
Angelica Cyzarine, Gadis berdarah Amerika adalah gadis yatim piatu.
Ia bekerja di Peternakan sapi menjadi perawat sapi di suatu Desa jauh dari perkotaan, Ia sudah lama menjadi Pengurus sapi sejak umurnya 16 tahun, dan kini umurnya tepat 22 Tahun.
Meski bukan dari keluarga bangsawan ia memiliki rupa yg rupawan, rambut panjang dan lurusnya, wajah mungil nya, Hidung mancungnya, serta bibir sexynya banyak orang berfikir bahwa ia adalah keturunan bangsawan.
(Angel image)
Sore itu ia sedang menyikat tubuh sapi satu persatu milik majikannya, " Cori, selamat sore" Serunya pada sapi berwarna Hitam putih.
Sebenarnya Sapi sapi milik Majikannya sebagian besar adalah sapi biasa berwarna coklat dan hanya memiliki satu sapi perah.
"Angel! Bisalah kau kemari" Teriakan majikannya menghentikan Kegiatan menyikat kulit Cori.
"Ada apa kak? " Tanya angel Seraya mendekati pria tampan yg terlihat masih berusia 24.
"Ambilkan Sekop Untukku dan bawakah ini ke gudang", Angel mengangguk mengiyakan.
Ia adalah gadis yang rajin dan penurut.
Sidney City 17.45
Di sebuah Gedung pencakar langit, tepatnya perusahaan milik seorang pria tampan blasteran Amerika-Korea.
"Gavin, Aku serahkan Semua pekerjaan sisanya padamu " Suara Berat nan Indah adalah CEO pemilik Perusahaan Tersebut.
"Memangnya kau sendiri mau kemana? Bukankah malam ini masih banyak jadwal yg belum selesai? " Tanya Gavin yg ternyata Adalah Asisten sekaligus sahabatnya.
"Maka dari itu, aku butuh refleksi untuk menghilangkan penat" Jawabnya sambil meregangkan kedua tangan kekarnya.
Meski memiliki tubuh kecil tapi ia memiliki tinggi badan yg cukup di bilang pria dan memiliki Otot otot di tubuhnya.
Apa kalian tau, pria tampan ini memiliki 3 pasang roti sobek.
"Baikkah bos, aku akan menunda acara Pesta di Gedung PASB hari ini" Sahut Gavin yg masih sibuk membereskan kertas kertas di depannya, tak lain adalah dokumen penting.
__ADS_1
"Tidak! Aku ingin kau menjadi wakilku pada pasta malam ini" Ajuk Pria tampan itu.
"Itu kemauanmu" Jawab Gavin sebelum ia keluar membawa berkas berkas yg telah ia bereskan tadi.
"Akhirnya ~" Pria itu segera mengambil Kunci mobil dan melesat pergi ke apartemen mewahnya, bahkan semut pun tak berani menginjakan kakinya di situ.
Sesampainya ia memanggil seseorang melalui Telepon, ia sudah tak sabar mengeluarkan hasrat seksualnya setelah seminggu tak melakukan nya.
Cklek
Pintu apartemennya terbuka, seorang gadis berambut pirang dengan mata biru bening menghampiri nya dengan pakaian sexy.
"Selamat malam, Dylan" Ucap gadis itu merangkak keatas pangkuan sang pria melingkarkan lengannya di leher dan menatapnya.
"Kau sangat cantik malam ini, Ferinka" Balas si pria tak lupa meletakan tangannya di pinggang gadis bernama Ferinka.
"Terima kasih, sayang" Gadis itu seganja menggosok gosok anu Lelaki itu membuat celananya terasa menyempit.
"Uch.. Kurasa dia sudah tidak sabar untuk menikmati mu, Sayang" Desah lelaki itu, ia segera membalikkan badan dan menindih Ferinka.
Pria tampan tadi melepas sabuknya sebelum ia menurunkan seating celananya dan mengeluarkan jeniornya yg lumayan besar.
Dialah Dylan Elvano Williams, satu satunya pewaris keluarga Wiliams, apapaun yg ia inginkan selalu ada.
Namun yg membuatnya suram, ia tidak mengerti arti dari kata "Cinta" Dan tak pernah Jatuh Cinta semasa hidupnya.
Yg ia tau hanya mempermainkan seorang wanita dan menyalurkan hasrat dirinya setelah itu membuangnya.
Bagi Dylan, Wanita adalah Makhluk yg lemah dan merepotkan. Dia selalu akan menangis dan manja, makluk rendah yg bahkan mau menjatuhkan jati dirinya sendiri demi uang tapi ia juga bersyukur ada makhluk yg bernama 'Wanita'
(Dylan image )
Dia menggunakan wajah polosnya untuk membodohi para orang lain, sifat luarnya terlihat seperti Pria baik baik saja, namun di balik topengnya ia memiliki Hati yg keras dan dekil.
sering pergi ke Club malam hanya untuk menuntaskan hasratnya tidur dengan wanita jalang.
__ADS_1
Memiliki hati yg begis, ingin mencoleknya siap siap Lubang kuburan dan kain kafan.
"Umh... Sayang kamu sangat nikmat.. Ah ah.. " Desah Dylan parau yg sudah tenggelam di dalam kenikmatan.
Di tengah permainannya, Ponselnya berdering membuatnya mendengus kesal.
"Siapa yg berani menggangguku" Sungutnya, "lanjutkan!" Ucapnya kembali melanjutkan permainan panasnya.
Namun ponsel itu tak berhenti berdering, mengganggu suasana yg sangat bergairah.
"Maaf sayang, kita lanjutkan nanti" Ucap Dylan sembari menarik kembali juniornya, padahal ia merasa sudah puncaknya bahkan juniornya berdenyut kencang merasa tak terima bahwa permainan telah berakhir.
Dylan segera mengambil ponsel dan mengangkat panggilan, "Siapa yg berani memanggukku malam malam begini! " Kesalnya dengan penuh bentakan.
"Maaf tuan, sepertinya Perusahaan ada sedikit masalah" Jawab seseorang di ujung sana.
"Huh! Apa kalian tidak bisa menanganinya sendiri?! " Dylan semakin kesal, bahkan sebelumnya perusahaannya belum pernah mengalami sedikitpun masalah.
"Maaf tuan, Kami butuh Bantuan dari Tuan sendiri "
Dylan mendengus lagi, dia merasa eneg padahal ia ingin melanjutkan permainannya hingga titik tertinggi "Bisakah kau menunggu? Aku harus menyelesaikan urusanku! " Bentak dylan.
"Baik tuan"
Dylan langsung mematikan panggilan, ia melirik ke jam dinding yg menunjukkan pukul 21.00 Malam lama juga ia bermain.
Padahal ia ada niatan untuk bermain hingga pagi, namun sepertinya niatan itu harus di ganti hari lain.
" Dylan kenapa? " Tanya Ferinka yg sedang berbaring di kasur sambui meremas remas seprei seperti gatal untuk bermain kembali.
"Maaf sayang, sepertinya permainan kita sampai sini dulu" Ujar Dylan dengan senyum palsunya.
Ferinka tampak mendengus kesal, Dylan mendekat dan mengecup kening Gadis itu.
"Santai, kita bisa melanjutkannya di hari lain atau besok" Ucap Dylan serak, Ferinka mengangguk.
Dylan segera memakai bajunya kembali tanpa niatan untuk membersihkan diri, ia meninggalkan cek dan segera pergi dari apartemen nya.
__ADS_1