
Angel perlahan membuka matanya mendengar nyanyian burung kecil, dia duduk dan memijat tengah tengah pelipisnya "Pusing sekali".
Jiwanya yang masih berterbangan membuat moodnya untuk menarik selimut sangatlah berat. /mager
Lalala~ Aku senang sekali ( Lyrics)
Lalala~ Aku sangat bahagia (Lyrics)
Angel yang mendengar dering ponselnya ia ingat mematikan mode hening waktu itu.
Angel melihat ponselnya di atas bantal tanpa melihat siapa yang menelepon ia mengangkatnya "Hallo dengan siapa di mana ini maish sangat pagi.. Kami tidak membuka toko sepagi ini" Ucap angel.
"Angel! Kau dimana! Sudah pulang kan?! Aku mencarimu kemana mana kemarin" teriak dirga.
"Oh.. Kau ya, aku baru bangun tidur.. Jangan khawatir, aku baik baik saja" Jawab angel acuh, jiwanya belum sepenuhnya terkumpul.
"..."
"Emh.. "
"..."
"Aku tau"
".."
"Aku matikan" Angel melemparkan Ponsel nya ia mengangkat selimut dan membaringkan tubuhnya...
Namun ia membelalak kaget ketika ia menatap wajah Dylan di depannya "Mimpi ini sangat buruk, kumohon segera bangunkan aku" Ucapnya begitu saja.
Dylan yang merasa kesal, hanya memilih diam "Siapa tadi... Kau sangat bersemangat bicara dengannya".
Angel benar benar kaget sekarang "KAO ASLI?!?! "
"DUA ASLI DUNIA! " Teriaknya pada dunia
__ADS_1
"BAGAIMANA KAU BISA BERADA DI KAMARKU! " Teriak angel sambil mundur menjauh, namun tiba tiba angek merasa perih di bagian selangkangan nya "Ish... "
Angek membelalak ketika menyadari tubuhnya ber telanjang bulat di hadapan Dylan dia langsung bungkus dirinya dengan selimut "Apa yang kau lakukan padaku semalam! "
"Apa yang kulakukan? Seharunya kau berterima kasih padaku" Ucap Dylan sembari tidur terlentang dengan keadaan telanjang memamerkan anunya.
"Ka.. Kau" Angel yang melihat pemandangan itu segera memalingkan wajah, ia akui postur tubuh Dylan memang Bagus dan anunya besar.. Namun itu adalah hal yang tida baik.
"Kenapa? Kau sudah melihat semua tadi malam " Ucap Dylan, "Dan aku ingat betul kau sangat menyukai milikku" lanjutnya membuat Angek Merah padam.
Ia tak ingat apapun tadi malam, yang ia ingat adalah pergi ke pesta bersama dirga lalu minum dengan seorang tua.
Setelah itu ia tak ingat apa apa lagi, "Kau seharusnya berterimakasih padaku angel" Ucap Dylan.
"Untuk apa?! " Tanya Angel ketus
"Karena aku telah menolong mu kau tau? "
Angek berdecak, "Pergi...,aku tak memintamu menolongku"
"Bagaimana bisa kau berkata sepeti itu angel kau yang memaksaku untuk menolongmu apa kau lupa ".
Ia sengaja mendempel pada angel dan menggosok miliknya, "Dylan! Hentikan" Angel yang menyerah di buatnya hanya bisa berteriak.
Dan jujur Angel sangat malu, mereka berpelukan dalam keadaan telanjang, "Kau angat cantik...hmm... " Ucap Dylan
"Uh.. Pergilah! jangan memelukku seperti ini! "
Dylan tak mengindahkan perintah Angel dan masih sibuk sendiri, namun beberapa saat kemudian, ia diam dan memeluk erat angel.
"Aku mencintaimu..angel" Ucapnya lirih yang tak dapat di dengar oleh Angel.
"Aku pasti akan menikahimu, setelah mendapatkan hati anak anak kita "... Lanjut nya dalam batin.
"Kau menyingkir! Aku ingin pergi mandi" Tegas angel.
__ADS_1
"Yess.. Princess, mandilah, dan ayo kita pulang " Ucap Dylan melepaskan pelukannya, angel mendenga kata 'kita' Hanya bergidik ngeri.
Ia segera turun dari Ranjang sebelum dylan bertindak lebih.
____
Angel keluar dengan hanya handuk sebagai penutup tubuhnya, dan entah apa yang membuat ia akhir akhir ini pikun.
"Angel... Apa kau sengaja menggodaku? " Tanya Dylan yang berada di ranjang.
"DYLAN!1!1!1!" Pekik angel, angel menggigit bibir bagian bawahnya sambil menunduk.. Ia meruntugi kecerobohannya.
Angel mendongak melihat dua kaki di bawah, dan ia melihat Dylan "Yoo... ".
Entah sejak kapan pria itu di depannya, "menjauh dariku! " Seru angel sambil memalingkan wajah.
Dylan yang di depannya adalah dylan dalam keadaan Telanjang, "Kenapa..., kau sudah melihatnya angel".
Dylan memajukan pinggulnya ke depan, dan melirik kejantanannya yang menegang "Kurasa dia tidak cukup bermain".
"Dylan!! Kenakan pakaianmu!!!! Cepat!!!" Teriak Angel.
(Cup)
Lagi lagi dylan membuat Angel terpaku seketika, "Kelemahanmu, adalah ciumanku" Tutur Dylan dalam hatinya.
Dylan menarik kasar handuk Angel membuat angel terduduk seketika, "Jangan lakukan ini!! Dylan".
"Anggap saja ini ucapan terima kasihmu, Angel... Kau telah menggunakan tubuhku tadi malam, dan biarkan aku menggunakan tubuhmu kali ini"
"Tidaaaakkk! " Teriak Angel, Namun Dylan memaksa dia mengangkat tubuh angel dan mendudukannya di meja.
"Aku memaksaku...ummh... " Ucapnya lalu mencium Angel, dia mengangkat kedua paha angel dan menempelkan ujung kejantanan nya pada inti angel.
Diiringi dengan ciuman, perlahan Dylan memasukannya kedalam, walau sudah dua kali ia masukinya, Milik angel masih sempit meskipun tak mengalami kesulitan...
__ADS_1
Angel saat itu hanya pasrah, ia tak bisa melawan dylan yang lebih kuat berkali kali lipat darinya.
Hanya bisa menahan tangisnya, ia mencoba menahan agar tidak menangis meskipun pada akhirnya air mata itu menetes juga.