My Girlfriend

My Girlfriend
#26 Help me


__ADS_3

New York 12.35


"Maaf sayang, mama datang terlambat" Seru angel sambil menghampiri anak anaknya yang berdiri di depan gerbang sekolahan.


" Tidak apa apa, bisakah kita segera pulang?" Pinta Gina yang di angguki oleh Angel.


Merekapun segera pulang.


Di rumah mereka tak melakukan apa apa hanya menonton TV dan bercanda, ya memang begitu bila tak ada pekerjaan yang lebih bermanfaat.


Drrrtt... Drrtt..


Ponsel Angel bergetar membuatnya segera melihat siapa yang menelepon.


Tertera di situ sebuah nama " Dirga ", Dia adalah sahabat Angel bertemu di Jerman dulu..., warga asal Indonesia yang memiliki wajah tampan, tapi dia mengikuti angel ke Amerika namun ia ke amerika beberapa 2 minggu sebelum angel.


"Hallo Ga.. Ada apa? " Tanya Angel


"Ngel... Bisa ga kamu jadi pasangan aku ke acara perjamuan ?"


"Hmm..? Perjamuan, bagaimana dengan anak anakku? " Tanya Angel kembali.


"Bukankah mereka sudah dewasa.. Tak bisa di tinggal sebentar saja? "


"Tentu tidak! Aku tak tenang meninggalkan anak anak di rumah sendiri" Jawab angek tegas.


"Oke.. Aku akan mengirim penjaga untuk mereka"


"Baiklah.. Tapi kau berikan aku gaun dan perlengkapan lainnya" Pinta angel, terlihat seperti memodusi Dirga.


"Akan ku kirim padamu".


Seketika panggilan terputus, angel berpikir sudah lama ia tak pergi ke acara beginian sejak terakhir kali pada acara ulang taun perusahaan Tasha.


"Anak anak... Mama mau temenin kak dirga pergi, kalian mau kan di rumah sendiri? " Tanya angel pelan pelan.


"Kita dah gede ma" Jawab Raffael.


"Mama tidak perlu khawatir, gina akan menjadi gadis baik untukmu" Tambah Gina dengan sebyunan manisnya.


"Kakak juga... Kakak pasti juga menjadi cowok yang baik untuk mama" Gina menatap Raffael, raffael ngangguk mengiyakan.


" Anak mama! " seru Angel seraya menepuk mereka.


Malamnya tiba


Dirga datang menjemput Angel, nereka pergi Ke sebuah Gedung terkenal di Kota ini.


Sepanjang perjalanan mereka mengobrol tampak ceria, Dirga adalah Tipikal pria yang hangat, lembut, dan ceria.


Yang angel tau, Pria yang berusia 1 Tahun lebih tua darinya masih Lajang..., setahu ia, Dirga bukanlah pria yang suka mempermainkan perasaan wanita jauh berbeda dengan dylan.


Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, Dirga turun dan membukakan pintu untuk Angel.


Angel keluar dengan senyumannya yang merekah, merekapun berjalan menuju gedung dengan elegan.


Layaknya seorang kekasih yang sudah lama menjalin Asmara.


Tak lupa mereka tersenyum setiap kali berpapasan dengan orang lain meskipun orang asing.


"Anak perusahaan mana mereka"


"Pasangan yang serasi"


"Mereka sangat murah senyum "


"Lihatlah gaya mereka yang sok sokan itu"


Ada ada saja kalimat yang keluar dari mulut orang, ada yang memuji ataupun mengejek nya.


Hingga mereka masuk ke dalam, "Hallo Tuan Tara" sapa seseorang pada Dirga ber wajah Asia lebih pergi ke negara Jepang dengan gaya bicaranya dan juga tampangnya, Ya... Pria itu (Dirga) bermarga Tara, Dirga putra Tara.


"Hallo Dotektur Ashima, lama tak jumpa" Balas Dirga.


"Berapa lama anda di Jerman? dan kapan ke amerika." tanya ashima Kawasaki.

__ADS_1


" Sekitar 8 Tahun, saya pulang 2 Mingyu yang lalu" Jawab Dirga dengan senyumannya, sungguh jauh berbeda dengan Dylan..---batin Angel


Ashima menatap Kearah Angel "Apakah dia Kekasihmu? Tuan tara? ".


