
Angel menggela nafasnya kasar, ia mengingat kejadian ketika dirinya bertemu dengan dylan di perusahaan Tasha.
Akankah dylan mengetahui keberadaan, sungguh hal itu meresahkan hati Angel.
Ada perasaan Senang dan khawatir di dalam hati Angel, ia senang bisa melihat wajah dylan lagi setelah sekian tahun... Namun ia takut bila suatu hari ia akan kembali ke sisi Dylan dan hidup menderita lagi.
Ia lebih takut lagi ketika ia membayangkan anak anak hasil perjuangannya akan diambil paksa oleh dylan sedangkan dirinya di lantarkan.
Ia tak bisa membayangkan nya lagi, ia merasa sudah cukup bahagia setelah lepas dari dylan... Namun apa yang membuat dirinya kembali lagi ke sini, atau mungkin mencari kepedihannya kembali.
Membuka plaster yg sudah terpasang cantik di hatinya, atau mungkin membuat dirinya jatuh kembali ke Dasar jurang yang amat dalam, Dasar hati dylan yang penuh dengan duri.
Mengingat dulu ia sengsara, ia tak ingin hal itu terjadi... Apapun alasannya, Ia juga tak mau kembali ke dalam Sel dylan dan di jadikan seperti tahanannya, atau mungkin bahan candaannya.
Mengerikan, Dan angel tak mau mengulangi masa masa kelamnya dulu, Masa yang ber dominasi okeh warna hitam dan abu abu.
Dan saat ini yang menjadi pikirkan terbesarnya adalah dylan tau keberadaannya dan anak anaknya lalu merebut Gina & Rafael, hal pertama yg menjadi kekhawatiran nya saat ini.
bgaimana hidupnya tanpa Buah hatinya, Dua anak kecil yang selalu membuat ia tersenyum bahagia ketika melihatnya... Gina dan Rafael adalah sumber kebahagiaannya. Ia tak ingin, suatu hari nanti tak bisa melihat kebahagiaan nya lagi
"Are you ok? " Tanya tasha sambil memegang Pundak Angel, Angel tersenyum sambil berbalik dan memeluk tasha "Aku takut Sha".
" Why? " Tasha menyambut pelukan angel, ia tau shahabatnya pasti akan bertingkah seperti ini ketika mendapat masalah baru.
"Sha... Andai kamu tau, Orang yg selalu kamu maki adalah orang yg sedang bekerja sama denganmu... Aku tak mau membuat masalah setelah kamu banyak membantuku "
"Tidak ada.. Hanya aku ada sedikit pikiran" Angel menjawab pertanyaan tasha sambil melepas pelukannya.
"Apa itu? " Tanya tasha lagi, angel Kembali duduk "Sha... Bagaimana suatu hari nanti aku jatuh kembali pada tangan orang itu".
"Apa! Angel, apa yang terjadi " Respon Tasha tak seperti yg angel bayangan kan, ia tak mengira tasha akan seterkejut itu.
Angel hanya tersenyum, "Katakan padaku Angel, aku tak mau kau menderita " Pinta Tasha dengan Alis yang saling bertautan.
"Tidak tasha... Aku hanya bertanya pendapatmu, Apakah itu salah?" Angel menundukan kepalanya sambil tersenyum.
"Lagi lagi kamu bohong.. Apa yang terjadi angel, tolong katakanlah... Aku ini sahabatmu" mohon Tasha
"Tidak ada tasha... Sudah kubilang padamu, aku tidak ada apa apa, hanya kepikiran saja" Ucap angek sambil menatap pupil mata shahabatnya.
__ADS_1
"Sudah kubilang ..kita di Jerman saja, tapi kau memaksa pulang ke amerika.. Ini akibat kau keras kepala" Tasha duduk di samping Angel dan menyandarkan kepalanya.
"Ada apa denganmu.. Kenapa kamu malah berkata seperti itu, bodoh.. " Ucapa angel dengan senyumannya yang belum pudar juga
"Aku tau... Tapi aku peduli denganmu, aku tak mau seperti dulu... Kau tau, Sebenarnya siapa dylan itu.. Bolehkah kau menceritakan sedikit saja tentangnya? "
Angel menggenggam tangan Tasha "Kau tak perlu tau, suatu hari nanti.. Kamu pasti mengetahui nya sendiri".
