My Girlfriend

My Girlfriend
#8


__ADS_3

Sidney City 23.00


Angel melangkahkan kaki menuju kamar Dylan, yg benar saja wanita tidur di lantai... Tujuannya kali ini adalah membuat Dylan terjatuh hanya itu.


Kriettt....


"Kamu belum pantas menjadi Ceo.. Dylan - Ku" Ucap Angel, ia segera menyalakan lampu dan melihat pria yg tengah terlelap di kasur kamar itu.


Maksud dari perkataan angel adalah, betapa bodohnya dylan membiarkan pintu kamarnya tak di kunci... Ia ingin menjatuhkan dirinya sendiri emang.


"Good Night !" Angel mengecup pipi Dylan membuat pria itu terbangun, dan melihat angel "Angel? "


Angel tersenyum, dia segera mengangkat selimut dan tidur di samping Dylan.


"Apa kau ingin menggodaku? Hmm..? " Ucap Dylan parau, jujur matanya sangat berat.


"Aku hanya tak kuasa tidur di lantai.. Dylan, apa kau ingin menjadi pria yg sangat kejam? " kata angek seolah ngambek.


"Umhh.. Baiklah, tidurlah disini " Dylan berbalik dan memeluk angel, sikap Angel seolah sangat senang akan hal itu tak lupa memeluk Dylan balik.


"Dylan, aku mau bertanya " Kata Angel yg masih berada di dada bidang dylan.


"Tanyakanlah " Ujar Dylan.


"Bagaimana jika suatu hari kau jatuh Cinta padaku? " Pertanyaan Angel berhasil membuat dylan membuka mata, namun segera di tutup kembali "Itu tidak mungkin "


"Pegang kata katamu! Dylan" Angel segera menutup mata, Apa yg akan menunggunya esok.


Ia tak tau, di hatinya hanya ada rasa tak suka tak suka tak suka.


Malam berganti pagi.


Dylan perlahan membuka mata nya yg pertama ia lihat adalah sebatang leher.


"Hmm... " Angel menggeliat dan melepas pelukannya dari dylan "angel?".


"Hmm... " Angel seolah bertanya padahal ia masih belum Membuka Mata da masih bermimpi.


Dylan menatap perempuan itu ketat, sinar matahari yg menerobos melalui celah hordeng menyorot muka angel.


Perempuan itu sangat cantik bila sedang tidur, tampak lebih tenang dan damai..


"Angel, bila Aku tidak bisa memegang ucapanku.. Menurutmu apa yg harus ku lakukan " Dylan menyelipkan jarinya pada deretan rambut Angel.


Lalu membawa beberapa rambut menuju belakang telinga "Sangat cantik".


"Pangeran" Tiba tiba Angel bangun, ia menarik tengkuk dylan dan mencium nya.


Dylan yang berada dalam situasi ini terkejut, wajahnya sedikit memerah... Ia berusaha melepaskan angel namun perempuan itu masih betah menciumnya.


"Mmhh... "


Angek melepaskan ciuman, lalu berbaring lagi dalam keadaan 'mata terpejam'.


"Nyam nyam nyam.. Pangeran, aku mencintaimu " Ucap Angel sambil tersenyum lebar.


"Mimpi ya? Siapa pangeran di mimpimu itu angel.. Kenapa aku merasa iri padanya."

__ADS_1


Dylan beranjak dia harus pergi ke kantor, namun baru beberapa pangkah suara kecil dan lembut itu memberhentikan niatnya "Kamu pergi ke kantor? "


Dylan menoleh ternyataa gadis itu sudah bangun dan sedang duduk di pinggiran ranjang, "Ya" Jawabnya singkat.


"Bolehkan aku ikut denganmu? " Angel tersenyum manis, "kenapa gadis itu gemar sekali tersenyum " Batin Dylan.


"Baiklah, kita bersiap siap".


 


Mobil hitam mewah berhenti tepat di sebuah gedung pencakar langit.


"Inikah tempatmu bekerja?! Dylan! " Angel menatap gedung itu seolah sedang terpesona.


"Indah bukan? Tapi bukankah gedung seperti sudah biasa? "


Angel menggeleng "Kau ingat, aku adalah orang desa dan tentu yg aku tau hanya cangkul dan gubuk "


Dylan tertawa canggung, mereka segera memasuki gedung yg merupakan perusahaan milik Dylan.


Mereka menjadi pusat perhatian mata lain, terutama pada Angel.


"Putri perusahaan mana itu"


"Pertama kali melihat Dirut dengan wanita"


"Dia sangat cantik"


"Mungkinkah dia adalah anak dari keluarga bangsawan "


Namun tak membuat senyuman Angel meluntur, ia harus menutup telinganya rapat rapat.


Hingga mereka tiba di ruangan Dylan.


" lan? " Gavin yang sudah berada di ruangan bingung menatao mereka, "Kau membawanya?"


"Dia meminta untuk ikut bersamaku"Jawab dylan ia segera duduk di tempatnya.


Gavin hanya mengangguk, "Pagi ini ada Meeting, ayo kita berangkat"


Dylan menatap Angel, lalu perempuan itu tersenyum "Pergilah aku akan menjadi perempuan yg baik ",Dylan tersenyum ia mengecup kening Angel sebelum pergi dengan gavin.


