
"Aunty! " Teriak angel seraya memeluk Katrin melepas rasa rindunya.
"Lama sekali ya" katrin menyambut pelukan Angel, Ya begitulah mereka setiap kali bertemu.
"Dimana Rio? " Tanya katrin sambil clingak clinguk mencari sosok Pria berambut blonde itu.
(Rio Image)
"Aunty" Rio keluar dari mobil sambil membawa beberapa kantong belanjaan.
"Saampun! Keponakan tante gemar belanja juga! Ngomong ngomong kapan nikah" Seru Katrin berhasil membuat Rio tersinggung.
"Aunty! Aku pasti akan menikah! Kau tidak perlu selalu mengingatkanku akan hal itu! ".
Angelica dan Katrin tertawa mendengar ambekan Rio seperti Anak TK minta uang jajan.
"Apa yang kalian tertawakan" Seorang pria tampan berusia 18 Tahunan keluar dari rumah besar milik katrin.
" Boy! Kau lihat, Angelica datang berkunjung" Ujar Katrin menunjuk angel yg sedang berdiri di samping Rio.
"Oh, suaminya sapi ini juga datang? " Pria yg di ketahui bernama Boy Gracious menatap sangar Rio.
"Siapa yg kau maksud suami sapi! Gua kasih tai sapi! " Amuk rio, inilah sikap asli rio dia lucu dan menggemaskan.
Jauh berbeda dengan Boy yg cool dan menyebalkan.
(Boy image)
20.05
Caffe black sweet
Di satu ruangan berkumpul banyak orang yg sedang tertawa ria dan bercanda.
"Dimana si sapi! " Keluh Dylan, ia sudah menunggu teman satu ini selama 2 Jam.
"Dylan! Apa kau lupa? Dia adalah juragan sapi, mungkin sibuk" Seru Jonathan.
Dylan mendengus, ia sebal.. Iya sebal! Semua temannya ini menyebalkan, apalagi si pirang.
"Maaf! Aku terlambat " Seorang pria berambut blonde memasuki ruangan itu tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
Kedatangannya membuat semua orang di sana terdiam menatapnya tidak suka.
"Hehe.. Kenapa kalian menakutkan sekali, apa aku salah masuk ruangan? " Rio mundur beberapa langkah perlahan, ya pria itu Rio si pembuat perjanjian.
"Apa aku tau berapa lama kami menunggu?! " sungut Dylan dengan emosi.
"Woy! Bosque... Kalem dong" Pria ini memang sedikit menyebalkan kenapa? Ya entah lah
Tak tak tak!
Suara langkah cepat terdengar dari luar ruangan, hingga..
Ceklek
Seorang tamu tak diundang tepatnya.. Seorang gadis memasuki ruangan itu
"Kak! Kamu jahat sekali" Gadis itu menunjuk Rio, pria itu malah tertawa canggung.
"Maap" Ucapnya, "Kalau aku menghilang bagaimana"
Dylan menatap tak percaya, dialah gadis yg di temui nya di Mall angelica Cyzarine.
"Siapa gadis itu? " Gavin buka mulut, siapa yg tak kagum melihat perempuan cantik? Bahkan hampir semua cowok di dalamnya pada mlongo semua.
Rio mendekati Angel dan merangkulnya "Adek gue".
Dylan masih mbengong, hingga manik mereka bertemu lagi.. Angel menatapnya "Ah! Kakak itu"
Rio menoleh manatap Dylan, "Ada apa dengannya? " Tanya rio.
"Dia memberiku parfum berbau maskulin" Jawab angel seketika memecahkan tawa orang yg mendengar.
"Hey! Ini tidak lucu! " sungut Dylan, ia lupa bahwa barang yg ia berikan semua untuk gadis itu untuk lelaki.
Rio saat itu masih tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya "Pantas kau bau bujang " Ledeknya pada angel.
Angel tak merespon, dan itu fakta bahwa ia memakai parfum pemberian Dylan.
Dylan saat itu tersenyum smirk "Agelica, kubuat kau menjadi milikku seutuhnya".
Dylan memberi isyarat tangan pada gavin untuk mendekat, "Apa? " , "Aku ingin kau mencari identitasnya untukku" Bisik dylan.
Sebelum ia menjawab "Baik" Sekejap Gavin menatap Dylan, ia ingat saat kapan Dylan memintanya mencari identitas seseorang mungkin yg di maksud adalah Angel.
Acara berlangsung hingga malam
__ADS_1
Angel yg berada di samping rio menguap, ia sangat ngantuk sekarang "Kak, aku ingin tidur " Ucapnya lirih.
"Nanti kakak bangunin" Jawab rio, angel
segera menyandarkan punggungnya pada bantalan yg bisa mengempes "Ini sangat empuk".
Namun belum memejamkan mata ia berdiri dan berkata "Aku ke toilet ".
Dylan sempat meliriknya dan tersenyum devil.
Perlahan kaki Angel berjalan menuju Toilet, di atas ruangan itu terdapat tulisan "WC Woman" Iapun segera memasukinya dan membasuh muka.
"Disini sangat menyebalkan" Batinnya sebelum ia membuka pintu dan keluar
Greb!
Bruk!
Tangannya di cekal seseorang dan punggungnya mementok tembok.
Angel melirik ke atas "Kamu? ", Dylan tersenyum miring "Kita bertemu lagi, Gadis "
"Ah maaf tuan! Aku tidak bermaksud membocorkan tentang pemberian itu" Angel segera meminta maaf, pasalnya ia takut ketika Dylan semakin mendekati nya.
Bahkan alat vital mereka hampir bersentuhan, "Apa perkataan maaf cukup.. Hmm? "
"Lalu aku harus bagaimana? " Angel melirik ke bawah, mereka semakin dekat ternyata.. Bagaimana jika seseorang salah paham?
"Kamu harus membayar"
Dylan menarik pinggang Angel membuat sesuatu yg sangat angel tak inginkan terjadi, sesuatu yg menonjol menyentuh nya
"Tuan, mau apa kamu? " Dylan tak menjawab.
Cup!
Pria itu mencium bibir atas Angel membuat angel merasa tak percaya.
"Maaf tuan! " Katanya sebelum ia menendang begian tengah selakangan Dylan.
"Sial! Kau akan membayarnya angel! " Umpat Dylan dia menatap punggung angel yg berlari menjauhinya.
Jujur, tadi tak ada niatan untuk mencium gadis itu namun entah dati mana tiba tiba ia ingin menciumnya.
Kenyal dan manis,
__ADS_1
Shit! Ia mengumpat Organ vitalnya terasa sangat nyeri, untung tidak ada orang disini.