"Hallo Tuan, Nama saya Angelina Ekaterina Saya pasangan Tn. dirga, anda salah paham " Sangkal angel menunjukkan senyuman ramahnya nan sopan.


"Oh.. Oh.. Begitu ya, hahah.. Saya kira kalian sepasang kekasih, Kau sangat cantik nona Kate" Puji Asima


"Terima kasih tuan, saya sangat senang" balas angel.


Tanpa sadari se pasang mata elang sedang menatap tajam kearah Angel yang terlihat sangat bahagia.


"Angel.. Bisakah kau menungguku? Aku harus menyapa Rekan kerja sama ku di sini".


"Pergilah "


Setelah Dirga pergi Angel sendirian di situ, dia memilih untuk Duduk dan menikmati berisiknya tempat ini.


"Hai nona.. Sendirian? " Seorang pria patug baya kenghampiti dirinya dna duduk di sampingnya, Angel menjawab dengan tersenyum.


"Bolehkan saya menemanimu? " Tanyanya lagi yang di angguki oleh angel " Tentu saja".


Pria itu mengambil segelas AM dari ratusan gelas tertata diatas meja , "Untukmu nona" Ucapnya.


"Saya tidak minum" Tolak Angel.


"Bagaimana dengan alkohol" Tanya pria patu baya itu, "Boleh " Jawab angel.


Tanya Angel sadari pria tua itu tersenyum devil, dia mengambilkan segelas alkohol lalu memberikannya pada angel.


"terima kasih tuan" Ucao Angel, "Tidak masalah " Pria itu tiba tiba menggosok Paha Angel dengan tangan.


"Pria tua ini... " Batin angel Geram.


"Tuan... Bagaimana jika anda juga minum? " Tawar angel, "Saya sudah".


Angel menegak satu tegukan Alkohol yang di berikan kepada Pria paruh baya tadi.


Sekarang beberapa waktu, Angel merasa ruangan terasa sangat panas dan sangat gerah "Kenapa di sini sangat panas, apa anda merasakan itu? " Tanya Angel sambil mengibasi dirinya dengan tangan.


Angel mulai merasa curiga, lalu menyadari kejanggalan "Panas sekali" Ucap Angel yang mulai pengap.


"Bagaimana jika kita mencari udara segar? " Tanya pria paruh baya yang diangguki angel.


Dua mata elang yang sendiri tadi memperhatikan gerak gerik angel tak melihat Wanita itu lagi "Cari keberadaanya angel!!".


..


"Tuan kita kemana"


"Tenanglah.. Cantik, lewat sini" Pria itu membuka sebuah pintu dan menyuruh angel masuk.


"Kamu?! " Teriak Angel ketika menyadari dirinya telah di bogongi, namun Angel merasakan kesadaran nya mulai pudar.


Ia memegang kepalanya "Kumohon jangan sekarang.. Ah~", Angel terlihat ngosan ngosan dan sangat kacau.


"Tenang.. Gadis kecil, aku akan mengobatimu" Ujar pria paruh baya.


Angel berteriak dengan sisa kesadarannya "TOLONG!! "


"Percuma kau berteriak, tidak akan ada yang mendengarmu "


Angel menggigit bibir bagian bawahnya, air matanya tumpah namun ia tak sanggup menolak... Gairahnya untuk melakukan sex begitu besar.


"Kumohon... Dylan, selamatkan aku" Ucap nya sebelum angel benar benar kehilangan kesadaran.


BRAK!!


DOR DOR DOR!


tak lama setelah kesadaran Angel menghilang seorang pria dengan segerombol orang berjas hitam datang.


"Siapa yang berani menyentuh GADISKU! " emosinya, dia menatap tajam kearah orang pria paruh baya yang hampir melecehkan Angel.


"Kau?!".

__ADS_1


"Maafkan saya Tuan Muda Will, saya tidak tau dia wanitamu" Pria Tadi berdujud di tanah meminta permohonan maaf padanya.


Namun bukan Dylan namanya kalau bersimpati kepada orang yang berani membuat dirinya naik pitam.