Di ruangan itu hanya ada Angel seorang, ia memainkan laptop pria itu "Aku ingin kabur sebenarnya " Batin Nya


Selang beberapa lama semenjak kepergian Dylan, pintu terbuka dan seorang wanita paruh baya memasuki ruangan.


Ia menatap angel, "Kamu pasti asistem dylan, aku ibunya dimana dylan? ".


Angel menyunggingkan senyumnya, "Jadi dia ibunya? ", Angel berdiri dari tempatnya "Maaf buk! Anda salah paham saya adalah kekasih nya.. Dan dia sedang rapat"


Perempuan itu tanpak marah, "Kau kekasih nya? Aku tidak percaya! ", "Ibu tidak percaya? " Tanya angel seolah menanyakan sesuatu yg sudah di jawab.


"Dylan tidak akan menyukai gadis sepertimu, dimana dylan! Aku jauh jauh dari Rusia untuk bertemu dengannya! "


"Ibu! Sudah saya katakan dylan sedang Rapat" Jelas angel.


"Jangan memanggilku ibu! Aku bukan ibumu!"

__ADS_1


"Dari pada aku, kau lebih tak pantas untuk menjadi ibunya" Ledek angel, ia sadar Dylan tak ada mirip mirirpnya dengan wanita itu.


Dan sepertinya ia jarang menemui dylan.


"Kau--" Wanita paru baya itu mengangkat tangannya dan menampar wajah angel hingga memar.


"Anda berani menamparku? " Angel memegang bekas tamparannya.


Angel mendorong wanita itu hingga tersungkur ke tanah, "Ah! ", "Ini akibat kau berani menamparku".


Brak


"Apa ini" Dylan melihat Ibunya di tanah laku berganti menatap Angel, awalnya tatapannya biasa hingga tatapan nya berubah mematikan.


"Kau apakan ibuku?! " Tekan Dylan sambil mendekati angel, angel mengangkat bahunya "Aku hanya menyentuhnya dan tiba tiba dia terjatuh" bohongnya dengan santai.


"Kau masih bisa santai" Pria tampan itu mencekik leher angel, "ugh.. Ke k-kenapa kau mencekik ku? "


"KAU PANTAS! ANGEL! " Cekikan Dylan bertambah kuat membuat Angel kesulitan bernafas, ia mencoba melepas cengkraman dylan walau hanya sia sia.


Shit! Umpatnya..., angel mengangkat kakinya dan menendang inti Dylan untuk kesekian kalinya.


Dylan yg terkejut melemparkan angel dan berteriak histeris, sedangkan angel kepalanya perpentok siku meja hingga darahnya keluar.


"Kau sangat berani angel! Lihat bagaimana aku akan membalasmu! " Teriak Dylan, namun angel malam menunjukan smirk ia memegang keningnya yg berdarah.


"Aku sangat takut , Dylan " Angel berdiri lalu menatap Dylan, lehernya juga terasa sakit akibat cengkraman dylan si berengsek.


Dylan mencoba berdiri, hingga ia mencekal lengan angel "Ikut aku! " dan menariknya keluar ruangannya


Angel hanya bisa menurut, ya! Saat ini ia akan menjadi seperti anjing penurut yg menuruti kemauannya kecuali bila kemaunan majikannya sudah keterlaluan.


Dylan mendorong angel masuk ke dalam sebuah ruangan, lalu pria itu menutup pintunya dan menguncinya.


"Dylan! Apa yg kamu lakukan! " Teriak Angel sambil menggedor-gedor pintu itu, dia tau ia berada di gudang dan sangat gelap.


"Nikmati hukumanmu angel! " Sahut Dylan di luar sana, tanpa Dylan ketahui Angel menitihkan air mata.


"Dylan! Asal kau tau aku takut gelap " Angel mengedarkan pandangannya melihat sekeliling, tubuhnya bergetar hebat.


Gelap itu menyeramkan, Angel duduk di balik pintu sambil memeluk Lutut "sekuat apapun aku, aku tetaplah aku"


Sudah 6 Jam sejak saat itu mungkin saja ini sudah jam 4 Sore, Angel seolah sesak bernafas ia tak kuasa membuka matanya dan melihat sekitar.


Disini hanya ada satu jendela kecil diatas dekat langit langit ruangan, "Aku takut ".


di tambah kuka di keningnya yg maiah Setia msngekuarkan darah, mungkin dua sudha kehilangan banyak darah di tambah tadi pagi tidak sarapan lalu siang ini ia tak makan apapun.


Akhirnya angel memberanikan diri untuk membuka mata namun saat membuka matanya.. Pandangannya membuyar kabur, jendela diatas seolah ada dua.


" Aku akan membalasmu! "


Krompayng.. Brak.. Ngiaw.. Gludak gludak


Dengan sekuat tenaga dan keberanian angel memberantaki semua barang barang yg ada sebelum ia terjatuh dan pinsan.


baju berwarna putihnya bersimpuh darah..

__ADS_1


__ADS_2