
... Jadi begitu. Bagaimana pun itu, sesuatu ada yang salah. Aku merasakan itu, Kakakmu tidak takut lagi padamu sekarang" Kata Maria sembari mengambil sebuah kesimpulan.
Xiao Lan mengangkat kepalanya dan menatap dengan tatapan bingung, "Hm?"
Melihat tatapannya, ia pun menjelaskan, "Karena dia pernah berkata kepadaku untuk menjagamu. Bahkan dia memperlakukan kamu--" (Tersentak)
Perkataan Maria tiba-tiba terhenti ketika ia mengingat kata-kata yang dirinya ucapkan pada Ya Ge saat sebuah pertarungan singkat terjadi (baca chap 32). Mendengar perkataan Maria yang terhenti, membuatnya bingung dan penasaran, "Bahkan?" Tanya Xiao Lan.
Maria yang mendengar pertanyaannya, ia pun mengalihkan topik pembicaraan, "Tidak ada... Yang ku maksud kalian berdua harus menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara dirimu dengan Kakakmu. Tapi itu terserah dirimu. Bagaimana kamu melakukannya?"
Gadis serigala itu terlihat terdiam saat mendengar perkataan Maria. Terlihat dirinya memikirkan sesuatu sedangkan Maria sendiri baru menyadari ada sesuatu yang disembunyikan Ya Ge dari darinya. Membuat dirinya terdiam sambil memikirkannya, "Ini aneh... Ya Ge, putus asa mencari Xiao Lan dengan cara mendekatiku! Ini normal! Tapi kenapa dia tidak memberitahuku?"
Saat sedang memikirkan alasan-alasan Ya Ge melakukannya, dirinya tiba-tiba dikejutkan oleh tindakan gadis disampingnya dengan cara menyandarkan kepalanya di bahu kanannya. Membuat vampir berambut merah itu salah tingkah dibuatnya.
"Terimakasih, aku merasa lebih nyaman setelah mengatakannya" Ucap Xiao Lan dengan wajah yang memerah sambil menyandarkan kepalanya.
"Ka... Kalau begitu ba... Bagus..." Balas Maria dengan nada bicara yang terbata-bata. Saking gugupnya, wajahnya malah bertambah merah. Dan tanpa sadar, tubuhnya bergetar hebat. Membuat Xiao Lan bertanya padanya, "Ada apa?"
Masih dengan wajah yang memerah, dengan gugupnya, ia pun membalasnya, "Pertama kali dirimu bersandar seperti ini, membuatku tidak terbiasa..."
"Ah?" Mata Xiao Lan menatap Maria dengan tatapan tidak mengerti akan maksudnya. Sekilas, gadis serigala terdiam sambil menerawang sesuatu tentang 'Menyandar'. Membuat wajahnya ikut memerah saat mengingat salah satu scene di mana ia dan Maria pernah melakukannya bersama (baca chap 4). Dengan wajah yang memerah, ia pun mengatakannya, "Itu tidak benar. Bukankah kita pernah melakukannya sewaktu berfoto bersama? Kamu jelas melakukannya di dinding 'dong' "
Maria menatap tidak mengerti apa yang dikatakan Xiao Lan padanya. Dengan nada bicara yang bingung, dirinya bertanya, "Di dinding? Maksudmu?"
"Eh? Kamu tidak ingat apa yang dirimu lakukan kepadaku sebelumnya!"
__ADS_1
(Jika ingin melihat lebih jelas akan perkataan Xiao Lan, kalian bisa mencari tahu dengan membaca kembali chap 4).
Kembali ke Xiao Lan. Gadis itu lalu menceritakan semuanya pada Vampir berambut merah itu. Mendengar penjelasannya, Vampir itu malah memasang wajah bingung, "Bukankah itu memang gaya untuk berfoto?"
"............?"
