
Dylan menyantap masakan Angel dengan berirama, dan ini pertama kalinya ia memakan masakan Gadis- Nya, Sederhana namun nikmat.
"Kenapa masakannya sangat enak" Batinnya, Sesekali ia mencuri curi pandang kearah Angel yg berada di samping ruangan tempat ia makan.
Saat Dylan melirik Angel, wanita itu menoleh padanya dan pandangan mereka saling bertabrakan.
Deg!
Darah Dylan mendesis, Jantungnya terpacu cepat begitu bertukar pandang dengan angel.
Angel yang waktu itu langsung membuang mukanya seolah tak peduli, padahal jantungnya juga tatkalah cepatnya dari dylan.
Usai makan Dylan berjalan kearah ruang tamu, Angel mengira ia akan duduk di sampingnya namun pria itu berjalan melewatinya seraya berkata "Aku meminjam kamar mandimu".
Entah kesantaian dari mana Angel malah mengiyakannya, Tapi angel tak meruntugi kebodohannya diam diam ia menunjukan smirk.
Ia berjalan menuju kamarnya tempat di mana kamar mandi pribadinya yang di gunakan dylan, "Tuan muda, handukmu kuletakkan di depan kamar mandi" Seru angel lalu kembali ke ruang tamu untuk melanjutkan acara nonton Tivinya.
30 menit kemudian
Dylan keluar dari kamar Angel, "Kau tak mandi? " Tanyanya membuat angel menoleh.
Angel membungkam mulutnya "Pffftt.. Aku tak sanggup menahan nya lagi!HAHAHA!"
Dylan memberikan ekspresi bingung.
"Aku tak percaya kau akan memakainya, hahaha! Kau sangat lucu" seru angel sambil memegang perutnya dan memukul mukul sofa.
Dylan meneliti apa yang Angel katakan dan iapun membelalak melihat handuk yg ia kenakan berwarna pink dan bergambar kelinci dan ia tak menyadari nya tadi karena tak begitu memperhatikannya.
"Angel... Kenapa kau memberiku pakaian seperti ini?! " Protes Dylan.
__ADS_1
"Aku? Lalu kenapa kau memakai nya? " Mata Angel terlihat sembab karena tertawa.
"Yamanakutahu? "
Dylan mendekat dan duduk di samping Angel, lalu ia menangkup wajah Angel.. "Kau mau apa? " Wajah Angel berubah menjadi wajah sengit. Dylan mengusap air mata di ujung mata Angel " Cuci muka gih... Mukamu banyak beleknya" Goda Dylan.
Seketika wajah Angel memerah, ia mendorong dylan an berjalan ke kamar dengan kaki yang di hentak hentakan "Kenapa kau mengatakan hal yang memalukan secara terang-terangan begitu? "
Dylan tertawa kecil, usahanya menggoda Angel berhasil membuatnya begitu terhibur "Dia sangat manis "
Angel kembali ke ruangan tamu dengan dandanan yang berbeda, namun ia tak melihat Dylan di sana.
Angel berjalan menuju sofa dan melihat kelembar kertas putih.
Angel mengambil dan membacanya
Dear Angel muach muach
Aku harus pergi ke kantor
Nanti aku akan ke sini lagi
Catatan : Aku sudha meninggalkan jejak bibirku pada kertas ini
Dear you lope lope Dylan
Angel berdecak membaca Surat yang Dylan tulis dan ia tak percaya bahwa dylan yang menulisnya.
" up to you " Katanya sambil mendaratkan pantatnya pada sofa di sambut empuknya sofa tersebut.
namun ia merasa jijik dengan tulisan tangan dylan yang berlebihan itu, ia tak percaya surat tadi tulisan tangan Dylan.
__ADS_1
......
Kntor Dylan
Dylan tengah duduk jengah di kursi kedudukannya, "Dylan " suara melengking tiba tiba muncul dari arah pintu
Dylan mengerut kan dahinya, wajahnya tiab tiba Menjadi suram " Kenapa kau bisa ada di sini? " Tanya Dylan dingin.
Moon hee-ra, seorang perempuan teman semasa kecilnya yang dulu adalah pengacau hubungan antara Dylan dan Kakaknya.
"Moone" Begitulah cara memanggilnya.
"Dylan, apa kau lupa padaku? " Tanya Moone, "Keluar dari ruanganku" Ucap Dyoan maish dingin.
Moone tak mengindahkan perintah Dyoan, ia malah mendekat dan duduk di pangkuan Dylan "kamu pernah Mencintaiku.. Apa kau lupa? ".
"Itu dulu! Dan sekarang keluar dari ruanganku!" Titah Dylan dengan nada yang mulai meninggi.
"Dydy..., apa kau sudah melupakan kenangan bersama? " Tanya Moone, Dylan sudah naik pitam lalu ia berdiri membuat moone terjatuh "KELUAR! " Sarunya dengan ngos-ngosan.
"Dydy? " Moone yang terjatuh di lantai dengan mata sembabnya membuat Dylan tersentuh, lalu ia membantu moone berdiri "Maafkan aku".
Moone tersenyum "Tidak apa apa", Gadis itu melingkarkan tangannya pada leher Dylan.
Seketika Dylan mengingat angel, ia mendorong Moone perlahan "Keluar... Atau kupaksa " Ucapnya dingin.
"Ingat dy... Kita pernah saling terhubung pada suatu malam, Kau lupa" Ucap Moone menaas manasi dylan.
"DIAM! DAN KELUAR SEKARANG! " Seru Dylan, setalah moone pergi... Dylan terduduk lesu sambil mengacak rambutnya frustasi.
Ia memang banyak berhubungan dengan wanita, namun mengingat beberapa minggu lalu ia berhubungan dengan moone yang merupakan sahabat sekaligus kekasih Kakaknya membuatnya tak bisa membayangkannya.
__ADS_1
(No flashback )
Bagaimana jika wanita itu hamil, bagaimana dengan Angel... Dylan tak bisa membuat keputusan.