My Girlfriend

My Girlfriend
#9


__ADS_3

Secerat cahaya menerpa wajah Angel membuat perempuan itu membuka matanya perlahan


Pertanya yg ia lihat adalah langit langit berwarna putih dan kantong darah, "Dimana aku? ".


Angel memegang kepalanya yg terbalut perban, ia mencoba berdiri sampai suara brutal itu terdengar "Kamu sudah bangun?"


Angel mengerutkan dahinya, dialah pria yg membuatnya begitu sengsara namun tak lama wajahnya kembali biasa dan tersenyum.


"Kenapa aku bisa disini " Tak ada jawaban, Angel pun memilih untuk diam.


Ia menatap keluar jendela dengan diam, tak ada senyum tak ada kesal di wajahnya.. Damai.


Selang beberapa waktu Dylan berbicara "Kau selalu merepotkanku angel" , Angel pun menoleh sambil tersenyum .


"Jangan salahkan aku Tn. Muda! kamu sendiri yg selalu membuat dirimu repot" Jawab Angel dengan senyumannya, namun ia tiba tiba menunduk dan memalingkan wajah dari Dylan.


" Itu kemauanmu" Batinnya, usapan lembut terasa di pucuk kepalanya, pria itu mengelusnya "Maafkan aku, aku tidak bermaksud".


Angel menatap Dylan, entah kenapa ucapannya tadi terlihat sangat serius begitu muka dengan ekspresi nya saat ini "Dari mana kamu belajar meminta maaf, Tn. Muda".


Angel menangkup wajah dylan dan menempelkan kening mereka, "Aku tak butuh maafmu.. Karena aku tau, kamu akan selalu mengulanginya... Kecuali bila aku pergi nanti".


Dylan tidak maksud dengan perkataan Angel, ia merasa dirinya selalu tidak bisa mencerna semua perkataan gadis di depannya ini... Angel selalu membuat dirinya bingung.


"Kamu tidak akan pergi, dan aku tidak mengizinkanmu pergi dariku...Angel",Dylan mendekat sedikit memiringkan kepalanya.


"Bodoh " Ucap angel, lalu mereka bercumbu ..

__ADS_1


Baru saja menempelkan bibir mereka seorang suster memasuki ruangan smabil membawa makanan.


"Waktunya sarapan" Namun ia berhenti di ambang pintu melihat scene di depannya.


"Mereka membuatku iri" Ucap suster itu pelan sambil memalingkan wajah.


Sedangkan angel segera mendorong Dylan menjauh membuat pria itu merengut kesal.


"Maaf mengganggu kalian, Tn., Nn. " Ucap suster itu yg segera di gelengi oleh Angel "Tidak masalah.. Bukankan begitu, sayangku" Angel menatap Dylan.


Sedangkan yg di panggil "sayang" itu melongo mendengar panggilan tak biasa, "Kalian pasangan yg romantis" Puji si suster.


Angel tertawa canggung, "Nona.. Silahkan sarapan" Suster itu meletakan mangkuk berisi bubur diatas meja.


Angel tersenyum sembari berkata "Terimakasih Sus", Sekepergian suster angel meraih mangkok itu dan menatapnya.


"Kenapa? " Tanya Dylan ketika melihat angel hanya menatapnya dan tidak memakannya.


"Ngel" Panggil Dylan, angel menoleh, "kamu tinggal di sini beberapa hari, aku harus pergi ke kantor " lanjut dylan angel hanya manggut manggut.


Pria itu beranjak pergi , di dalam Angel membuang mangkuk berisi bubur itu "Apa pedulimu? " Ia juga menarik Jarum infus secara kasar dari punggung tangannya.


"Geli sekali.. " Angel menyibakkan selimutnya dan menurunkan kakinya ke lantai, ingin rasanya ia kabur dari Dylan namun ia sadar tak semudah itu untuk kabur dari pria itu, terlebih dirinya tak memiliki uang seperakpun.


"Mulai hari ini aku akan menjadi wanita murahan.. Menyedihkan sekali ", Angel pergi ke kamar mandi, ia merasa perutnya di kocok dan mual, "makanan rumah sakit benar benar membuat orang muntah".


Angel memuntah kan semua yg berada di perutnya, namun hanya cairan putih yg keluar dan itu terasa pahit "Pahit sekali!!" keluhnya ... "Apa apaan ini, Tiba tiba aku ingin makanan pedas".

__ADS_1


Perlahan kakinya membawa dirinya keluar dari kamar mandi, ada yg aneh dari dirinya.


Angel meninggalkan ruangannya, berjalan menelusuri koridor... Dylan benar benar bodoh tidak ada orang yg mengawasinya, yaa.. Meski CCTV dimana mana sii... .


Bruks..


"Maaf" Ucap angel sebelum ia melihat siapa yg ia tabrak, "Tidak apa apa nona".


Angel Mendongak


Deg!


Jantungnya berhenti berdegup, betapa miripnya orang di depannya dengan dirinya.


Inilah keistimewaan angel, ia dapat melihat siapa dengan teliti walau baru melihatnya sebentar. Seperti bagaimana angel menilai Ibu Dylan saat itu, ia tau wanita paruh baya waktu itu bukanlah ibu kandung dylan.


"Nona? " Angel berdiri, "Saya tidak apa apa tuan" perempuan itu kembali tersenyum.


"Mungkin... Hanya mirip" Angel berjalan melewatinya, perasaanya sedang ampur adul kek es campur.


Perutnya terasa di aduk aduk dan terus merasa mual, hingga ia kembali menabrak orang dan dia seorang dokter.


"Nona.. Ada apa? " Tanya dokter itu, yang terlihat sudah 40-an.


"Dokter, aku merasa ada sedikit keluhan... " Ucap angel membuat dokter itu menyinyit bingung.


"Kenapa makanan rumah sakit membuat perutnya serasa diaduk aduk dan mual? " Tanya Angel, Dokter tersentak seolah mengetahui apa yg dialami Angel.

__ADS_1


"Nona, apa anda yakin itu gara gara makanan?" Tanya sang dokter, "Saya juga tudak begitu yakin... Tapi setelah aku memakan makanan dari seorang suster tadi aku merasa tidak enak" Jawab Angel.


"Bisa ikut denganku sebentar nona" Angel mengangguk dan mengikuti kemana prianitu pergi


__ADS_2