peduli padanya~"
"Ah.. Itu.. Karena kita adalah teman!" Seketika Xiao Lan berbicara terbata-bata saat mengatakan 'Kita adalah teman'.
"Apakah hanya karena itu?" Ucapnya yang tidak percaya dengan kata-kata yang diucapkan Xiao Lan. Seketika wajah gadis itu memerah saat Touka mengetahui maksud perkataannya. Sementara, Maria yang mendengarnya seketika terkejut dan terdiam saat tidak mendengarnya jawaban gadis serigala itu ketika ditanyai oleh atasannya.
__ADS_1