
Kaki kecilnya membawanya menuju Mansion, bidadari itu tengah melamun tak sadar keningnya menabrak tiang "Shit" Umpatnya.
"Nn. Cyzarine,Anda pulang" Sambut ann, angel tersenyum "Ann. Panggil saja aku angel.. A-ngel ".
Ann Mengangguk "maafkan saya angel", "Tidak apa apa.. Aku sama sepertimu, tidak perlu berbicara formal denganku".
Angel Pov.
Aku berjalan menuju dapur dan melewati lorong berisi bingkai foto berserta foto foto yg menghiasinya sepanjang lorong.
"Lihat, pelacur itu"
"Wanita yg tak tau diri"
"Benar! Ia mendatangi Tn. Muda hanya karna uang"
"Benar benar murahan"
Aku tersenyum menyeringai, "Asal kalian tau, Tuan muda kalian yg menyuruh ku datang" Batinku.
Ingin sekali aku berkata seperti itu di depan mereka, namun aku memilih untuk diam.
Hingga mereka mendekatiku, inilah yg selalu mereka lalukan padaku setiap aku pulang.
Membully ku, "Wanita! Kamu kira kamu apa disini? Nyonya Williams? Kamu juga harus bekerja! "
"Aku tau" Jawabku santuy, emm.. santai hadapi orang orang bodoh itu
"Lalu kenapa masih berdiri di sana?!" bentak salah satu dari mereka.
Dan aku merasakan bentakan² dari mereka adalah suara Justin bieber yg sedang bernyanyi.
biarin, dihaluin saja
"Apa kalian tau? Aku baru pulang bekerja? " Tanyaku pada mereka yg mungkin membuat mereka bertambah kesal padaku.
Benar mereka tambah kesal, 5 Orang pelayan muda menghampiriku dan salah satu dari mereka mendorongku.
"Kamu sangat sombong! Angel! Kau kira kau siapa?! "
"Aku angel"
Kerah bajuku di tarik "Dengar baik baik, selama kau berada di sini hidupmu tidak akan tenang".
Sebuah tamparan mendarat di pipiku, perih... Itulah yg aku rasakan, namun seketika aku berdiri dan menyandar pada tembok.
Srr...
Perutku terasa nyeri.. "Shit! Aku lupa aku hamil" Batinku.
"Kalian membayarnya berani menyakitiku " Pekik ku, aku menghampiri mereka.
Namun apa, rasa sakit membuatku tidak bisa berjalan seimbang.
Al hasil, aku terjatuh ke belakang samping kiriku dan mementok meja yg kebetulan terdapat Foto wanita yg di bingkai dengan begitu sempurna.
Prank!
__ADS_1
Foto itu pecah berkeping-keping, kulihat para pelayan tadi ketakutan dan melarikan diri.. Apa maksudnya.
"ANGEL! APA YG KAU LAKUKAN! " Aku menoleh kearah Dylan yg baru mungkin baru sampai terlihat sangat marah.
Foto itu.. Mungkinkah foto itu.
Tak sempat aku melanjutkan berpikirku, pria berdarah Asia Eropa itu menghampiriku dan menjambak rambutnya.
Kututup satu mataku jujur ini sakit sakit sekali... Apalagi ketika ia menariknya memaksaku berdiri.
"KENAPA KAU MEMECAHKAN FOTO ITU! JALANG! "
Bentakan nya sungguh membuatku merasa sakit, iya.. Sakit, entah kenapa aku merasakan sakit.
Ingin sekali ku berkata "Siapa jalang mu! Apa yg membuat mu berfikir aku yg memecahkannya! " , Namun mulutku terasa berat untuk mengucapkannya.
Bahkan saat aku berkata "Maaf.. " Itupun terasa sangat berat dan alot, dia sangat menyeramkan.. Aku tak berani menatap nya.
"Maaf?! Kau Bilang maaf angel?! Setelah kau memecahkan aset berharga keluarga, kau hanya bilang maaf? Apa kau waras! "
Aaa... Kenapa perkataan nya begitu mencolok hati, jujur.. Aku merasa sedih.
Dimana dia yg begitu lembut? Dimana dia yg begitu perhatian? Dimanakah dirinya yg biasanya?... Ah, aku lupa.. Semua sikap nya itu hanya lah muslihat.
Eh.. Aku? Kenapa aku menangis?
Butiran air mata itu menerobos lampu merah, aku tersenyum dalam hati..., air mata bodoh! Apa kau ingin mendapatkan sanksi tilang dariku?
"BICARA ANGEL! ", dia menarik rambutku lebih kuat serasa rambutku akan rontok seketika dna menjadi seorang biksu, dan itu membuatku mendesis sakit.
Dasar! Orang bermuka dua! Kenapa kau begini padaku! Kau sangat semena mena!... Kenapa harus kau orang yg aku benci sekaligus aku cintai?
Tubuhku terhenpas menabrak tambok ketika dylan melepas jambakannya.
"Kamu Jalang angel! Kau berani menghancurkan foto ibuku.. Yang bahkan hanya ada satu satunya! Sama saja kau mencari mati"
oh ternyata dia foto mending ibunya.. pantas saja mengamuk, namun apakah hanya satu satunya?
Dylan mencekikku, percumah aku meronta...mungkin ujung-ujungnya aku akan mati juga.
