
17
2 Minggu kemudian
New york city 10.11
Dylan kacau, ia tidak menyangka hasilnya... Tidak ada kabar dari angel dua minggu ini.
Akhir akhir ini ia sering berhalusinasi melihat angel yg tengah tertawa dan tersenyum.
Hatinya terasa sakit, sesak... Ia ingin sekali memeluk tubuh kecil itu.
Pria itu tiba tiba mengeluarkan air mata, kepergian Angel sungguh membuatnya kehilangan
Bahkan sangat kehilangan dari pada saat ibunya pergi ketika umurnya 8 tahun dan menganggap orang asing adalah ibunya.
"Angel.. Aku merindukan mu, pulanglah".
Dylan merasa cintanya pada angel datang di saat yg tidak tepat.
Benar kata orang Sesuatu yg tak berharga akan sangat berharga ketika sudah tiada.
Kepergian angel, benar benar menyadarkannya betapa berharganya sosok Angel.
Bidadari Tak Bersayap
Sosok yg dapat membuatnya berdebar, tersenyum dan tertawa.. Seseorang yg mampu mengguncang jantungnya dengan dasyat.
Seseorang yg dapat membuat mu jatuh adalah seseorang yg dapat membuatmu sakit.
Jadi ini yg Angel rasakan, ketika ia jatuh namun tidak di tangkap.. Rasa nya sakit.
Dylan rasa ia harus menemui seorang profesional untuk mencari Angel.
👀👀👀
"Jadi... " Orang yg sedang duduk di depannya adalah Edwin Ducan, Anak sulung dari keluarga Ducan.
ia berada di apartemen lekaki Berambut pirang bermanik biru tua.
__ADS_1
"Aku ingin kau menemukan seseorang untukku " Jawab Dylan lesu.
"Baru kali ini kau tampak sangat frustasi Dylan, selain ibumu siapa yg sanggup membuat mu seperti ini?! " Pria ini hanya suka berbicara, bila diartikan dalam basaha manusia edwin sedang menanyakan kalimat "Siapa orang itu? "
"Angelica Cyzarine"
Edwin bungkam, sebelum ia kembali berkata "Dia seorang wanita? Sejak kapan kau serius dengan wanita, kau dulu sangat membenci makhluk itu kau tau".
"Diam edwin " Pinta Dylan, temannya yg satu ini sangat berisik.
"Aku tak bisa membantumu, kau harus mencarinya sendiri... Dengan usahamu sendiri, karna kamu yg sudah membuatnya pergi.. Bukan aku" jelas edwin panjang lebar.
"Ed, hanya kau yg bisa menolongku"
"Dylan.., aku ingat dulu kau tidak percaya dengan yg namanya 'karma', sekarang kau tau apa itu karma? Kepergian angel mungkin karma untukmu karena kamu terlalu suka memainkan perempuan"
Benar kata edwin, ini karma untuknya tak pernah serius dengan wanita.. .
"Ahaha! Aku jadi ingin tau siapa Angel itu, kenapa dia begitu hebat dapat membuat Dylan sekacau ini".
"Itu tidak lucu"
Edwin adalah seorang dokter, penerus perusahaan ayahnya di bidang kedokteran... Dan juga ahli operasi plastik, dia juga seorang yg unggul dalam Mencari keberadaan orang.
"Edwin! " Bentak dylan merasa sudah cukup dengan candaan Dokter itu.
"Ekhm.. Baiklah aku akan sedikit membantumu "
Dylan pulang ke mansion namun apa yg menyambutnya
" Dylan! Ayah ingin mengenalkan anak temen ayah, ayo"
"Ayah aku tidak mau! Aju tak mau menikah! " Tolak Dylan.
"Siapa yg menyuruhmu menikah hanya bertemu saja"
"Tidak yah! Aku capek ingin istirahat" Tolak Dylan namun tatapan sendu ayahnya membuatnya menurut.
Itukah kelemahan dylan melihat wajah sedih seseorang yg sudah memiliki tempat di hatinya, apakah Angel memiliki tempat di hati dylan.
__ADS_1
Tentu saja, kenapa? Setiap Kali melihat angel menangis Hati Dylan meredup dan ikut merasakan sedih.
..
Dylan menatap Gadis yg di maksud ayahnya, Sangat jauh dari Angel.. Dia tampak Energik dan bersemangat.
"Hay! Apa namamu dylan? " Sapa gadis Itu, Dylan mengangguk "Namaku Briela wales, aku ingin berteman denganmu".
...
"Akun lihat kami ada masalah... Coba ceritakan padaku"
Dylan tak merespon pikirannya sedang di penuhi oleh yg namanya "Angel" Itu
"Hey, pepata mengatakan bercerita kepada orang asing itu lebih enak"
Briel menatap wajah dylan yg sedang melamun "Apa kau sedang memikirkan wanita? "
"Bagaimana kau tau"
"Semburat wajahmu menunjukan kau sangat kehilangan.. Dan begitulah" Jawab briel.
"Siapa dia..., siapa tau aku bisa membantu "
" Namun melihat dari caramu hidup, wanita itu pergi karena ucapanmu" Lanjut briel disambut belakakan mata Dylan.
"Apa yang kau maksud?!"
"Ucapanmu bak Sambal terpedas di dunia, kau tau... Sambal yg ada logo tengkoraknya itu" Jawab briel santai, padahal saat ini dylan ngegas.
Briel adakah gadis kuliahan, Ia masih berumur 19 Tahun 5 Tahun lebih muda dari dylan.
"Aku memiliki kakak..., dia memiliki teman, gadis yg sangat baik aku pernah bertemu dengannya sekali... Namun ia sudah tidak ada di negri ini, ikut dengan kakakku ke luar negeri, memiliki sejuta cerita kelam di balik senyumannya itu...aku prihatin padanya"
"Namun jujur... Dia gadis yg sangat baik"
Briel bercerita panjang lebar , tanpa di duga dylan mendengarkan ceritanya.
__ADS_1
"Kamu manusia yg kepo ya... Kak dylan" Ucap briel usai bercerita, tak ada tanggapan dari dylan "Kau juga sangat irit bicara ".