My Girlfriend

My Girlfriend
#28 Rasa Benci Itu...


__ADS_3

#28 Rasa Benci Itu...


Angel tengah duduk memeluk lutut, Dylan sudah meninggalkannya sendiri tadi.


Ia berdecak, Antara marah dan Sedih bercampur menjadi satu... Sebuah perasaan Yang tak dapat diartikan.


Angel berdiri dengan langkah sempoyongan, ia berjalan menuju jendela menatap keluar.


Beginilah yang akan ia lakukan ketika ia merasakan sebuah kata Susah, seperti mendapat Firasat kehidupannya akan berjalan tak sesuai dengan keinginan.


Yang angel inginoan adalah kebahagiaan.. Tentu saja


Semua orang berhak bahagia.., dan bebas memilih kebahagiaan mereka masing masing, namum Angel merasa ia tak di izinkan untuk memilih kebahagiaannya sendiri.


Jika dulu ia takut melihat kebelakang, justru sekarang ia takut melihat ke depan... Apa yang menunggunya di depan sana.


Dapatkah ia bahagia, atau ia hidup mengabdi sebagai wanita yang menyanding kata tak memiliki pasangan hidup.


Garis akhir seperti apa yang akan ia temui nantinya, akankah ia tetap hidup di dalam kepedihan... Yang jelas hanya Tuhan yang tau.


Namun ini begitu menyakitkan baginya, orang sepertinya... Akankah mati gara gara terlalu banyak tersakiti, goresam demi goresan luka tertinggal di dalam hati Angel menimbulkan begitu banyaknya luka goresan yang mungkin berubah menjadi sayatan.


Angel menunduk, tangan kanannya memegang Kaca jendela... "Benarkah kau menjadi 2 Orang di dalam hidupku, Dylan..., Aku tak bisa memutuskan nya, ini begitu membingungkan".


"Pada akhirnya... Aku tak tau, apa itu Cinta" Angel ber jongkok menyadari air matanya lolos dari pelupuk matanya.


"Kuatkan dirimu Angel... Perasaan ini, hanya sebuah Obsesi... Tak lebih dari itu, dan kamu harus tau Angel... dirimu dengan dirinya sangat berbeda... Duniamu dengan dunianya juga sangat berbeda, Kebahagiaan yang sebenarnya... Adalah seuatu Yang begitu menyakitkan " .


"Princess don't cry" Ucapnya menyemangati dirinya sendiri, ia mencoba tersenyum walau rasa sakit mencegahnya untuk tersenyum.


Angel pernah membaca Novel, cerita favorit nya... Dan sebuah kalimat yang sangat ia sukai, Saat Menangis cobalah hibur diri sendiri.. Sejujurnya, bila ingin menghibur orang lain kamu harus menghibur dirimu sendiri dulu baru bisa menghibur orang lain.


Akhirnya angel tau, tokoh utama pada cerita novel sama seperti dirinya..., Saat sedang menangis dan merasa sedih tak ada orang yang datang menghibur dan hanya bisa menghibur diri sendiri.


"Benar... Hanya diri sendiri yang bisa menghibur saat sendiri.. Itu lebih hiak, dari pada tidak ada yang menghibur sama sekali".


Angel kembali terpikir Dylan, ia selalu menyalahkan Dylan dari semua kehancurannya... Awal dari kekacauannya.

__ADS_1


Jangan tanya bagai mana perasaan Angel, ia sangat membencinya... Angel tersentak dari lamunannya seperti menyadari sesuatu.


"Ah... Rasa benci itu..., ", Angel memegang dada bagian kirinya yang terasa nyeri "Bila memang aku membencinya... , Tapi.. Kenapa? Kenapa aku lupa alasan aku membencinya".


"Apa aku memikirkan perasaan yang tak mungkin terbalaskan itu, hingga aku lupa kenapa aku membencinya "


🐦°°°°°°


Pulang dari Hotel ia pergi ke Apotek untuk membeli obat Kb, bagaimana jika benih dylan tumbuh di dalam rahimnya... Ia tak mampu membayangkan bagaimana para mulut itu mewawancarai nya.