Ya orang itu adalah Dylan


"Kalian Urus dia" titah Dylan pada orangnya, ia sendiri menghampiri Angel yang sudah sangat kacau, terlihat sangat jelas.


"Aah~ Kenapa aku melihat pria tampan? " Ucap Angel ketika Dylan menggendongnya.


"Angel... Kau sangat merepotkan ku, kau tau?" Tanya Dylan, tiba tiba Angel melenguh "Ini sangat panas... Aku tak menyukainya " Ucapnya sambil menarik gaun bagian dadanya.


Wajah Dylan memerah ia segera mencegah tangan angel, "Jangan membukanya ".


"Ugh... Tolong aku, ayo kita bermain..aki tak sabat lagi" ucap angel menarik tengkuk Dylan dan mencium bibir dylan membuat pria itu memerah, ini pertama kali angel menciumnya dan ia merasa detak jantungnya berdetak tak karuan.


Dylan merogoh ponselnya dan menelepon Asistennya, Gavin " Vin... Cari kan hotel untukku!"


"Asyiap bosque... 3 Menit" Jawab gavin.


Angel tiba tiba mengelus pipi Dylan " Ayo bermain denganku.. Tampan "


"Intinya kita pergi ke Hotel dulu" Dylan lalu membawa Angel ke Hotel yang telah Gavin kirimkan alamat nya.


Ia tak bisa membawa Angel pulang, bagaimana jika anak anak itu ber prasangka buruk padanya.


Ia akan membuat anak anak itu akan tambah membenci sosok dirinya sebagai ayahnya, meski mereka tak tau.


Flashback on


Apartemen Angel


" jadi apkah kalian ingin bertemu dengan ayah kalian? " Tanya Dylan pada Gina dan Raffael.


"Tidak om, kami tak ingin bertemu dengannya" Jawab Gina.


"Kenapa? Apa kalian tidak mau memiliki ayah?"


"Kenapa om harus bertanya lagi, orang yang membuat mama sedih dan tak mau hadir kita tak pantas di sebut dengan ayah" Jawab gina lagi, dalam urusan Ayah gina memang tak pernah bisa kehabisan kalimat.


"Segitu bencikah kalian pada ayah kalian? "


"Tentu saja... Dia adalah pria brengsek yang membuat mama sedih, dan aku mendengar nya dari Tante ku" Jawab gina.


Flashback of


Dylan membawa Angel ke sebuah Hotel mewah tak jauh dari gedung itu.


Sesampainya di sana Dylan membaringkan Angel, "Tidurlah... Aku harus membersihkan diri " Ucap dylan.


"Help me...jangan pergi,kumohon.." Ucap Lirih angel Dylan memperhatikan Angel membuat jakunnya naik turun, Angel begitu menggairahkan.


"Angel.. Aku tak mau membuat mu tambah membenciku" Ucap Dylan.


"Help me, pleasee " Mohon Angel dengan wajahnya yang merah padam.


Dylan berdecak lalu ia menempelkan bibirnya pada bibir angel dan perlahan melumatnya..


Ciuman yang awalnya biasa saja berubah menjadi penuh gairah dengan Angel yang membalas lumatan Dylan.


Dylan mengubah posisinya diatas Angel, namun ciumannya tak lepas... Kaki Angel juga tak mau diam, dia menggosok senior dylan menjadikan seiornya menegang, namun ia tak peduli, meski ia menginginkan lebih dari sekedar ciuman, harus ia tahan.


Dylan dan angel saling membagi saliva, namun lama kelamaan Angel mulai bertindak lebih... Tangannya memegang milik Dylan dan meremasnya.


"ISH... AH" desah dylan saat Angel meremas miliknya .


"Kau sangat nakal angel" Ucao dylan.


"Help me..., masukan dia untukku" Pinta Angel sambil memencet ujung kejantanan Dylan membuatnya semakin tak kuasa menahan Gairah.


"Kau yakin? " tanya Dylan memastikan, dylan juga merasa tak bisa menahannya lebih lama


Angel mengangguk.


"Aku akan melakukan yang terbaik, Kuharap kau tak menyesalinya".

__ADS_1


\=\=\=\=(Author tengah merenung)\=\=\=\=


__ADS_2