"Kau bukan kawan ku" Rengek Tasha.
"Sudahlah... Aku ingin pulang, Anak anak pasti sudah menungguku.. Kasihan mereka sendiri".
Tasha merengut " Dua anak itu ku suruh untuk menunggumu disini tidak mau.. Biarin saja mereka sendiri, biar tau rasa".
Angel tertawa, ia menjitak kening Tasha lalu berjalan keluar "Aku pulang".
"Akan ku balas besok! " seru Tasha
🐧••••••••
Angel melangkah menuju apartemennya entah perasaan apa yg membuat ia merasa was was dan takut.
4 Mobil mewah yang terparkir di Halaman apartemen, dan banyaknya penjaga berjas hitam dan kacamata hitam yang angel rasa mereka sedang menatap angel.
Hingga ia sampai di depan pintu apartemen nya.
Klontang! prang!
Angel membelalak mendengar suara benda jatuh dan benda pecah, ia segera membuka pintu dan tak menyadari bahwa pintunya tidak terkunci
"GINA! RAFAEL!" perasaan khawatir mulai merembet ke seluruh badan, Keringat dinginnya bercucuran dan merasa sangat lemas.
Angel melemparkan tas kerjanya, ia melepas sepatu dan juga melemparnya tak tentu arah.
Angel mencari dua buah hati nya ke seluruh penjuru ruangan, hingga suara penenang hatinya terdengar ketika ia hendak membuka pintu dapur.
"Mama? "
Ia melihat Gina yang membuka pintu dan memanggilnya, air mata terharu keluar dari mata angel.
__ADS_1
Ia tak bisa membayangkan bila sesuatu yang buruk terjadi pada anaknya, angel segera memeluk Gina dengan erat dan menumpahkan semua air matanya.
"Mama.. Aku tak bisa bernafas " .
"Nak... Berjanjilah pada mama, jangan pernah ninggalin mama" Suara parau ibunya membuat gina terkesiap, ia tau ibunya sedang sedih.
Gadis kecil itu lalu memeluk angel "Tidak akan pernah, sampai kapanpun.. Aku tak akan pernah berpisah dengan mama".
"Mama jangan berkata seperti itu lagi.. Ya ma,".
"Umm... "
Gina melapas pelukannya bersamaan dengan angel, gadis cilik itu mengacungkan jari kelingkingnya "Berjanjilah padaku ma... Jangan pernah menangis lagi".
Angel tersenyum lalu ia menyatukan jari kelingkingnya dengan milik anak perempuannya "Mama janji ".
"Gina sayang mama" Gina langsung memeluk angel kembali, Di dunia ini.. Ia sadar, hanya ibunya lah yang mau memberinya kasih sayang dan menerimanya.
Ia tak tau siapa ayahnya, namun yang jelas dia sangat membenci sosok pria itu... Sosok yang ia yakini sebagai orang yg menyakiti mamanya, dan tak mau akan kehadirannya... "aku tak akan pernah memaafkan orang itu" ucap gina dalam hati.
Gina juga tak pernah mau kehadiran Orang itu dalam hidupnya, seseorang tak tak menginginkannya adalah Orang yang Tak diinginkan okeh gina, begitukah cara pikir Gadus kecil itu.
Gina juga tak pernah membahas tentang siapa ayahnya pada angel, ia tau.. Ibunya pasti akan sedih.
"Dimana Rafael? " Tanya angel.
"Dia disini" Suara brutal itu membuat angel terkejut bukan main, Gina memiringkan wajahnya bingung mendapat respon tak biasa ibunya.
"Gina.. Siapa di sana" Tanya angek dengan berhati hati, sangat berat hati.
" Om itu ya.. , dia nyelametin Gina pas mau ketabrak".
Angel melotot mendengar kata "Ketabrak".
"Ketabrak?!!"
"Mama.. Mama jangan sedih, gina suda jalan pas lampu hijau gambar pejalan kaki nyala.. Tapi, ada mobil yg tiba tiba datang dan membuat gina hampir ketabrak, lalu~Bla bla bla" Cerita Gina panjang lebar.
Angel segera memeluk gina kembali, "Ingat kata mama gina... Kalau kau menyeberang, lihat kanan kiri", Angel hampir saja melupakan Dengan suara brutal itu saking khawatir nya.
__ADS_1
Sampai...
"Angel... Apa kabarmu? "