Dan mungkin, juga akan membuat Gina dan Raffael sedih bila ia sampai hamil lagi dengan ayah yang tidak jelas.


"Aku berjanji tidak akan berhubungan denganmu lagi" Ucap Angel, ia segera pulang dan mungkin rumahnya akan sepi karena anak anaknya sekolah.


"Aku juga berjanji tidak akan pergi ke acara hula hula seperti itu lagi, serta meminum sesuatu yang belum terjaga keselamatan nya" Ucap Angel penuh keyakinan.


Angel sampai di apartemen nya, dan benar rumah itu hening... Namun ia tak peduli, ia segera masuk menuju dapur membawa obat tadi.


Sesampainya ia meminum obat itu, "Aku berjanji akan mati mengenaskan jika sampai mengandung anaknya lagi " Pekik Angel dalam hati.


"Angel... Apa yang sedang kau lakukan" Mendengar suara Dylan Angel segera menoleh, ia melihat pria itu sedang berdiri melipat kedua tangan diatas dada.


Angel tersentak keget, dia segera menyembunyikan Kantong plastik berisi pil pil kb itu.


Dylan mengerutkan dahinya, ia menghampiri Angel "Apa yang kau sembunyikan dariku! "


Angel ketakutan, Dylan terlihat sangat menakutkan " Tidak! Bukan apa apa!" Jawab Angel.


"Angel! Tunjukan padaku!!! " Bentak Dylan membuat Angel menelan salivanya susah payah, rahangnya mengeras.. Ia takut pada Dylan yang garang ini, pria yang suka berubah ubah.


Kadang lembut, Ceria, Menyebalkan... Dan kadang, menakutkan.


"Pe--pergi! Ini bukan urusanmu "


Dylan menyingkirkan angel hingga tersungkur ke tanah, ia mengambil kantong dan melihat isinya.


"Kenapa kau memakan barang ini angel! " Seru Dylan yang sudah naik pitam, ia tak menyangka angel tak menginginkan anaknya.

__ADS_1


Tak ada jawaban dari angel, dia masih Setia menyungkur... Rambut panjangnya menutupi wajahnya yang tampak ingin segera meloloskan ait matanya.


Dylan berjongkok, ia menarik rambut angel "Jawab angel! "


Namun seketika Dylan terpaku melihat Angel yang sudah berderai air mata, "Apa kau lupa.. Dylan, " Tangan kecil angel memegang tangan dylan yang menjambak rambutnya.


"APA KAU LUPA! " tegas angel, ia tak sanggup lagi menahan tangisnya... Untuk apa menahan nahan lagi.


Dylan terdiam....


"APA KAU MENYURUHKU MENGANDUNG ANAKMU?! APA KAU TAK MEMIKIRKAN AKU?!"


tak ada jawaban...


"BAGAIMANA DENGAN GINA DAN RAFFAEL?! APA KAU TAK MEMIKIRKAN PERASAAN MEREKA?! "


Hening


"Hhe... HAHAHA! AKU LUPA KAU DYLAN YANG HANYA MEMIKIRKAN PERASAANNYA SENDIRI"


krik krik.. krik krik


Angel kembali menundukan kepala "kau tak pernah mengerti perasaan kami".


Dylan diam, tak lama ia menarik Angel ke pelukannya "Maaf "


"Tak perlu minta maaf" Angel yang sangat membutuhkan pelukan saat itu tak menolak Dylan saat memeluknya.


merasa pelukannya diterima oleh angel, dylan memeluk erat Angel sambil mencium puvuk kepala Angel "Jangan nangis... aku tak menyukainya "


Untuk para cowok


Author mau ngasih tau niih


MARAHNYA WANITA


Saat wanita marah, jangan membentak dan menanggapi nya dengan serius. Karena saat marah, karena mereka akan bertingkah layaknya anak kecil. Dan kau pun tau, bila seorang anak menangis, seringkali ia hanya butuh pelukan bukan bentakan

__ADS_1


__ADS_2