
15
Usai membereskan baju yg entah hari kapan resmi menjadi bajunya, ia segera menggeret koper itu keluar.
"Siapa yg mengizinkanmu keluar? " Ucapan Dylan memberhentikan langkah Angel.
Ia berbalik dan menatap dylan, "Apa yang pria ini inginkan sih! " Bantinnya kesal.
" Ikut aku! Ayahku pulang hari ini pulang dan bisa gawat bila melihatmu.. Jadi kau tinggal di apartemenku" Jelas Dylan langsung membawa Angel pergi meninggalkan monsion menuju apartemennya.
"Kau tinggal disini, aku masih memiliki banyak urusan"
Angel tak bergeming ia menunduk dengan tatapan kosong, rambut panjangnya menutupi ekspresi wajahnya saat ini
"Angel! Apa kau dengar?! "
Tanpa menjawab Dylan Angel segera nyelonong masuk ke dalam apartemen yg mewahnya luar biasa.
Holang kaya emang beda
Dylan berdecak kesal mendapati sikap Angel yg sudah berubah, gadis itu tak lagi tersenyum dan tertawa.
Bahkan jarang sekali menyapa nya apalagi berbicara, menjawab pertanyaan darinya pun enggan.
Dylan menatap Angel yg tengah menata baju ke dalam lemari kamar yg ia tunjukan.
Hingga mata mereka bertemu, saat itu Dylan kembali merasakan sensasi tak biasa ketika darahnya berdesis dan jantung nya berdebar.
Angel menyinyit menyipitkan matanya guna menatap Dylan dengan teliti.
"Lupakan! " Seru batinnya, Ia lalu kembali fokus pada baju bajunya.
Hari berikutnya
New York city 06.45
⚠Warning⚠
Maaf gans.. Keknya Author salah haluan deh😟😆 eh... Episode yg lain lain yg awalnya Sidney city anggap aja New york city yak 😅😙
Sekian terima kasih 🙇
__ADS_1
"Author bego! Sydney tuh di Australia! 😒"
Author : "Yamaap, Author khilap :’)"
"Uh! Aku bingung kan jadinya, sejak kapan sydney pindah ke Amerika 😅"
Author :" Author juga kaga tau:'D"
APALAH AUTHOR
AKUTUH CUMA MANUSIA KENTANG😫
Ah! Malunya! Saking malunya pengen kabur ke New york author jadinyah💃💃
Kembali ke cerita!
(Jangan bully author😥hik hik 😭)
Dylan kembali ke apartemen dengan wajah kusut, ia membuka pintu dengan kasar yg ternyata tidak di kunci.
Dan otomatis Angel yg baru bangun tidur di kejutkan dengan sosok tak biasa, eeh... Maksudnya sosok Dylan dengan wajah wajah akan mengamuk padanya.
"Ini semua gara gara kau Angel! " Bentak Dylan, ketakutan angel mulai datang lagi.
"Dy.. Dylan?" Lirihnya yg masih di dengan oleh Pria itu, "Jangan panggil namaku! Kita tidak sedekat itu!! "
Angel murung, ia merapatkan punggungnya pada dinding di belakangnya dan menatap ke bawah.
Tidak dekat katanya, hal itu sungguh menusuk hati Angel... Kenapa pria ini suka sekali membuatnya merasa sakit.
Dari perasaan dan fisiknya, Dia memang kejam... Namun tak menyangka bisa sekejam ini.
Apakah dylan tidak tau, dirinya adalah wanita lemah seperti bunga dandelion mudah terbawa angin.
Cukup lah! jangan berhalu angel, dia tidak akan pernah mengerti'-Batinnya
"Kamu adalah penyebab kekacauan ini angel! Seharusnya kau tidak ada di dunia ini" ucap Dylan penuh sindiran.
Yang menjadi pertanyaan, kenapa dylan datang sepagi ini dan melemahkan angel pada cuaca yg sangat Bagus ini.
Musim panas memang Indah tetapi tidak untuk semua orang.. Termasuk Angel.
__ADS_1
"Ya! Benar! Kau benar, aku memang tidak seharusnya di dunia ini.., "
"Tidak ada orang yg peduli padaku bahkan orang tua kupun tak menginginkanku" Lanjutnya.
"Dan kau.. Tidak seharusnya kau mengurusi urusan orang lain, membawa orang sembarangan yg menyiksanya dan memakainya.. Tanpa kau sadari, kau yg bawa aku ke dalam kehidupan mu! " Dengan tatapan setajam yg ia mampu angel menatap Pria di depannya.
"Kau pantas mati! Angel! "
Prang!
Dylan melemparkan akuarium kecil kepada Angel, Namun seujurnya tuhan masih sayang angel... Benda kaca itu meluncur di samping Angel, meski Angel terkena beberapa pecahannya.
Sebutir air mata lolos dari pengawasan angel, bercampur dengan darah akibat sayatan beling tadi.
"Aku tak pantas! Dan aku juga tak pantas di kasihani! Seharusnya aku memang tidak ada di dunia ini".
"Aku hanya beban bagi orang lain ! Tuan muda Williams! " Awalnya sebutir namun entah kenapa butiran itu kembali datang dengan bergerombol membuat alur kecil di pipinya.
Dylan tercengang, dia baru sadar tangisan angel.. Begitu menyakitikan, begitu menyakiti hati nya.
"Jangan.. Jangan menangis " Batinnya, ingin sekali Dylan menghampiri nya dan menghapus jejak air mata Angel yg ia buat.
Ah benar... Kenapa ia menginginkan sosok angel yg bahkan sekarang sedang ia ejek ejek sebagai orang yg paling 'Merepotkan'.
Dia yg menghadirkan Angel dalam hidupnya tapi kenapa dirinyalah yg memaki maki angel segitu parahnya.
Dylan memilih untuk pergi dari situasi ini, ia pasti akan kembali jika suasana hatinya membaik.
Setelah dylan pergi, Angel menunjukan senyuman devil.. Ia segera mengusap jejak air matanya.
"Kenapa datangnya hari ini terasa sangat cepat ya.. Dylan "
Dengan langkah gontai ia pergi ke kamar, mamangkas rambut panjangnya hingga bahu.
Ia juga mengemasi barang barang dan bajunya yg sudah di rapikan kemarin dan memasukannya ke dalam koper.
Sebelum Angel keluar dari apartemen yg super duper mewah, ia menulis sepucuk surat dan meletakannya di pinggiran ranjang.
Angel pergi dengan identitas barunya... Angelina Ekaterina.
__ADS_1