"Bidadari yang Malang " Tanpa ku sadari ucapan itu keluar dari mulutku, kenapa aku harus dinamakan angel tidak Wild sekalian? Ahaha! Lucu sekali, bagaimana orang akan memanggil ku.. Membayangkan nya saja sudah mampu mengocok perut ku.
Pengen ngakak! Takut dikira Orgil... gimana enggak, mau mati sempat sempatnya ketawa.
Aku merasa cengkraman Dylan semakin kuat membuatku berhenti berpikir, perlahan aku mulai tak bisa menghirup nafas.
"Bu--bunuh... Uh, a--aku saja.. Em.. Dylan, Tii--dak.. Tidak... A--kan ada Ya--yang meme--ugh--duli.. Kan.. Aku.. "
Benar! Meski aku mati, siapa yang akan peduli? Aku itu seperti bakteri ada namun tidak terlihat.
Seketika cekikannya mengendur, namun sepertinya kemarahannya padaku belum selesai sampai sini.
"Ikut aku" , Pria itu menggeret ku menuju kamar mandi, Aku hanya terseok-seok mengikutinya.
"Apa yg kau lakukan dylan! " Pekikku, ketika Dylan menyalakan Shower dan mengisi bath tub.
"Kau adalah pengacau Angel! Sebaiknya kau mati saja! " Dylan menekan kepalaku kedalam bath Yub yg sudah terisi air.
__ADS_1
Diam diam aku menangis, untuk dia membawaku dari gengaman kak Rio bila aku hanya seorang pengacau.
Bukankah pengacau tidak seharusnya di bawa pulang?
Tapi kenapa dia malah membawaku, kenapa dia begitu kejam.. Jadi dia membawaku hanya ingin menyiksaku dan membuat hidupku tambah sengsara?
Dulu ketika kau tidak muncul aku tak pernah mengingat aku tak memiliki orang tua, namun setelah aku tak memiliki siapa siapa aku sadar di dunia yg luas ini aku merasa... hanya ada aku seorang diri, dan aku mulai merasa sedih mengingat aku tak memiliki orang tua.
Adakah orang orang senasib denganku?
Dylan terus terusan menekan kepalaku hingga aku tak kuasa lagi menahan nafas
Blue book blue book.. begitukah suara air yg ketika aku mengeluarkan udara yg aku tahan
Aku meronta-ronta guna melepaskan tekanan dylan, sesekali aku lupa menghirup Air karena aku sungguh tak sabar untuk menghirup udara, dadaku terasa sangat sesak.
Hingga tubuhku di masukan bath tub oleh dylan aku segera berbalik dan mengeluarkan air yg sempat ku hirup "Uhuk uhuk uhuk!" , pria itu mengarahkan shower padaku.
Sangat dingin, malam yg dingin di tambah air yg dingin membuat ku menggigil.
"ANGEL! APA PELAJARAN INI CUKUP UNTUKMU?! KAU MENGHANCURKAN SESUATU YG SEHARUSNYA TIDAK KAU HANCURKAN! APA KAU TAU RASA KEHILANGAN! "
Pria ini...
Kuatatap dia dengan tajam lalu aku menjawab pertanyaan "AKU TAU! DAN KAU ADALAH PENYEBAB RASA KEHILANGAN ITU! "
Author pov
"AKU TAU! DAN KAU ADALAH PENYEBAB RASA KEHILANGAN ITU"
Dylan terdiam mendengar jawaban dari angel, gadis itu meringkuk di dalam bath up yg menenggelamkan dirinya itu "Kau yg tak akan oenrah tau tentangku... Perasaanku" Ucapnya parau.
Dylan menatap gadis yg sedang di landa kesedihan itu, pantaskah dia mengatakan dan menyiksa gafia itu hanya karna sekedar foto.
Tidak! Itu bukan foto biasa, foto itu adalah gambar mendiang ibunya dan bahkan hanya satu satunya.
Bagaimana ia akan menatap ibunya bila satu satunya foto itu hancur.
"Kau masih beruntung dy... Sempat melihat ibumu bahkan kau masih memiliki ayah, sedangkan aku? Di dunia ini aku hanya seorang diri dan bahkan tak tau rupa dari orang tuaku" Ucap angel serak dan itu sungguh menyentuh hati dylan.
Namun kemarahannya pada angel tak hilang, ia benar-benar marah.. Lalu kakinya membawa pria itu pergi meninggalkan angel seorang diri, ia ta memedulikan kondisi angel saat itu.
Sekepergian Dylan angel masih tetap berada di bath up, merendam tubuhnya dalam air yg terasa sangat dingin menusuk kulit hingga ke sumsum tulang.
Ia tak peduli, mati kedinginanpun tak peduli
Prank
Sebuah vas bunga jatuh dari jendela, angel berdiri diatas bath tub dan meraih satu pecahan vas.
Entah bagaimana ceritanya vas itu bisa terjatuh, yg jelas bukan ia yg menjatuhkannya.
Ia kembali merendam tubuhnya di dalam bath up berisi air dingin itu.
Wajahnya tampak frustasi, ia merasa sangat stres bila terus terusan di kekang oleh Dylan.
Bahkan jiwanya bisa bisa tergoncang membuat ia tak bisa berfikir dengan baik, seperti saat ini.. Ia melukai dirinya sendiri dengan pecahan vas tadi.
__ADS_1
3 goresan di wajah, dan berkali kali goresan di lengan.. Darah segar yg mengalir dari luka sayatannya itu mengalir bercampur dengan air menyebabkan bath up yg sebelumnya bening menjadi merah pudar tercampur darah.