My Girlfriend

My Girlfriend
#6


__ADS_3

Sidney 05.57


"Hiks hiks hiks..." Angel menangis, sekarang dirinya adakah wanita kotor dan seorang pelacur.


Dalam memorinya terputar jelas bagaimana ia menjadi tak gadis lagi, "Bagaimana aku bisa menjadi orang yg sangat lemah".


Angel memeluk erat lututnya dan membenamkan wajah di sana, ia benci dunia ini.


Dunia ini tidak adil untuk nya, ia terlalu lemah untuk menjadi orang yang kuat.


"Hey sedang apa kai di sana"Suara brutal itu... Suara yg sangat angek benci, ia tak ingin mendengarnya.


Merasa di abaikan, dylan menggertak gigi nya "hai wanita.. Apa yg kau lakukan, apa kau tidak dengar".


Angel tak merespon, bagaimana pria yg begitu baik hati menjadi pria yg sangat kejam sekarang.


Dylan merasa eneg, iapun mendekat dan menjambak rambut angel membuat gadis itu mendongak, "Sa--sakit"


"Sakit hmm... Wanita, di dunia ini tidak ada yg gratis, apa kau akan malas malasan di rumah orang dan menumpang makan dan minum saja? "


Butiran air mata kembali menetes di pipi halusnya, 'Bagaimana kau bisa menggunakan tubuhku secara gratis, kau curang' batin angel, entah kenapa ia tak mampu berkata seperti itu.


Dylan melemparkan angel hingga kepalanya membentur tembok, "Pakai baju ini"


Setelah memberi baju, Dylan keluar dari kamar.. Sedangkan Angel masih menatap baju pemberian si brengsek "Baju pembantu ".


" Aku membencimu, Dylan.. Aku membenci mu. " Ucap Angel parau, bahkan suaranya pun terputus putus.


...


Angek berjalan keluar dengan pakaian pembantu tadi, ia tau harus bekerja disini.. Bekerja tanpa upah.


Ia tau betul, ia akan menjadi pembantu dan tinggal di sini sebagai upahnya... Eronis sekali.


"Lihat pelacur itu"

__ADS_1


"Ahaha! Ternyata dia adakah gadis kotor"


"Bagaimana kalau kita kerjain dia, buat tn. Muda marah padanya "


Bisikan bisikan terdengar dari mulut pembantu lain, "Beginikah sikap pembantunya, tak jauh berbeda dengan majikannya "


Angel akan mencuci piring dan gelas kotor yg berada du wastafel dapur.. Namun baru saja mengambil piringnya seseorang menabrak bahunya hingga piring itu jatuh dan pecah berserakan.


Krompyang


"Hey! kamu adalah pembantu baru di sini bagaimana kamu membuat masakah di hari pertama kerja " Marah pembantu itu.


Angel segera berjongkok mengambil pecahan pecahan itu.


"Wanita jalang! Apa kau tidak dengar! "


"Ada apa ini" Dylan keluar dari balik tembok, pembantu yg tadi menabrakan bahunya menoleh kearah dylan "Tn. Muda, wanita ini memecahkan piring ".


Dylan menatap Angel yg tengah memunguti pecahan piring, sama seperti awal hari itu.


Kenapa? Tentu saja author tidak tau


Dylan mendekat dan berjongkok di depan Angel "Apa kamu tau berapa harga piring yg kamu pecahkan ini? "


Tak ada jawaban dati Angel, "232$ dengar itu, aku tau kau tak punya uang sebanyak itu.. Kau boleh menggunkan tubuhmu untuk membayarnya"


Dylan menyunggingkan senyuman di wajahnya, Smirk.


Angel menggertakan giginya "Tidak! ", Dylan mengangkat alisnya seolah bertanya 'kenapa?'


Tangan Angel meremas satu pecahan yg merasa di tangan kirinya hingga darah segar keluar dari tangan manisnya, "Akan ku bayar dengan hidupku".


Angel mengarahkan pecahan itu pada urat nadinya membuat Dylan membelalak kaget "Apa yg kau lakukan gadis bodoh! "


"Jangan panggil aku gadis pria brengsek! " Angel kembali meneteskan air mata, mengingat dirinya tak gadis lagi.

__ADS_1


"Oh aku lupa " Ujar dylan menyungging senyuman di wajahnya meledek Angel.


Angel menatap nanar pria itu, "Aku membencimu" Tekan angel sambil menggores lembut pergelangan tangannya.


"Kamu bodoh " Dylan mencegah tangan angel saat gadis itu memperdalam goresannya


"Apa pedulimu! " Tekan angel, sekejap Dylan terdiam entah kenapa ia merasa tidak enak mendengar gadis itu berbicara keras dan tatapan tak menyukai nya.


"Kau hanya perlu menjadi wanita yg menurut! " Dylan berdiri dan menarik tangan Angel.


Ia membawa prempuan itu ke suatu ruangan, "mulai sekarang kau tidur disini! " Dylan mendorong angel ke ruangan itu


Penuh debu dan ruangan kotor yang berantakan, tidak ada kasur atau sofa.. "Tidak apa apa Angel, anggap saja hari ini dan seterusnya adalah hari yg spesial".


Yg di katakan Angel bukanlah spesial yg sesungguh nya, ada makna dari kata "semua hari itu sepesial"... Yg berarti semua hari sama saja.


Angel melangkahkan kakinya menuju pojokan, ia duduk di sana... Hari hari nya kini berubah menjadi Hitam dan kelabu.


Tak ada orang yg menyemangatinya, tak ada orang yg bilang "selamat pagi " Padanya, tak ada lagi Orang yg peduli padanya.


Semua orang sama , kejam... Sangat kejam, Angek tetua mengulang ulang kata itu.


Angel berfikir kenapa ada dirinya bila Dunia tak menyukainya.


Kenapa dirinya du ciptakam bila semua orang bahkan tak menginginkan dirinya, "Tidak adil".


"Semua orang curang"


Angel menyunggingkan senyuman di bibir manisnya, namun bukankah senyuman manis melainkan senyuman Devil.


Haruskan dia membuat Dylan jatuh hati padanya dan membalas semua rasa sakitnya.


Ide yg Bagus, namun.. Bagaimana malah dirinya yg jatuh pada hati pria itu, "tidak apa apa.. Meski aku akan merasakan sakitnya juga"


"Setidaknya, kita sama sama sakit nantinya"

__ADS_1


...


__ADS_2