Xiao Lan hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan Maria padanya. sedangkan Maria yang melihatnya, malah menatap dengan heran. Tapi, karena tidak ingin ada kesalahpahaman akan maksud perkataan Xiao Lan tentang hal itu, ia pun mengatakannya tanpa menoleh, "Bagaimana pun itu, aku belajar dari para vampir lain sebelumnya. Dengan cara ini, mangsa lebih cenderung terpancing"
Bukannya terkejut dengan pernyataan Maria padanya, Xiao Lan justru malah tertawa terbahak-bahak, "Pft!!? Hahahahah!!!"
Melihat gadis disampingnya tertawa, membuat Maria sedikit kesal, "KENAPA MALAH KETAWA?!?!!"
Sambil menahan tawanya, Xiao Lan pun berucap, "Tidak ada... Aku baru berpikir kadang Maria juga bisa lucu< (bodoh)"
Xiao Lan yang awalnya tidak ingin tertawa, mendadak lepas dan akhirnya tertawa terpingkal-pingkal karena Maria. Karena tertawanya yang begitu sangat keras Berhasil mengundang dua penghuni lainnya. Yaitu Qin Yu dan Xiao Hei. Seketika kedatangan mereka berdua membuat Maria dan Xiao Lan terkejut. Seakan sedang tertangkap basah. Qin Yu yang melihatnya tampak tersenyum mencibir.
"Ara-ara~ Permainan apa itu?"
Melihatnya, Maria pun menghentikannya dan bertanya, "Kalian berdua belum tidur?"
Tersenyum, "Aku berpikir, haruskah kita makan tengah malam?"
Saat Maria ingin menjawab, Xiao Lan dengan mata yang berbinar tiba-tiba menyahut, "MAKAN TENGAH MALAM? AKU INGIN MAKAN!" Ternyata, ia tergoda untuk makan karena itulah kebiasaannya.
"Kalau begitu kita order BBQ! Apa yang ingin kalian makan? Toko ini ada daging domba, ada kebab, paha ayam, tahu dan seafood" Balas Qin Yu yang sudah tahu kebiasaan Xiao Lan.
__ADS_1
Xiao Lan yang sudah kelayapan pun memesan, "Sepuluh daging kebab dan domba serta dua paha ayam"
"Xiao Lan benar-benar suka daging ya~" Tanya Qin Yu sembari membeli beberapa pesanan yang telah dipesan.
Dengan semangat, gadis itu menjawab, "Ya ya. aku suka makan daging"
"Ya, itu memang benar, sewaktu kecil dia mengambil daging bagianku" Kata Ya Ge saat melihat adik kecilnya tidak pernah berubah, selalu suka makan. Qin Yu yang melihatnya malah tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha!!"
"It... Ituu!!! Bukankah itu karena kau tidak menyukainya?"
"Bagaimana itu bisa. Siapa yang bisa mengalahkan mu jika kamu makan dengan cepat?" Kata-kata Ya Ge berhasil membuat Xiao Lan kena mental.
Gadis kacamata itu tampak tersenyum saat melihat Xiao Lan dan Kakaknya, Ya Ge, mulai berbaikan ia pun berusaha mencairkan suasana, "Jika dilihat-lihat, sepertinya hubungan kalian sangat dekat sewaktu kalian masih kecil..."
Sementara Maria, terlihat terdiam memikirkan sesuatu. Sepertinya, ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya. Membuat Xiao Lan bingung dan mengira dia merasa sedang lapar, "Maria, apa kamu merasa lapar?"
"Tidak, aku tidak lapar. Kalian bersenang-senanglah! Aku ingin ke kamar untuk beristirahat sebentar"
Setelah mengatakannya, Maria pun bangkit dan berjalan menuju ke kamar meninggalkan Xiao Lan yang menatapnya dengan tatapan bingung.
*Kriieet... Cklak...
Saat berada di dalam kamar, terlihat dari wajahnya seperti sedang menahan rasa kesal. Dengan mengatur nafas guna menetralkan rasa kesalnya, ia duduk di sela-sela kasur sambil berpikir, 'Kenapa aku merasa begitu terganggu melihat mereka berdua mengobrol?!"
__ADS_1