My Girlfriend

My Girlfriend
#12 Teman


__ADS_3

Hari selanjutnya, yg di lakukan Angel adalah mengurus toko bunganya.


"Nona.. Kulihat kau tidak bersemangat sekali" Ujar seorang Perempuan tak jauh beda darinya yg sedang duduk menikmati Cake.


Selain bunga, Angel menyediakan Cake dan Pudding, dan tempat untuk bersantai.


"Dari mana kamu tau itu, nona? " Angel tersenyum sambil meletakan Seikat bunga di atas meja gadis tadi.


"Raut wajahmu sendiri tadi" Jawab si gadis, Ia menatap angel dengan seksama.


"Duduklah dan bicara denganku" Pintanya, angel pun menurut untuk duduk di bangku seberang gadis itu duduk.


"Aku tidak tau apa yg perlu di bicarakan".


"Namaku Natasha Wales, aku ingin berteman dengamu" Gadis yg di ketahui bernama Tasha mengulurkan tangan nya pada angel.


"Kenapa jamu ingin berteman denganku? " Tanya angel, "Aku ingin mengurangi beban dalam hidupmu, aku juga tak memiliki teman kurasa kira sama".


Lama berbincang dengan Tasha hingga lupa waktu, perlahan agek juga menceritakan Dylan dari awal hingga saat ini.


-*Brak


Gebrakan meja yg begitu keras di ciptakan oleh Tasha mendengar cerita kelam di balik senyuman Angel.


"Pria berengsek! Kenapa kau tidak pergi saja?!" Tanya Tasha marah, seolah mereka adalah sahabat karib yg saling melindungi.


" Aku tak bisa, Sha.. Kau tau, dia itu... Jauh berbeda dengaku" Jawab angel lesu, ia juga tak menyangka respon tasha akan seperti itu.. Padahal mereka baru berteman.


"Angel... Dengar aku, sehebat apapun orang itu.. Mereka pasti akan jatuh juga" Tasha kembali duduk dengan tenang.


"Tapi sha... Aku takut " Angel menyadarkan kepalanya pada tembok sambil menatap ke bawah.


"Ada aku.., aku akan membantumu" Ucap tasha, sejujurnya.. Angel tak menyangkan akan memiliki teman yg begitu baik.


Tapi ia juga waspada, siapa tau hal itu adalah muslihat dylan mengirim seseorang untuk menyelidiki nya.


__ADS_1


Tasha Image


Sidney 10.08


Kring


Pintu tokonya berbunyi menandakan ia mendapat Pelanggan baru.


Angel segera berdiri dan menatap pemuda tampan berwajah Asia.


"Hai.. Apakah kamu mencari hunga untuk pacarmu? " Tanya Angel, tak ada jawaban ia menatap pemuda tadi terlihat 'kesal'


"Berapa lama kamu di amerika" tak ada jawaban ia segera menatap pemuda itu kembali, terlihat 'Cemberut'.


"Hy.. Apa kamu baru di putuskan pacar? " Entah kenapa mulut Angel tak bisa berhenti bertanya, walau tak ada sedikitpun jawaban dari si pria.


"Apa pria ini bisu? " angel membatin.


"Sayang.. Apa bahkan wajah priamu saja kau tak kenal? " Suara brutal itu mengingatkan Angel tentang seseorang, pemilik suara itu.. Dylan, ya Dylan.


Saat ini ia tak percaya yang di depannya ini adalah Dylan, kenapa? Karna penampilannya tak biasa.


Dia lebih mirip seperti anak SMA.


" Angel! Bercanda apa lagi kamu hah?! " ya, di depan Angel saat ini adalah Dylan.


Yg membuat Dylan tampak tak seperti biasa nya, ia mengenakan pakaian santai dan rambut yg tidak di tata.


Sangat jauh dari penampilan aslinya, "Aku tidak percaya! "


"Kenapa? Aku Dylan! Kau dengar" tanya dylan, Angel tersenyum "Ya! Aku tau, kau sangat tampan hari ini, aku hampir tak mengenalimu !"


"Hah? Jadi biasanya aku tidak tampan?" Dylan mengerutkan dahi, dia seperti anak Remaja yg begitu Posesif.


"Tidak! Bukan begitu maksudku.. " Angel mendekat dan merangkul lengan Dylan dengan manja.


"Kamu sangat keren hari ini... " Ucap Angel, Dylan hanya tersenyum canggung.

__ADS_1


Padahal, sebelum ia bertemu dengan angel dirinya terkenal dengan orang yg sering tersenyum..... ya meski Smirk



"Dylan? "


"Hmm.. "


Angel yg sedang duduk di pangkuan Dylan bertanya "Bilaa... Suatu hari aku jatuh Cinta padamu.. Apa yg harus kulakukan? ".


"Itu urusanmu"


Entah kenapa mendengar jawaban Dylan membuatnya tak bahagia lebih tepatnya tak senang, "Tapi.. Bila kamu yang jatuh Cinta padaku? "


"Kamu sudah menanyakan ingin berkali kali.. Sayang, dan jawabanku masih sama 'Tidak mungkin' ". Ucap Dylan lalu mengecup kening Angel lama.


"Dylan bodoh, bila kau sangat perhatian begini.. Jangan salahkan aku jatuh di hatimu kerasmu itu" Batin angel.


"Aku tak mungkin jatuh Cinta pada orang miskin sepertimu", Bagai tertusuk beribu pisau mendengar perkataan dylan.


Jelas ia merasa sakit, memang fakta dia miskin dan dirinya memiliki harga diri.., Namun harga dirinya telah hilang di makan binatang, siapa binatang itu... Yg pasti adalah Dylan.


Angel berusaha untuk tenang, ia harus kuat.. Perlahan perempuan itu memeluk dylan "Kamu benar Dy, aku miskin.. Aku tak punya orang tua.. Aku wanita jalang.. Namun gini gini aku juga hidup, dan.. Berbagi oksigen denganmu.. ".


Angel ingin menangis namun tak bisa, ingin berteriak namun susah.. Ingin lari, namun tak kuasa.


Hanya mampu melangkah, selangkah demi selangkah berjalan diatas tumbuhan berduri dan menusuk nusuk telapak kakinya... Entah apa Yg menunggu di depannya, Topan? Badai? Gempa bumi? Yg pasti ia tak tau.


Kapan ia sampai di ladang bunga Melati yg begitu harum dan Indah, ia juga tak tau.


Seperti terkurung di gua... Terlihat gelap dan sangat luas, namun jika di rasakan ada sebuah dinding pembatas yg bersatu dengan kegelapan.


Angel masih sadar, diantara ia dan Dylan.. Ada dinding pembatas yg tak terlihat, namun dapat sangat di rasakan, sangat terasa.


Ada kalanya gadis ini berpikir, rumit... Tidak dapat di pahami, kadang pikirannya suka berubah-ubah seperti angin.


Ter- kadang tenang, namun tiba tiba menjadi topan, seperti itu pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2